Hot Mommy

Hot Mommy
Hari yang panas



"Sayang ada apa ini." keyla berjalan menghampiri Marcel, Setelah itu dia beralih menatap semua staf managernya.


"Kenapa kalian berada di sini, memang tidak ada kerjaan lagi?" Keyla beralih bertanya kepada semua staf manager.


"Kami di-- si--ni--- Jawab salah satu staf manager gugup, akan tetapi belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong terlebih dahulu oleh Marcel.


"Diam kalian, siapa yang menyuruh kalian menjawab. Hah?" Bentak Marcel kesal menatap semua staf manager dengan tatapan tajam, sambil bertolak pinggang.



Contoh visual Marcel.


Keyla yang berada tidak jauh dari Marcel, dia mendakati suaminya dan mengelus lengan kekar Marcel agar tidak marah kepada semua staf manager.


"Sayang udah ya jangan marah-marah nanti cepat tua loh." Goda Keyla tersenyum dan masih mengelus lengan kekar suaminya.


"Hmmm." Marcel hanya berdehem dan sekilas melirik ke arah Keyla, setelah itu dia kembali menatap semua staf managernya yang sedang menundukkan kepala.


Keyla yang mengetahui sifat Marcel keras kepala, saat ini dia tahu jika suaminya tidak akan mendengarkan ucapannya melainkan amarahnya yang sudah di ubun-ubun ingin segera meledak sekarang juga.


"Saya pribadi sudah memafkan ucapan kalian yang secara tidak langsung menyakiti hati saya, dan saya tidak akan memperpanjang masalah kemarin. Sementara untuk suami saya tidak usah khawatir saya akan membujuknya, em dan satu lagi kinerja kalian masih stabil tidak ada masalah tapi jika kedepannya sedikit saja membuat kesalahan saya tidak akan mentolerin kalian kagi, apa kalian mengerti?" Jelas Keyla panjang lebar dengan suara tegas, sambil merangkul lengan kekar Marcel.


"Tapi Mom--" Marcel tidak terima jika semua staf managernya tidak di hukum sama sekali, sudah cape-cape dia memanggil semua staf manager keruangannya.


"Sudah deh Dad, apa mau malam ini kamu tidur di kamarmu." Bisik Keyla kesal, sedangkan Marcel yang mendengarkan ucapan Keyla hampir saja dia mengeluarkan umpatannya di sana jika sang istri tidak mencubit perutnya.


*Aww,, aww,, *


"Sakit Mom." Marcel menyentuh perut yang di cubit oleh Keyla.


"Ya maaf deh."


Sementara moment itu di jadikan tontonan oleh semua staf manager dan satu lagi Andrew ternyata sedari tadi masih ada di ruangan Marcel. Bagi mereka ini adalah kejadian langka yang gak akan mungkin mereka bisa melihat lagi, di saat presdir mereka lebih takut dengan istrinya.


"Kenapa kalian masih ada di sini? Bukannya istri saya sudah melupakan kejadian kemarin dan bahkan segampang itu dia memafkan kesalahan kalian." Decak Marcel kesal yang tak sengaja dia melihat salah satu manager tersenyum menyaksikan perdebatan kecil dengan istrinya.


"Baik pak kami permisi." Semua staf manager mulai meninggalkan ruangan Marcel, dan menyisakan Andrew yang tengah asik main game di atas sofa.


"Heh lu keluar juga dongo." Marcel melempar pulpen yang berada di atas meja ke arah Andrew yang tengah asik bermain game, tanpa menyadari jika di sana hanya ada Marcel dan Keyla.


"Anjay sialan lu, jadi kalah gue." Andrew tak terima karena game yang dia mainkan kalah alias game over.


"Oh jadi lu berani nih ceritanya sama gue." Marcel mulai berjalan ke arah Andrew, sedangkan Andrew yang sudah sadar dia menelan salivanya dengan susah payah ketika melihat senyuman Marcel yang biasanya dia perlihatkan untuk musuhnya, dan sekarang dia memperlihatkan senyuman itu kepadanya.


Ngeri gue lihat senyumannya. Batin Andrew bergidik.


"Key sorry ya bukannya gue gak mau nemenin lu di sini tapi sepertinya sebentar lagi akan ada yang marah." Goda Andrew kepada Keyla sebelum meninggalkan ruangan Marcel.


