
Keesokan harinya.
Semua orang yang berada di meja makan sangat antusias dengan kedatangan pengantin baru, pasalnya mereka sangat penasaran bagaimana dengan malam pertamanya Marcel dan Keyla.
"Pengantin baru belum pada turun nih?" Ucap Diana terkekeh dan duduk di sebelah Rangga.
"Mungkin mereka kelelahan, apalagi si Marcel kan." Timpal Andrew terkekeh membayangkan keperkasaannya si Marcel.
"Heh ngebayangin apa lu?" Ziko mengusap wajah Andrew dengan tatapan menyelidik.
Sedangkan Andrew hanya memutar kedua bola matanya malas tanpa menjawab ucapan Ziko.
"Gue gak sabar pengen tahu cerita malam pertama mereka." Diana kembali begitu antusias menunggu kedatangan Keyla dan Marcel.
"Emangnya lu Di, hal yang gak penting aja lu ceritain termasuk." Timpal Caca dengan entengnya sekilas melihat ke arah Rangga.
"Ah stop." Dengan cepat Diana menjawab sambil menatap tajam ke arah Caca, Sementara Caca hanya tersenyum tipis
Tidak berapa lama orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya keluar dari arah pintu lift, mereka terlihat sangat bahagia terutama Marcel kedua sudut bibirnya melengkung dengan lebar.
"Hmmm cie yang udah malam pertama, uhuy." Ledek Diana menaikkan satu alisnya, sambil terkekeh.
"Apansi lu Di, gak penting deh." Dengan kesal keyla menjawab ucapan Diana.
"Uh romantis banget sih pengantin baru, kalau udah lama hmmm gak mungkin seperti itu." Timpal Caca tersenyum saat melihat Marcel memperlakukan Keyla bak ratu.
"Bilang saja kamu mau juga sayang." Ziko membalas ucapan Caca, sambil tersenyum lembut.
Ehem.
Rangga berdehem sangat keras dan sedikit
menggebrak meja, sehingga membuat semua orang yang berada di meja makan diam seribu bahasa tidak ada lagi yang berbicara. Karena memang peraturan di keluarga Wijaya saat makan tidak boleh ada yang berbicara kecuali hal yang penting.
Gila calon suami gue keren juga ya jika sedang marah gitu, rasanya aku ingin meluk dia dari belakang. Batin Diana tersenyum geli, sambil membayangkan.
Tanpa sadar dari sudut mata Rangga, dia memperhatikkan gerak-gerik Diana yang terlihat sedang senyum-senyum sendiri sambil mengaduk makanannya.
Dia kenapa? Ah sudahlah lupakan. Batin Rangga bertanya-tanya, sambil menggelengkan kepala.
Setelah selesai sarapan pagi semua orang yang berada di kediaman keluarga Wijaya
kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
🖤🖤🖤🖤🖤
WIJAYA GROUP.
Marcel begitu gagah dan berwibawa ketika sedang berjalan di loby bersama Andrew yang tak kalah gagah di sampingnya, semua mata karyawan tertuju kepada mereka berdua apalagi kini setelah menikah aura Marcel sangat berkharisma terutama di mata para wanita.
"selamat pagi pak." Sapa salah satu karyawan wanita tersenyum ramah, sambil menunduk.
"Pagi." Balas marcel dan Andrew secara bersamaan, sambil tersenyum tipis.
*Ya tuhan mereka sangat tampan sekali, jika boleh sisakan satu untukku tuhan. Batin karyawan wanita tersebut. *
Di setiap langkah menuju ruangan presdir, Andrew tidak berhenti bertanya kepada Marcel tentang malam pertamanya bersama Keyla.
Dan membuat raut wajah Marcel berubah menjadi kesal.
"Cel jawab ke gue kan pengen tahu, yaelah pelit amat si lu." Andrew masih saja penasaran dengan ke perkasaannya Marcel.
"DIAM." Bentak Marcel dengan tatapan tajam ke arah Andrew, dan membuat para karyawan yang melihat kejadian itu bertanya-tanya karena tidak biasanya presdir mereka terlihat sangat marah kepada Andrew.
