Hot Mommy

Hot Mommy
Sangat mencintaimu



"Renata kau kenapa?!" Andrew tidak sengaja melihat Renata sedang mengusap air matanya, yang baru keluar dari ruangan Marcel.


"Aku baik-baik saja." Renata berusaha tersenyum ke arah Andrew, setelah itu dia berjalan melangkahkan kakinya meninggalkan Andrew yang masih berdiri.


Mungkin ini semua gara-gara si Marcel, awas saja jika aku tahu dia yang menyakiti Renata. Andrew mengepalkan tangan kanannya.


"Lebih baik aku tanyakan saja langsung sama si Marcel." Andrew berjalan ke arah pintu ruangan Marcel, karena sudah sangat kesal melihat Renata seperti habis menangis tanpa pikir panjang Andrew langsung membuka handle pintu ruangan Marcel.


Seketika matanya membulat melihat pemandangan yang tidak biasanya, dan jiwa jomblo Andrew meronta-ronta ingin rasanya dia membanting pintu sekeras mungkin jika tidak menghargai Marcel sebagai bosnya.


"Hemmm." Andrew berdehem dengan keras tanpa mengalihkan pandangannya.


"Huh sialan mengganggu saja." Umpat Marcel melepaskan ciumannya dan beralih menatap tajam ke arah Andrew.


Sedangkan Keyla menahan malu karena sudah ketahuan oleh sahabatnya Marcel sedang berciuman di kantor dengan posisi dia duduk di pangkuan Marcel.


Astaga sudah kuduga hal seperti ini akan terjadi, kenapa dia susah sekali jika di kasih tahu. Batin Keyla kesal menahan malu.


"Maaf mengganggu silahkan lanjutkan kembali." Andrew menutup kembali pintu ruangan setelah Marcel memberikan isyarat bahwa dia akan membunuhnya.


"Sialan dia akan membunuhku demi kekasihnya." Gumam Andrew ketika sudah berada di luar ruangan dia merutuki dirinya sendiri sudah masuk tanpa permisi.


"Sayang kan aku sudah bilang jangan melakukan di kantor, kau si tidak mendengarkanku jadinya kan ketahuan sama si Andrew." Keyla berdiri dari pangkuan Marcel dan mencebikkan bibirnya.


"Maafkan aku sayang, ayo kita lanjutkan di apartemen saja." Ajak Marcel memeluk Keyla dari samping sambil tersenyum.


"Oh ayolah otakmu hanya hal seperti itu saja sayang, nanti jika sudah menikah kau bosan denganku dan mencari wanita lain." Keyla memalingkan wajahnya ke arah samping setelah mengatakan hal itu kepada Marcel.


"Aku tak akan bosan denganmu sayang yang ada setiap hari kau itu candu bagiku." Marcel mencium sebelah pipi Keyla dengan lembut.


"Apakah kau serius?!" Keyla menatap manik mata Marcel dengan dalam.


"Aku serius sayang, kau itu berharga bagiku. Dan jika kau meminta aku untuk tidak mati yang pasti aku sangat senang artinya kau mau hidup bersamaku selamanya." Jawab Marcel terkekeh mengeratkan pelukannya di tubuh Keyla.


"Sesak sayang." Keyla berusaha melepaskan pelukan Marcel di tubuhnya.


"Sorry sayang." Marcel melepaskan pelukannya dan mengajak Keyla untuk duduk di atas sofa bersamanya.


Tidak berapa lama Diana datang keruangan Marcel membawa berkas-berkas dan meletakkannya di atas meja kerja Marcel, setelah itu dia menghampiri Keyla yang sedang duduk di atas sofa bersama Marcel.


"Key, gue ada informasi dari anak buah suruhan gue ternyata Ziko dan Caca beberapa hari yang lalu sedang berbulan madu di Paris." Diana menjelaskan kepada Keyla sambil menyandarkan tubuhnya di atas sofa.


"Maksud Aunty apa?!" Marcel yang mendengar nama Ziko langsung menatap ke arah Diana untuk meminta penjelasan.


"Maksud Aunty." Jawab Diana gugup dan beralih menatap ke arah Keyla untuk meminta bantuan supaya dia menjelaskan kepada Marcel.


"Aku takut kehilangan Mommy dan aku takut jika Mommy mencintai Uncle Ziko." Marcel memeluk Keyla dengan erat dan menempatkan kepalanya di bahu Keyla.


"Iya sayang kau tidak usah merasa takut karena Mommy juga sangat mencintaimu." Keyla mengusap punggung Marcel dengan lembut.


"Hey kalian bisa-bisanya mengabaikanku di sini." Diana mencebikkan bibirnya menatap malas ke arah Keyla bersama Marcel yang sedang berpelukan.


"Bilang saja kau mau di peluk juga Aunty." Timpal Marcel mengejek tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Keyla.


Rangga akhir-akhir ini kau susah sekali untuk di hubungi, kangen tahu. Batin Diana kesal.


"Sudahlah aku keluar dulu masih banyak kerjaan." Diana beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan.


"Sayang apa Ayahmu mencintai Aunty Diana juga." Keyla mencoba menanyakan kepada Marcel mengenai perasaan Rangga.


"Sepertinya sayang, aku bisa melihat dari sorot matanya ketika menatap Aunty Diana." Jelas Marcel sambil melepaskan pelukannya.


"Sudahlah tidak usah memikirkan orang lain, yang harus kita pikirkan pernikahan kita 2 hari lagi sayang siap-siap kita berolahraga malam setiap hari." Marcel menggoda Keyla dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Astaga aku baru menyadari jika otakmu sangat mesum." Keyla mencubit lengan kekar Marcel yang di balut oleh kemeja putih.


"Sayang beraninya kau." Siap-siap Marcel mulai menggelitiki perut Keyla.


Haha.. Haha..


"Sayang hen--tikan." Ucap Keyla di sela tawanya, berusaha menjauhi Marcel.


"Tidak akan, sebelum kau mengiyakan untuk berolahraga malam setiap hari denganku." Marcel terus menggelitiki perut Keyla tanpa ampun.


Anak ini benar-benar menyebalkan. Batin Keyla merasa kesal.


"Baiklah Mommy setuju." Jawab Keyla di sela tawanya, Marcel yang mendengar Keyla mengatakan setuju dia langsung beralih menciumi wajah Keyla bertubi-tubi.


"Astaga hentikan sayang, geli tahu." Keyla mendorong tubuh kekar Marcel.


_________________________


Terimakasih yang sudah mampir ❤️


Jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote🙏


Maafkan Author yang baru Update hari ini, kemarin-kemarin sempat terserang penyakit tapi alhamdulilah hari ini sudah membaik dan bisa menyempatkan waktu untuk menulis kembali.