
"Sayang kenapa kau meninggalkanku." Marcel merangkul pinggang Keyla dengan possesive.
"Karena kau menyebalkan." Decak Keyla kesal menepis tangan marcel yang berada di pinggangnya.
"Uluh,, uluh pasangan penomenal lagi pada berantem." Celoteh Diana terkekeh.
"Sepertinya menarik jika mereka sedang bertengkar." Rangga menanggapi ucapan Diana, dan tertawa kecil.
"Kami tidak bertengkar hanya saja sedang berselisih." Keyla membenarkan perkataan Diana dan Rangga.
"Itu sama saja Keyla Wijaya." Diana memutar kedua bola matanya malas.
" Ya ya ya." Keyla menggandeng tangan Marcel dan melangkahkan kakinya berjalan ke arah Ziko dan Caca yang sedang bersalaman dengan para tamu.
Kenapa aku tidak suka jika Mommy akan bersalaman dengan Ziko. Batin Marcel khawatir.
Sesampainya di tempat pelaminan, Marcel hanya bersalaman dengan mempelai sepasang pengantin tanpa memberikan ucapan selamat ataupun tersenyum, sementara Keyla yang berada di belakang Marcel dengan ragu dia mengulurkan tangannya kepada Ziko. Akan tetapi belum sempat mengulurkan tangannya Ziko sudah menarik tangan Keyla terlebih dahulu.
"Sayang maafkan aku yang tidak bisa menempati janjiku untuk menikah denganmu." Ucap Ziko lirih seakan-akan dia mempunyai hubungan lebih bersama dengan Keyla.
"Itu tidak masalah buat ku karena aku sudah pernah bilang hatiku hanya untuk Marcel." Tanpa ragu Keyla mengatakan hal itu kepada Ziko di samping Marcel yang terdiam mendengar pernyataan Keyla.
Deg.
Pasti anak itu besar kepala ketika Keyla mengatakan hal itu di depanku dengan jelas. Batin Ziko mendengus kesal.
Apa benar Mommy begitu mencintaiku. Batin Marcel tidak percaya.
Aku harap barusan Ziko bisa mengerti dengan pernyataan Keyla. Batin Caca berharap.
Setelah itu Keyla berganti memeluk Caca dengan erat, seakan kebahagiannya bisa di rasakan oleh Keyla juga, dan sebaliknya kesedihan yang di rasakan Caca pun Keyla bisa merasakannya.
"Aku harap lo bisa menjadi keluarga yang berbahagia Ca, dan bisa memulai hidup penuh warna dengan Ziko." Ucap Keyla dengan lembut yang masih memeluk Caca dengan erat.
Gue juga berharap seperti itu Key, meskipun sepenuhnya hati gue belum bisa melupakan Alex. Akan tetapi gue berusaha menjadi istri yang baik buatnya. Batin Caca berharap.
"Iya makasih Key, lo sahabat gue terbaik." Hanya itu yang keluar dari mulut Caca, sambil melepaskan pelukannya dari Keyla lalu tersenyum.
"Uh sayang." Keyla kembali memeluk Caca dengan erat, setelah itu dia melepaskan pelukannya sambil tersenyum dan pergi meninggalkan pelaminan bersama Marcel.
Sementara di sudut ruangan seorang pria tersenyum menyeringai ketika melihat Marcel yang menggandeng tangan Keyla, dia berdiri bersama dengan para pengusaha yang lain dan sesekali mereka tertawa.
Kau siap akan hancur malam ini Keyla. Batinnya tersenyum menyeringai.
Tidak terasa malam semakin larut, acara pun semakin ramai dengan kedatangan beberapa para tamu dari pengusaha ternama di seluruh kota yang mulai datang menghadiri acara pernikahan Ziko bersama Caca.
Tanpa sadar jika Alex sudah mendekat ke arah Keyla bersama Marcel yang sedang berbincang dengan para rekan bisnis dari perusahaan Wijaya.
"Iya tuan saya paham." Jawab pelayan menganggukkan kepalanya.
"Dan ini upahmu." Alex memberikan amplop coklat berukuran kecil kepada pelayan.