Sementara Andrew yang di bentak oleh Marcel seketika langsung diam. Dan tidak berapa lama mereka sudah sampai di ruangan presdir, dengan sigap Andrew langsung membacakan jadwal Marcel hari ini
dan menyerahkan beberapa dokumen di meja kerja Marcel.
"Untuk jadwal hari ini bapak tidak banyak, hanya bertemu dengan dua client dari luar negeri dan setelah itu kita--." Ucapan Andrew terhenti ketika ponsel milik Marcel berdering.
"Hallo Mom."
(______________________)
"Baiklah aku tunggu kedatanganmu Mom, hati-hati ya." Ucap Marcel dengan lembut.
(______________________)
Haduh pengantin baru. Batin Andrew menghela nafas.
"Love you more, Mom." Balas Marcel sambil tersenyum.
💋💋💋
Tanpa sadar Marcel mencium ponselnya, sambil tersenyum tipis di hadapan Andrew.
Dih bucin. Batin Andrew kembali terkejut ketika melihat Marcel mencium ponselnya sambil tersenyum.
Hmmm.
Marcel berdehem ketika tidak sengaja melihat Andrew sedang menatap dirinya, sambil menggelangkan kepala.
"Kenapa?" Tanya Marcel to the point.
"Nothing." Balas Andrew dengan cepat, dan mengangkat kedua bahunya.
"Jadi bagaimana rencana lu?" Kini Andrew kembali berbicara seperti sahabat dengan Marcel, pasalnya mereka tidak sedang membahas pekerjaan.
Sementara kini raut wajah Marcel berubah sangat serius, dengan tatapan mata yang tajam dia menatap ke arah luar jendela.
SEMENTARA DI TEMPAT LAIN.
"Cie yang sudah ganti status." Ledek Diana menyenggol bahu Keyla.
"Lu mau ya?" Tunjuk Keyla di hadapan wajah Diana.
"Mau apa dulu nih?" Diana menurunkan jari Keyla, sambil menaikkan salah satu alisnya.
Melihat tingkah Diana seperti itu membuat perut Keyla kembali ingin muntah, dengan tergesa-gesa Keyla berlari ke arah toilet yang berada di loby.
*Week,, Weekk,,, *
Di dalam toilet Keyla terus memuntahkan isi perutnya termasuk usus-ususnya eh canda maksudnya makanan.
Sementara Diana yang berada di depan pintu toilet malah panik sambil mondar-mandir gak jelas.
Duh gimana ini, Keyla kenapa ya muntah-muntah? Masa sih setelah lihat muka gue dia langsung muntah, emangnya muka gue. Batin Diana sedikit kesal membayangkan kejadian tadi.
"Key, are you okay?" Teriak Diana dari luar, sambil mengetuk-ngetuk pintu,
"Bego lu Di, sudah tahu gak baik-baik saja malah nanya." Sahut Keyla dari dalam kamar mandi sedikit kesal.
"Sensi amat lu, gue kan basa-basi nanya." Gerutu Diana kesal.
"Telpon Marcel Di cepat." Keyla kembali berteriak dari dalam toilet.
"Astaga kenapa gue melupakan si bocah tengil itu." Diana menepuk jidatnya, dan tidak berapa lama dia langsung menelpon Marcel.
Ceklek.
"Key, wajah lu pucat banget?" Tanya Diana khawatir ketika melihat raut wajah Keyla sangat pucat.
"Gue----" Tiba-tiba tubuh Keyla kehilangan keseimbangan.
Bruuugghh.
Marcel dengan cepat menangkap tubuh mungil Keyla, dan meninggalkan toilet menuju ruangannya.
"Apa lihat-lihat?" Tanya Diana menatap Andrew yang tak sengaja sedang menatapnya.
"Cantik-cantik ko galak." Gumam Andrew pelan dan meninggalkan Diana.
**Terimakasih yang sudah mampir di karyaku jangan lupa tinggalkan LIKE , COMENT, VOT E. **
Maaf sudah membuat kalian menunggu cerita hot mommy karena kemalasanku.