Hot Mommy

Hot Mommy
Menuangkan perasaan



"Sayang apa mak-- Keyla tidak meneruskan ucapannya karena sudah di potong oleh Marcel.


"Mom aku minta maaf karena sudah lancang memiliki perasaan lebih terhadapmu." Marcel memegang tangan Keyla, sambil menatap serius ke arahnya.


Keyla hanya bisa menatap manik mata Marcel tanpa menjawab pertanyaannya, dengan detak jantung yang terus berirama mengikuti suara jam dinding kamar.


"Mommy." Ucap Marcel dengan suara lembut.


Apa Mommy akan marah terhadapku. Batin Marcel khawatir.


"Iya sayang." Balas Keyla tersenyum lembut.


Belum saatnya Mom mengatakan hal ini kepadamu sayang, biarlah berjalan dengan sendirinya tanpa tahu akhir dari rencana takdir. Batin Keyla.


"Mom kita akan pergi ke mana?!" Tanya Marcel mengalihkan pembicaraan, dia sedikit khawatir dengan keadaan Keyla yang seperti ini.


"Nanti Mom jelaskan sayang, sekarang ayo bereskan barangmu yang penting saja soalnya supir Mom sudah menunggu di bawah." Ajak Keyla menarik tangan Marcel untuk segera membereskan barang-barang yang penting.


"Baiklah."


Keyla yang melihat Marcel sudah mulai membereskan barang-barangnya, kemudian dia berjalan melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Marcel.


20 Menit kemudian..


Semua barang-barang milik Keyla dan Marcel sudah selesai di bereskan ke dalam koper masing-masing. Keyla hanya tinggal menunggu kabar dari pengawal yang sedang mengawasi di depan apartemen.


Tiba-tiba Keyla mendapatkan notifikasi pesan masuk dari pengawalnya.


✉️Pengawal.


Bu semua sudah aman dan kondusif di depan apartemen.


"Sayang ayo kita harus segera pergi dari apartemen ini." Ajak Keyla kepada Marcel, tak lupa dia mematikan ponselnya dan memasukan ponsel tersebut ke dalam tas.


"Baiklah Mom, biar aku saja yang bawa." Marcel merebut koper milik Keyla dan berjalan mengikuti langkahnya dari arah belakang.


Setibanya di depan apartemen, Keyla segera mengajak Marcel untuk masuk ke dalam mobil, sambil menghela nafas panjang.


Huhft.


"Mom sini." Marcel menepuk dada bidangnya, sambil tersenyum ke arah Keyla. Dengan ragu-ragu Keyla mendekat sambil menatap dada bidang milik Marcel.


"Jangan sungkan." Dengan tidak sabaran Marcel menarik tangan Keyla hingga terjatuh kedalam dekapannya.


"Sayang." Keyla mendongakkan kepalanya menatap manik mata Marcel.


"Yes Mom."


"Terimakasih sayang sudah ada di sisi Mommy, dan sejak kapan kau mencintai Mommymu?!." Keyla melepaskan pelukannya dan menatap serius ke arah Marcel.


"Nanti aku jelasin juga ya Mom." Goda Marcel mengedipkan sebelah matanya ke arah Keyla.


"Menyebalkan."


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya mereka tiba di sebuah mansion besar yang merupakan tempat di besarkannya seorang Keyla Wijaya.



Keyla mengajak Marcel untuk keluar dari dalam mobil, dan disana mereka sudah di sambut oleh para pelayan yang sudah berbaris menyambut kedatangan Nona muda dan Tuan mudanya.


"Selamat datang Nona dan Tuan." Sapa Kepala pelayan, sambil membungkuk hormat dan di ikuti oleh pelayan lain.


"Terimakasih." Balas Keyla tersenyum.


Sedangkan pelayan yang berada di mansion sangat senang ketika melihat Keyla tidak terpuruk seperti dulu, apalagi di juluki sebagai sosok wanita dingin mereka begitu sedih mendengarnya.


"Mom apakah ini mansion tempat yang telah membesarkanmu?!" Tanya Marcel di buat takjub dengan mansion Keyla.



