
*Tok Tok Tok *
"Nona muda maaf, di bawah sudah ada pengantin mempelai pria bersama seluruh anggota keluarganya." Pak Mun menundukkan kepalanya kepada Keyla setelah itu dia kembali kelantai bawah.
Keyla hanya membalas anggukan kepada Pak Mun, dan melupakan ucapan Diana yang tengah keceplosan.
__________________
Sementara di tempat lain.
Rangga berdecak kagum melihat putra semata wayangnya yang telah dia temukan, telah berubah menjadi sosok pria yang sangat tampan dan gagah dengan setelan jas berwarna gold. Aura pria berdarah korea selatan itu memang selalu bisa menghipnotis mata siapapun yang sedang melihat ketampanannya.
"Akhirnya, putraku." Rangga merangkul bahu lebar Marcel membuat pria berperawakan tinggi itu semakin gugup, takut jika ayahnya akan mengetahui dirinya saat ini sedang di landa gugup.
"Kamu gugup, hah? Ejek Rangga melihat wajah tegang Marcel.
"Hmm seperti akan melaksanakan ujian saja, tapi Ayah kau tahu ini lebih dari itu, huh!!" Marcel menghela nafas panjang.
"Jika kau merasa tidak yakin ya sudah Ayah saja yang akan menggantikanmu menjadi pengantin mempelai prianya, bagaimana?" Goda Rangga menaikkan satu alisnya.
Sementara Marcel tidak menjawab ucapan Rangga, melainkan berjalan keluar kamar tanpa mempedulikan Rangga yang sedang terkekeh.
"Ayolah come on boy, ayah hanya bercanda." Rangga mengikuti langkah Marcel, sambil sesekali terkekeh melihat putranya yang begitu besar mencintai Keyla Wijaya.
"Hmm aku tahu." Balas Marcel datar tanpa melihat ke arah Rangga.
♥️♥️♥️♥️
"Di gue ko gugup ya." Keyla menatap Diana dari pantulan cermin.
"Lo gak usah gugup gitu Key, biasanya juga lo bisa santai saat di atas podium dan lihat ribuan orang, kenapa sekarang gugup?" Balas Diana santai, sambil menggandeng tangan Keyla.
"Ya beda lah jubaedah konsepnya sekarang gue lagi married dan di saksikan orang banyak, serasa beda gitu rasanya ah susah sih bicara sama orang yang belum married." Ledek Keyla.
"Gak asik lo Key ujung-ujungnya bikin hati gue ingin married juga." Rengek Diana dengan wajah memelas.
"Di gue jijik tahu lihat muka lo seperti itu." Keyla bergidik menatap Diana.
Ketika di pertengahan anak tangga Keyla berhenti melangkah, dan terlihat jelas jika di bawah sudah banyak para tamu undangan yang hadir di acara pernikahannya. Mereka sangat menikmati acara dan hidangan yang telah di sediakan.
"Key, ayo." Ajak Diana lembut mengusap lengan Keyla, dan di balas anggukan oleh Keyla.
Para tamu undangan yang hadir di acara pernikahan tersebut, begitu terpukau dengan kecantikan yang di miliki oleh Keyla saat menuruni anak tangga. Dengan gaun pengantin cantik dan elegan, Keyla semakin terlihat menawan dalam balutan gaun pengantin berwarna black yang sangat menyatu dengan kulit putih Keyla, tak lupa dengan sedikit sentuhan makeup tipis di wajahnya semakin memperjelas aura kecantikan yang di miliki oleh Keyla.
Sementara tak jauh dari tempat Keyla berjalan, Marcel terus memandangi wajah Keyla seakan tak puas jika mengalihkan pandangannya dari seorang wanita yang awalnya dia panggil Mommy kini wanita itu akan menjadi istri sah dan ibu dari anak-anaknya kelak.
Kilatan blitz dari kamera para pewarta yang telah di sediakan tempat khusus untuk mengambil gambar dirinya dan Keyla sudah mulai menghujani.
