
"Sayang kamu sudah pulang." Keyla melepaskan pelukan Marcel, dan membalikkan tubuhnya menatap manik mata Marcel.
"Iya sayang." Balas Marcel kembali memeluk tubuh Keyla.
"Hey nanti pakaianmu basah sayang." Keyla kembali melepaskan pelukan Marcel, dengan raut wajah kesal.
"Ck, menyebalkan." Marcel mendengus kesal.
Keyla berjalan mengambil jubah handuk yang tergeletak di atas kursi panjang, setelah itu dia berjalan menghampiri ke arah Marcel.
"Ayo sayang masuk, pakaianmu jadinya basahkan." Keyla menggandeng tangan Marcel masuk ke dalam mansion.
Tidak berapa lama Keyla yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, dia berjalan melangkahkan kakinya menghampiri kamar Marcel.
Tok.. Tok.. Tok..
"Sayang Mom masuk ya." Teriak Keyla sambil membuka pintu kamar Marcel.
"Sepertinya sudah ada yang kangen." Goda Marcel terkekeh menghampiri ke arah Keyla yang sedang menatapnya.
"Mom aku sangat merindukanmu." Marcel memeluk Keyla dengan erat.
"Sa--yang, Mom tidak bisa bernafas." Ucap Keyla terbata-bata berusaha melepaskan pelukannya.
"Sorry Mom." Marcel melepaskan pelukannya sambil terkekeh, ketika melihat raut wajah Keyla yang sedang menghela nafas.
"Gimana ujiannya sayang?!" Tanya Keyla Menatap intens kepada Marcel.
"Tenang Mom itu sangat mudah bagiku." Jawab Marcel dengan bangga sambil menaikkan satu alisnya.
"Terlalu percaya diri sekali kau." Gumamnya pelan.
Marcel berjalan menghampiri ranjang king size miliknya, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil tersenyum menatap ke arah Keyla.
Contoh visual Marcel.
"Mom sini naik." Rengek Marcel.
"Gak ah nanti ujung-ujungnya ada si udang di balik bakwan." Keyla memalingkan wajahnya.
"Janji, aku hanya memelukmu saja sayang" Dengan serius Marcel mengacungkan 2 jari seperti huruf V kepada Keyla.
"Baiklah." Keyla terpaksa menaiki atas ranjang dan tidur di sebelah Marcel.
Cup.
Tiba-tiba Marcel mencium bibir Keyla dengan lembut, tanpa sadar setelah itu dia tersenyum menatap ke arah Keyla yang sedang terkejut.
"Kau." Bentak Keyla menutup bibirnya.
"Manis sayang, boleh ya." Ucap Marcel memohon kepada Keyla dengan memasang wajah imut.
Aish anak ini kenapa jadi sangat menggemaskan saja. Batin Keyla.
"Tidak boleh." Tegas Keyla.
"Baiklah sayang, aku tidak akan memaksamu tapi aku hanya akan menyosor." Marcel kembali mencium bibir Keyla dengan lembut.
"Itu sama saja tujuannya." Ketus Keyla tanpa melihat ke arah Marcel.
Haha.. Haha..
Tiba-tiba ponsel milik Keyla berdering ada panggilan masuk dari Diana, hingga membuat tawa Marcel berhenti.
"Hallo ada apa?!" Ketus Keyla.
(_____________)
(________________)
"Bilang saja sama Marcel, dia kan CEO perusahaan Wijaya sekarang bukan gua." Sekilas Keyla melirik ke arah Marcel.
(________________)
"Biasanya juga lo berani sama dia." Keyla kembali melirik ke arah Marcel yang sedang menatapnya dengan tatapan heran.
Marcel yang berada di sebelah Keyla sudah mulai kesal karena merasa di abaikan, kemudian dia merebut ponsel milik Keyla.
"Aunty jangan telpon Mommy lagi." Decak Marcel kesal, setelah itu dia mematikan ponsel milik Keyla dan menaruhnya di atas nakas.
"Sayang kenapa di matikan." Protes Keyla.
"Kalau tidak di matikan Mom akan terus berbicara dengan Aunty Diana, dan mengabaikan keberadaanku di sebelahmu sayang." Dengan kesal Marcel menjelaskan kepada Keyla.
Haha.. Haha..
"Jadi kau cemburu dengan Aunty Diana." Tanya Keyla di sela tawanya.
Kenapa juga aku harus cemburu kepada Aunty Diana. Batin Marcel bertanya-tanya.
"Tidak, dia kan perempuan. Mana berani aku cemburu sama Aunty Diana." Dengan santai Marcel menjawab.
"Halah tidak usah mengelak sayang." Keyla mencubit lengan kekar Marcel dengan gemas.
Aww.
"Cantik-cantik tapi kasar." Ketus Marcel mengusap pelan lengannya.
"Hey yang ada kau, sudah tangan berotot dan di cubit segitu saja sudah kesakitan." Ketus Keyla.
Malam harinya mansion Wijaya.
Suasana di mansion begitu ramai ketika kedatangan Diana, Caca dan Rangga yang sedang berada di ruang keluarga. Mereka sesekali tertawa terbahak-bahak yang sedang bermain truth or dare.
"Sekarang kau pilih Key, mau tantangan dariku atau lo harus jujur." Ucap Diana menatap ke arah Keyla.
Hening.
Keyla sejenak menatap ke arah Marcel, dan ternyata Marcel juga sedang menatap ke arahnya dengan ekspresi datar.
"Tantangan." Jawab Keyla spontan."
"Kalau begitu bergoyang sensual di depan Marcel, tapi Marcel jangan berdiri sudah duduk saja di situ?!" Dengan santai Diana mengatakan hal itu kepada Keyla, sambil melihat ke arah Marcel yang sedang tersenyum tipis.
"Ck, menyebalkan ke enakan dia." Protes Rangga menunjuk ke arah Marcel.
Marcel yang di tunjuk oleh Rangga, dia baru teringat sesuatu dan tanpa sadar dia tersenyum menyeringai ke arah Rangga. Lalu dia membisikkan sesuatu di telinga Keyla, dan alangkah terkejutnya Keyla ketika dia mendengarkan bisikan dari Marcel.
"Baiklah aku akan melakukan tantangannya sekarang, asalkan setelah ini lo juga bergoyang seperti gua di hadapan bokapnya Marcel gimana?!" Tantang Keyla balik kepada Diana.
Tanpa pikir panjang Diana menyetujui tantangan Keyla, sedangkan Rangga dia terkejut dengan tantangan Keyla.
Oh **** anak sama menantu kurang ajar, bisa-bisanya dia memberikan tantangan seperti itu. Batin Rangga kesal.
Dengan ragu Keyla berdiri dan menghadap ke arah Marcel yang sedang duduk di atas sofa, ragu-ragu Keyla mulai bergoyang di depan Marcel dan perlahan menghentakkan pinggulnya yang hanya memakai celana pendek, sedangkan Marcel dengan susah payah dia menelan salivanya ketika ******** Keyla yang di balut oleh celana pendek tepat berada di depan matanya.
Sementara di tempat duduk Rangga yang tidak jauh dari Marcel dia memalingkan wajahnya ke sembarang arah dengan raut wajah kesal, sebenarnya Rangga sekarang belum bisa melupakan sosok Keyla di hatinya.
__________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
jika setiap epsnya tembus 20 komentar dan bom like apalagi vote. Author bakalan UP 1 hari 2x dan untuk di eps 50 bakalan ada pengumuman giveaway😉 stay terus di cerita Hot Mommy ya kalau ingin mengetahui hadiah giveawaynya gaes 😍