"Terimakasih tuan." Pelayan menundukkan kepalanya memberikan hormat, setelah itu dia berjalan ke arah Keyla dan Marcel yang sedang berbincang dengan beberapa pengusaha.
"Tuan dan nona silahkan di minum terlebih dahulu, ini persembahan dari acara pernikahan tuan Ziko dan nyonya Caca, mereka memerintahkan untuk setiap pelayan memberikan satu gelas minuman kepada para tamu." Pelayan memberikan minuman kepada Keyla bersama Marcel dan beberapa pengusaha.
Keyla merasa tidak ada hal yang mencurigakan dia meminum segelas wine dengan sekali teguk, karena sedari tadi Keyla sangat kehausan setelah perbincangan antara dirinya dengan Marcel dan beberapa rekan bisnisnya.
Sementara di tempat yang tidak jauh dari tempat Keyla, Alex tersenyum menyeringai karena minuman yang di berikan oleh pelayan telah habis di teguk oleh Keyla.
Kau akan merasakan kenikmatan malam ini Keyla. Batin Alex tersenyum menyeringai.
Setelah beberapa menit obat yang tercampur dengan wine telah bekerja dengan cepat, tubuh Keyla merasa panas padahal di mansion Ziko semua AC menyala. Bahkan tadi Keyla sempat merasa kedinginan dengan pakaian yang terbuka, tapi sekarang Keyla merasa kepanasan.
Tubuhku kenapa tiba-tiba panas. Batin Keyla menyentuh bagian lehernya yang mulai berkeringat.
"Mom kau kenapa?" Tanya Marcel khawatir yang melihat Keyla seperti kepanasan, dan dia bisa melihat beberapa keringat yang keluar dari keningnya.
"Entahlah sayang, ayo kita pindah keluar ruangan rasanya Mom panas di sini." Keyla menarik tangan Marcel untuk mengikuti langkahnya.
"Marcel lo ikut gue sebentar." Tiba-tiba Diana berdiri di hadapan Keyla dan Marcel, setelah itu dia menarik tangan Marcel sehingga menjauh dari Keyla terlebih dahulu.
"Aunty ada apa ?! Lepasin tanganku kasian Mommy dia kepanasan." Gerutu Marcel kesal menepis tangan Diana.
"Dengerin dulu tadi Aunty tidak sengaja melihat Alex berbicara dengan pelayan yang mengantarkan minuman kepada kalian, entah apa yang dia rencanakan sepertinya Alex memasukan obat perangsang ke dalam minuman Keyla." Panjang lebar Diana menjelaskan kepada Marcel, dan sekilas dia melihat ke arah Keyla yang masih saja mengusap leher dan keringat di keningnya.
Deg.
"Apa Aunty serius?! Memangnya dia di undang dan kenapa dia memberikan obat perangsang kepada Mommy." Marcel mulai prustasi menatap bingung kepada Diana.
"Mana Aunty tahu dia di undang atau tidak, yang pasti Alex mempunyai rencana jahat untuk Keyla. Tugasmu hanya membantu Keyla pergi dari sini, takutnya Alex berbuat lebih terhadap Keyla." Diana kembali menjelaskan kepada Marcel sambil menepuk bahunya, setelah itu dia pergi meninggalkan Marcel yang diam berdiri menatap ke arah Keyla.
Oh god aku harus bagaimana. Batin Marcel bertanya-tanya.
Dengan perasaan tidak karuan Marcel berjalan dengan gontai ke arah Keyla, perlahan dia merangkul bahunya. Tiba-tiba Keyla yang merasakan di kulit tubuhnya terasa dingin saat Marcel menempelkan telapak tangannya
Perlahan Keyla memegang tangan Marcel dan mengarahkannya supaya mengusap bahunya yang terbuka secara perlahan dan beralih ke bagian lehernya, Marcel terkejut dengan tindakan Keyla yang tidak seperti biasanya dengan cepat dia melangkahkan kakinya bersama Keyla meninggalkan acara pernikahan Ziko dan Caca.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa tinggalkan Like, Coment, dan Vote ya.🙏