Hot Mommy

Hot Mommy
Target sudah masuk ke dalam perangkap



Setelah melihat pemakaman Xiaver mereka kembali ke rumah, jam sudah menunjukkan pukul 19:00 Pm Marcel khawatir dengan keadaan istrinya yang tengah hamil masih berada di tempat pemakaman. Dan dia juga harus mempersiapkan untuk membunuh Alex serta Vino yang sekarang sudah berada di Markas Laxia's.


Setelah dari pemakaman Xiaver mereka bertiga masih terdiam dengan pikiran masing-masing, Marcel yang biasanya menggoda Keyla jika sedang menangis kini ia hanya mengelus punggung sang istri yang berada di pelukannya. Pikiran Marcel saat ini sedang bimbang harus bagaimana dia keluar dari rumah untuk membunuh Alex di tangannya sendiri, sementara sang istri masih sangat shock tentang kematian Xiaver dan kemungkinan dia juga pasti ingin ikut dengannya untuk membunuh Alex.


Aku harus membalaskan dendam Xia karena sudah berani membunuhnya. Batin Keyla bertekad akan melenyapkan orang sudah berani mengambil nyawa temannya.


"Siapa yang berani membunuh Xiaver?" Tanya Keyla serius melepaskan pelukannya dari Marcel, sambil mengusap air matanya ia tidak ingin terus berlarut dalam kesedihan.


"Mara salvatrucha, dan ada salah satu anak buah kepercayaannya sudah lama berada di Indonesia nona. Setelah kematian ketua saya sudah mendapatkan informasi ternyata yang membunuh ketua adalah mafia dari Los Angeles." Jelas Lucas menatap Keyla yang terkejut dengan ucapannya, dia tahu jika


mafia itu sama-sama terkenal kejam di dunia gelap.


"Mafia yang kau maksud buronan pemerintah dan agen CIA bersama FBI." Marcel pun tak kalah terkejut dengan sang istri, pasalnya ia pernah mendengar nama mafia itu.


"Iya tuan, dan mereka selalu bisa lolos sulit untuk menangkap mereka atau membunuhnya. Lawan kita sekarang sama kuat dan licik, maafkan saya nona belum bisa membalaskan kematian ketua sampai saat ini." Jelas Lucas


meminta maaf kepada Keyla, karena jika ia salah mengambil langkah nyawa dia pun melayang di tangan mafia itu.


"Saya mengerti it's okay, kita harus susun rencana untuk bisa membunuhnya dengan matang." Keyla mulai berfikir akan menyusun rencana untuk membunuh kematian Xiaver.


"Tadi kau bilang anak buah kepercayaan Mara salvatrucha berada di Indonesia, siapa dia apa kau tahu wajahnya?" Tanya Marcel saat mengingat ucapan Lucas tentang anak buah mafia itu berada di Indonesia.


"Maaf tuan saya belum mendapatkan informasi mengenai anak buahnya, mereka sangat rapih menyembunyikan identitas dan wajah yang sudah jadi kepercayaannya." Jawab Lucas sedikit mengetahui tentang Mara salvatrucha.


"Cari terus dan kerahkan anak buah kita untuk menangkapnya." Perintah Keyla dengan tegas.


"Baik nona."


Setelah lama membicarakan kematian Xiaver dan rencana balas dendam kematiannya, tidak berapa lama Rangga bersama Diana berjalan menghampiri mereka yang berada di ruang tamu.


"Serius sekali, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Rangga saat melihat raut wajah yang berada di ruang tamu terlihat sangat serius.


"Tidak ada yah." Belum saatnya Marcel menceritakan rencananya bersama sang istri, untuk membalaskan dendam tentang kematian Xiaver kepada Rangga.


"Ini siapa son." Tanya Rangga melihat ke arah Lucas.


"Ini teman Marcel sekaligus tangan kanan ketua mafia itu yah." Marcel belum memberitahu Rangga jika Lucas juga akan membantu menangkap Alex.


"Senang bertemu dengan anda tuan." Ucap Lucas membungkuk hormat, Rangga hanya menepuk bahu Lucas sambil tersenyum. Setelah itu duduk di samping Marcel sementara Diana di samping Keyla.


