
Hem.. Keyla haya berdehem tanpa menjawab ucapan Marcel, dan terus berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Marcel dia terus mengikuti langkah Keyla, sambil sesekali dia melirik ke arah Keyla.
"Stop, jangan melirik Mommymu lagi sayang." Gumam Keyla kesal, tanpa melihat ke arah Marcel.
"Tidak bisa Mom." Jawab Marcel spontan, menatap ke arah Keyla.
"Kenapa?!" Tantang Keyla menatap tajam ke arah Marcel.
"Aku tidak terbiasa di diamkan olehmu Mom." Ucap Marcel dengan suara parau.
"Ok baiklah, Mom mengalah." Dengan santai Keyla menjawab, sambil menarik tangan Marcel memasuki kamarnya.
"Thanks Mom." Marcel tersenyum menatap pergelangan tangannya yang di tarik oleh Keyla.
Kini Marcel sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan paha Keyla yang di jadikan bantal, sambil memejamkan kedua matanya. Sedangkan Keyla dia bersandar di kepala ranjang, dengan lembut dia mengelus rambut milik Marcel.
"Jika kau belum siap bercerita, tidak apa-apa sayang." Keyla tersenyum ke arah Marcel, ketika dia membuka kedua matanya menatap ke arah Keyla.
"Tidak Mom, aku harus menceritakannya." Dengan mantap Marcel menjawab, dan membalas senyuman Keyla.
Kemudian Marcel beranjak berdiri dan keluar dari kamar Keyla, tidak berapa lama setelah itu dia kembali dengan membawa sebuah poto.
"Ini poto keluargaku Mom." Ucap Marcel menyerahkan sebuah poto kepada Keyla, dan dia langsung merebahkan tubuhnya seperti tadi.
"Jadi kau anak dari Alex dan Sella?!" Tanya Keyla begitu terkejut, setelah melihat poto keluarga Marcel.
"Mom mengenal kedua orangtuaku." Dengan ragu Marcel menanyakan balik kepada Keyla.
"Iya sayang, dia tadi siang yang bertemu dengan kita di restoran." Keyla menjawab dengan suara lembut, sambil tersenyum.
"Tapi kenapa wajahnya berbeda Mom, aku tidak mengenalinya." Marcel terkejut dengan ucapan Keyla, karena harus bertemu kembali dengan sosok Daddynya.
"Seperti yang di jelaskan oleh Aunty Diana, sayang." Keyla menatap lekat wajah Marcel yang begitu terkejut dengan ucapannya.
"Jadi.. Ja-- di dia." Marcel tidak meneruskan ucapannya, kini dia memejamkan kedua matanya.
Ada buliran air mata yang keluar dari sudut matanya, Keyla yang melihat itu ia segera mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Marcel dengan lembut.
"Sayang." Ucap Keyla dengan suara lirih.
"Mom jadi Mommyku sudah meninggal." Tanya Marcel dengan suara bergetar, sedangkan Keyla dia hanya mengangguk.
"Aku tahu Mommyku tidak jahat kepadaku, dia hanya berpura-pura menyiksaku dan membuangku demi melindungiku dari Daddy." Marcel menjawab ucapan Keyla, sambil menatap poto keluarganya.
"Apa maksudmu sayang." Keyla bingung dengan ucapan Marcel, karena yang dia tahu saat ini bahwa Marcel adalah anak dari Alex dan Sella.
"jadi dulu."
Flashback on.
"Son, di mana Mommymu." Tanya Alex kepada Marcel.
"Dad kau sudah pulang? kenapa tiba-tiba menanyakan Mommy bukan aku." Jawab Marcel kesal, menatap tidak suka kepada Alex.
"Ah Son kau sangat menggemaskan, Dad hanya ingin memberitahu Mommymu nanti malam kita berangkat liburan ke Paris Son." Dengan santai Alex menjawab dan tersenyum ke arah Marcel.
"Benarkah Dad, kita akan liburan keluarga ke Paris." Tanya Marcel tidak percaya, karena masih terkejut dengan ucapan Alex. Biasanya dia selalu sibuk dan sibuk dengan pekerjaannya.
"Yes Son., maafkan Daddy yang selalu sibuk." Alex mendekati Marcel dan memeluknya dengan erat.
Tiba-tiba Sella datang menghampiri kedua laki-laki yang saat ini di cintainya, dan tersenyum melihat keduanya tengah berpelukan.
"Wah ada apa ini, sepertinya kalian sedang bahagia?!" Tanya Sella tersenyum.
"Mom kita akan liburan ke Paris." Ucap Marcel kepada Sella dengan antusias.
"Benar sayang, kita akan liburan ke Paris, nanti malam kita berangkat." Timpal Alex sambil mencium kening Sella.
Malam itu tiba, Kami bertiga menaiki mobil dan membawa beberapa barang yang akan di gunakan saat berlibur di sana, Akan tetapi ketika kita akan berangkat ke bandara, mobil kami di hadang oleh beberapa mobil dan keluar laki-laki yang berseragam jas berwarna hitam dari mobil tersebut.
Tidak berapa lama setelah itu juga keluar seorang lelaki gagah dengan sorot mata tajam dari salah satu mobil tersebut, dan menghampiri mobil kami. Kira-kira dia seumuran dengan Alex, tapi entah kenapa setelah melihat raut wajah lelaki itu Alex berubah menjadi marah dan sorot matanya sangat tajam.