"Heh keluar lu." Marcel melempar bantal sofa ke arah Andrew dan berhasil mengenai kepalanya.


Setelah kepergian Andrew, Marcel mengajak istrinya untuk duduk di atas sofa.


"Lagi pengen apa Mom hari ini?" Tiba-tiba Marcel bertanya seperti itu kepada Keyla, karena seingat dia jika wanita yang sedang hamil biasanya suka ngidam.


"Hmm apa ya Dad." Keyla mulai nampak berfikir, dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Marcel.


"Ya tidak tahu Mom, karena aku kan tidak sedang hamil." Ucap Marcel terkekeh, sambil mencium aroma rambut milik Keyla yang sangat sweet.


"Hmm bagaimana kalau aku ingin ketemu dengan em deng-- Keyla sedikit takut untuk meneruskan ucapannya, pasalnya Marcel sedang menatap dirinya dengan tatapan penasaran.


"Apa sayang ayo lanjutkan ucapannya." Marcel mengelus rambut milik Keyla dan sesekali mencium pucuk kepalanya.


"Aku ingin berziarah ke makam ibumu Dad tapi bersama Alex ayah angkatmu." Setelah mengatakan hal itu Keyla menundukkan kepalanya, dia sangat takut melihat mata Marcel yang sedang menatap dirinya tajam.


"Untuk opsi yang pertama aku akan melakukannya Mom karena aku juga sangat merindukan Mommy Sella, tapi jika harus bersama si Alex brengsek itu aku tidak mau Mom." Jawab Marcel tegas.


"Em baiklah ya sudah kita berdua saja Dad." Jawab Keyla cepat, sambil mendongakkan kepalanya menatap Marcel dan tersenyum.


Dia tidak ingin memperpanjang masalah ini dengan Marcel karena ujung-ujungnya dia yang akan mengalah juga.


Cup.


Marcel tidak tahan dengan bibir Keyla yang sangat menggoda matanya, dia seperti sudah kecanduan dengan bibir istrinya. Apalagi sekarang tangan Marcel sudah mulai meremas bokong istrinya dengan gemas.


Emhpt,, empht.


Erang Keyla menikmati setiap sentuhan tangan Marcel yang meremas bokongnya, perlahan dia mulai berdiri dan duduk di pangkuan Marcel tanpa melepaskan ciumannya. Suara decapan kedua pasangan yang tengah berciuman begitu terdengar di dalam ruangan.


Marcel yang sudah tahu jika sebentar lagi istrinya akan kehabisan nafas dia segera melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Keyla yang sudah bengkak oleh ulahnya sambil tersenyum. Akan tetapi Keyla tidak peduli dengan bibirnya dia kembali mencium bibir Marcel, sambil membuka satu persatu kancing kemeja suaminya. Marcel yang melihat aksi Keyla yang agresif dia tersenyum di sela ciumannya.


"I want to playing with you Mom." Ucap Marcel setelah melepaskan ciumannya, setelah itu dia merebahkan tubuh istrinya di atas sofa.


"Yeah Dad, tapi apa kamu yakin akan melakukannya di sini?" Tanya Keyla sedikit was-was, pasalnya Diana selalu mengejek dirinya jika sudah bercinta di kantor pasti lupa mengingatkan kewajiban sang suami yang seharusnya menemui para client saat ada meeting bukannya malah asik bercinta.


"Kenapa Mom? Biasanya juga kita sering melakukannya di sini." Marcel mengerutkan keningnya, sambil menatap Keyla.


"Baiklah Dad come on, eh tunggu tapi ingat jam 2 siang kamu ada meeting dengan perusahaan kuliner ya." Keyla mengingatkan sang suami agar tidak lama saat bercinta dengannya, karena Keyla tahu sifat suaminya itu saat sedang bercinta pasti lupa segalanya.


" Hmm let's to play, Mom." Marcel menggendong tubuh mungil sang istri dan berjalan memasuki kamar yang biasa dia gunakan untuk istirahat.


Awww.


"Apakah aku berat Dad?" Tanya keyla sambil mengalungkan tangannya di leher Marcel.


"Tidak sama sekali sayang." Jawab Marcel tersenyum lembut.


**Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan LIKE, COMENT, DAN VOTE! **