"Son, mereka terus memberontak untuk di bebaskan jadi kapan kita akan membunuh keparat Alex dan Vino." Ucap Rangga dengan tegas ke Marcel, ia tidak tahu jika Keyla belum mengetahui kalau malam ini suaminya akan membunuh Alex.


Oh ya ampun aku belum memberi tahu Ayah jika saat ini Mommy belum mengetahui tujuan aku ke sini, huh sepertinya perang akan di mulai. Batin Marcel cemas sekilas melirik ke arah Keyla.


"Jadi Alex sudah berada di tangan kalian dan tidak ada yang memberitahu ku, ah haha aku sekarang tahu tujuan kalian ke sini." Ucap Keyla tegas sambil terkekeh.


"Iyy---a yah." Belum sempat Marcel menyelesaikan ucapannya Keyla berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu, semenjak hamil Keyla menjadi sangat sensitif.


Marcel yang akan mengejar istrinya di tahan oleh Diana sambil tersenyum meninggalkan ruang tamu untuk menemui Keyla, kini dia hanya bisa pasrah jika sang istri marah kepadanya karena mau bagaimana pun dia salah sudah menyembunyikan ini semua dari istrinya.


"Tenanglah son Aunty Di pasti akan menenangkan istri mu dan membujuknya agar tidak marah kepadamu, Ayah yakin dia hanya sedikit kecewa kepada mu son." Rangga menenangkan putranya agar lebih tenang.


"Ayah tidak tahu jika sudah marah dia pasti lama mendiamkan ku mungkin sekarang aku juga akan tidur di luar, arrghh membayangkan nya saja bikin aku lemes yah." Dengan raut wajah lesu Marcel menyandarkan punggungnya di kursi, mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang di tinggal oleh ibunya.


Ternyata ketua bucin juga haha, eh iya diakan umurnya masih muda pantesan bucin kepada nona. Batin Lucas terkekeh.


"Berhentilah memikirkan nya sekarang apa kau tidak malu jika Lucas sedang menertawakan mu dasar bocah." Rangga seperti cenayang mengetahui pikiran Lucas, padahal Lucas sama sekali tidak menampakkan raut wajahnya ia selalu terlihat datar tanpa ekspresi.


"Bodo amat." Sekilas Marcel melirik ke arah Lucas.


Astaga dia mengetahuinya. Batin Lucas terkejut.


"Yah bagaimana jika istriku ingin ikut untuk membunuh Alex ke markas, aku tidak ingin istriku menjadi pembunuh." Raut wajah Marcel bimbang seperti nya dia butuh saran dari sang Ayah.


"Ijinkan saja jika dia ingin ikut dan Ayah yakin jika istrimu tidak akan mengotori tangan nya sendiri untuk membunuh Alex." Jelas Rangga menenangkan putranya yang terlihat bingung.


"Baiklah."


Tidak berapa lama Keyla kembali ke ruang tamu bersama Diana. Tidak seharusnya dia marah karena bagaimanapun Marcel sudah mau membantu dirinya untuk membunuh Alex membalas kan dendam mendiang kedua orangtuanya.



"Sayang ayo kita pergi ke markas untuk membunuh keparat Alex, sekarang aku tidak mau di bantah." Keyla menyadari jika Marcel akan menyuruhnya untuk diam di rumah saja.


"Baiklah ayo sayang." Marcel hanya bisa menghela nafas, tersenyum ke arah Keyla.


"Berangkat." Ucap Diana terkekeh merangkul lengan Rangga mengikuti langkah Keyla bersama Marcel, sementara Lucas di belakang


dengan raut wajah datar menengok ke kanan dan ke kiri.


Huft sial sekali hidupku. Batinnya menghela nafas.


Flashback on :


Alex menghubungi nomor Vino beberapa kali, akan tetapi dia tidak mendapat jawaban. Dan memutuskan untuk menemui Vino.


"Sialan anak itu kenapa nomornya tidak aktif, membuang waktuku saja." Gumam Alex kesal menyambar kunci mobil dan meninggalkan mansion. Sementara Alex tidak mengetahui jika sekarang Vino sudah di tangkap oleh anak buah Marcel. Dari kejauhan orang yang sedang memantau mansion milik Alex ia segera mengikuti mobilnya ketika sudah meninggalkan mansion, dan menghubungi anak buah Marcel yang masih berjaga di kediaman Vino jika target sudah masuk kedalam perangkap.