Dua hari yang lalu, Marcel menyuruh Andrew sahabatnya untuk menarik para pewarta agar meliput pernikahannya. Alasannya dia ingin semua orang tahu bahwa Keyla Wijaya adalah istri sah yang satu-satunya dia cintai.
Saat Keyla sudah mulai mendekat, Marcel menyambut kedatangan Keyla dengan tersenyum lebar tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Keyla.
"Apakah aku sangat cantik sayang, sehingga matamu sepertinya tidak ingin berpaling dari wajah cantikku." Goda Keyla mengedipkan sebelah matanya.
"Kau sudah pintar menggodaku ya." Marcel terkekeh melihat tingkah Keyla yang sedang menggoda dirinya.
"Karena kau yang sering mengajariku, tuan." Balas Keyla tersenyum lebar.
Keyla melingkarkan tangannya di lengan
Keyla mempercayakan dirinya bahwa Marcel adalah pria terbaik yang di kirim oleh tuhan untuknya.
"Ya, ya, ya baiklah tuan putri kau memang muridku yang cantik dan pintar." Marcel mengelus punggung tangan Keyla dan sesekali tersenyum lebar.
Janji pernikahan pun di ucapkan!
"Keyla Wijaya, apakah kamu bersedia menikah dengan Marcel Putra Jaya dalam suka maupun duka? Sampai maut yang akan memisahkan kalian?" Ucapnya serius.
"Iya aku bersedia." Dengan yakin Keyla menjawab.
"Dan sekarang giliran kau Marcel Putra Jaya apakah kamu bersedia menikahi Keyla Wijaya dalam suka maupun duka? Sampai maut memisahkan kalian?" Ucapnya serius.
"Yes i do." Jawab Marcel tegas.
Setelah mengucapkan janji pernikahan, Marcel memasangkan cincin di jari manis Keyla dan begitu pun Keyla. Tidak lama kemudian semua lampu yang berada di ruangan mati hanya lampu sorot yang sedang memperlihatkan sepasang pengantin tengah asik berciuman di tengah ribuan orang, dan menampilkan video mesra Keyla bersama Marcel di layar proyektor.
Semua para tamu undangan saat ini mereka sangat iri kepada sepasang pengantin yang sangat serasi begitu mesra di atas sana, bahkan Diana yang tengah menyaksikan sahabatnya menikah dengan pria pilihannya tidak terasa meneteskan air mata bahagia.
"Semoga kalian tetap bahagia hingga maut memisahkan kalian Key." Ucap Diana di sela mengusap air matanya, sementara Rangga yang tidak sengaja melihat Diana meneteskan air matanya hanya tersenyum tipis.
"Kenapa hanya memperlihatkan video mesra mereka." Ucap pria yang berada di sudut ruangan itu kesal.
Tiba-tiba layar proyektor kembali nyala memperlihatkan video kejahatan Alex yang tengah menjebak Keyla bersama Rangga di kamar hotel, dan saat menaruh obat perangsang di minuman Keyla bahkan masih banyak lagi kejahatan-kejahatan Alex terhadap Keyla dan Marcel.
"Sial!! Sepertinya aku di jebak sama mereka, tapi siapa yang sudah mengetahui kejahatanku." Decak Alex kesal, sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Sementara tim kepolisian dan beberapa anak buah Rangga sedang mencari keberadaan Alex, mereka kehilangan jejak padahal Rangga sudah berpesan jika Alex sangatlah licik.
Pada saat video Alex di tayangkan, sebenarnya Alex sudah berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut lewat jalan yang telah dia siapkan untuk berjaga-jaga jika rencananya gagal.
"Haha haha kalian tidak akan bisa menangkapku." Ucap Alex di sela tawanya, sambil sesekali memukul setir mobil.
Flashback on.
Ketika Alex sedang berbicara dengan seorang pria yang bertugas di belakang layar, tidak sengaja Andrew melihatnya.
Dan terimakasih banyak kepada readers yang sudah setia menunggu cerita novelku, maaf baru up lagi ya🙏🏻