"Kau mau apa sebenarnya menghalangi jalanku." Bentak Alex menatap tajam, keluar dari dalam mobilnya.
"Kau selama ini sudah mengambil seorang wanita yang aku cintai, dan sekarang kau akan membawa kemana anakku juga, Alex." Jawabnya santai dan tersenyum menyeringai ke arah Alex.
Apa maksudnya. Batin Alex bertanya-tanya.
"Kau tidak tahu, sebenarnya dia adalah anakku bukan anakmu. Selama ini kau di bohongi oleh istri yang selama ini kau cintai." Ucapnya dengan panjang lebar, sambil menatap Alex yang terkejut.
Sedangkan Sella yang berada di mobil dia tidak tahan dengan ucapan mantan kekasihnya, dia berjalan mendekati Alex dan memeluk Alex dari belakang sambil meneteskan air matanya.
"Sayang maafkan aku." Ucap Sella di sela tangisnya.
Alex yang sudah di kuasai dengan amarah melepaskan pelukan Sella, dan beralih menatap Marcel yang berada di dalam mobil yang sedang ketakutan.
Dengan langkah panjang Alex menghampiri mobilnya, dan menatap tajam ke arah Marcel sambil menggendongnya keluar dari dalam mobil.
Alex yang sudah di liputi oleh amarah, dia meninggalkan Marcel dan Sella di pinggir jalan. Dan tidak mempedulikan lagi mereka berdua. Sedangkan Sella kini tengah menatap sendu ke arah mantan kekasihnya.
"Maafkan aku, aku hanya ingin kau dan anakku saat ini berada di sisiku." Ucapnya dengan suara parau, menghampiri Sella dan Marcel.
"Maaf aku tidak bisa, aku sudah menikah dan mencintai suamiku. Aku janji akan mengurus anak kita dengan baik. Jadi stop jangan mengganggu kehidupanku dengan Marcel." Jawab Sella di sela tangisannya.
Dari kejauhan Sella melihat ada taxi yang akan lewat, dengan tergesa-gesa dia menggendong Marcel dan berlari menghampiri taxi.
Flashback Off.
"Setelah kejadian itu sikap Daddy berubah menjadi jahat dan sering memukuliku, padahal aku tidak pernah nakal dan Mommy dia hanya diam sambil menangis ketika aku sedang di pukuli oleh Daddy." Marcel menjelaskan panjang lebar kepada Keyla, yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.
"Sayang." Keyla mengelus rambut Marcel, dan sesekali mengusap buliran air mata yang membasahi pipi Marcel.
"Bahkan ketika aku masih berumur 7 tahun, Daddy sering memintaku untuk tidur di depan teras rumah, dan dia juga tidak memberiku makan selama 3 hari. Akan tetapi Mommy selalu diam-diam memberi aku makan di saat Daddy tidak ada di rumah, dan dia selalu meminta maaf kepadaku tentang sikap Daddy yang berubah." Dengan suara bergetar dia menjelaskan kembali kepada Keyla.
"Karena Mommy tidak tega denganku yang setiap hari di siksa oleh Daddy, dia berakting seolah-olah sedang memukuliku dan memarahiku ketika Daddy baru pulang kerja. Dan di saat itu Daddy berfikir bahwa Mommy juga sedang membenciku, selama satu tahun aku menerima semua perlakuan Daddy dan Mommy. Memang aku tahu kalau Mommy hanyalah pura-pura tapi aku sakit melihat Mommy malah memilih Daddy di bandingkan dengan anaknya sendiri, rasanya aku menyerah dan lebih baik mati. Saat itu juga kebetulan aku sedang sakit jadi lebih gampang untuk mengakhiri hidupku. Akan tetapi Mommy malah memberiku obat supaya sembuh dan dia malah menyerahkan poto keluarga kepadaku. Setelah itu Mommy berakting kembali di depan Daddy supaya mengusirku dari rumah." Ucap Marcel panjang lebar dan menatap Keyla yang sudah menangis.
"Sayang, apa masih panjang ceritamu." Tanya Keyla di sela tangisannya.
"Kenapa Mom, apa sudah bosan mendengarkannya." Marcel terkekeh mendengar ucapan Keyla.
"Tidak sayang, lanjutkan saja." Keyla menjawab sambil tersenyum.
"Tanpa di sadari Daddy menyetujui Mommy untuk mengusirku, dan malamnya Daddy dan Mommy meninggalkanku di jalan X sendirian." Marcel menatap Keyla dengan tersenyum.
"Terus."
Setelah itu tidak sengaja bertemu dengan wanita secantik Mommy." Ucap Marcel dengan suara menggoda.
"Kau ini, menyebalkan." Jawab Keyla terkekeh.
Sebelum mereka membuangku, Mommy menyuruh untuk mencari Ayah kandungku. Tapi sorry Mom aku belum bisa mengatakannya, karena aku tidak mau merepotkanmu lagi. Batin Marcel menatap Keyla dengan tatapan tersenyum.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Maaf menunggu ya🙏
Tapi jangan khawatir karena malam nanti aku bakalan Up lagi untuk kalian😉