"Iya sayang, maaf ya sebelumnya Mom baru bisa mengajak mu ke sini." Keyla menatap sendu ke arah Marcel, sedangkan dia sudah tahu cerita kedua orangtua Keyla dengan sigap langsung membawa Keyla ke dalam dekapannya.


Terimakasih tuhan telah memberikan pria kecil yang sudah tumbuh dewasa berada di sisiku. Batin Keyla lirih.


"Ayo sayang kita ke lantai dua, Mom akan tunjukan kamar kamu." Keyla melepaskan pelukannya dan berjalan terlebih dahulu.



"Sebenarnya kira-kira berapa banyak kekayaan Mom." Gumam Marcel menatap takjub sekeliling ruang tamu.


Sudah tiba di lantai dua Keyla menunjukan kamar Marcel, yang berada di sebelah kamarnya.



"Sorry sayang kamarnya belum di renovasi sama Mom, ingin desain seperti apa sayang nanti bilang saja ya?!" Ucapnya lembut.


"Sudahlah tidak usah Mom, kan sebentar lagi aku juga akan tidur bersama di kamarmu." Goda Marcel mengedipkan sebelah matanya.


"Ck, menyebalkan." Keyla memalingkan rona merah di wajahnya ke samping.


Terlihat menggemaskan jika Mommy seperti itu. Batin Marcel terkekeh.


"Mom ayo cerita tentang berita itu." Marcel merangkul pinggang Keyla, berjalan memasuki kamarnya dan duduk di atas ranjang.


"Baiklah, sebelumnya Mom ingin minta tolong sama kamu mau kan?!" Keyla mengatupkan kedua tangannya di hadapan Marcel.


"Boleh Mom, apa sih yang gak bisa buat Mommy." Jawab Marcel tersenyum.


"Nanti malam pengacara Mom akan ke sini untuk mengalihkan semua aset perusahaan Mom atas nama kamu." Jelas Keyla panjang lebar.


"Buat apa Mom." Marcel di buat terkejut dengan ucapan Keyla.


"Mom ikhlas sayang, lagi pula nanti juga itu semua bakalan jadi milik kamu."


"Tapi Mom itu." Marcel tidak meneruskan ucapannya karena sudah di potong oleh Keyla.


"Katanya mau bantuin Mommy." Ketus Keyla melirik ke arah Marcel.


"Apa Alasannya Mom, aku juga belum bisa mengurus semua perusahaan Mommy." Dengan ragu Marcel menjawab.


"Itu hal yang mudah sayang, kan ada Mommy yang akan mengajarkanmu dan di bantu juga oleh Aunty Diana." Keyla menaikan salah satu alisnya menatap ke arah Marcel.


"Baiklah." Jawab Marcel pasrah.


"Tapi berita itu tidak benar kan Mom?!" Tanya Marcel sekali lagi.


"Tidak sayang, Mom juga bekerjasama sama dengannya untuk menangkap dalang dari semua kejadian ini." Jelas Keyla menyentuh rahang tegas milik Marcel.


Tiba-tiba Marcel menatap manik mata Keyla dalam. Marcel meraih tangan Keyla dan meletakkannya pada dada bidangnya. Disana terasa detak jantungnya bergerak sangat cepat.


"Apakah Mom juga merasakannya?!" Tanya Marcel. Keyla juga sebenarnya beberapa hari ini sudah merasakan detak jantungnya sama seperti Marcel saat ini.


Lalu Marcel melingkarkan tangan Keyla pada lehernya, lalu meraih dagu Keyla agar Keyla menatapnya lekat. Marcel sudah menempelkan hidungnya pada hidung Keyla.


"Rasakan bagaimana perasaanmu Mom padaku, perasaanmu akan membimbingmu." Ucap Marcel setengah berbisik pada bibir Keyla.


Keyla merasakan punggungnya menegang, ada rasa yang menggelitik di sana saat Marcel berbisik padanya.


Marcel melanjutkan aksinya, dia memejamkan kedua matanya dan menyesap bibir Keyla dengan lembut, menuangkan perasaan sukanya pada Keyla agar Keyla juga menyadari bagaimana sebenarnya perasaannya terhadap Marcel.


Marcel terus ******* bibir Keyla bergantian dengan lembut. Keyla mencoba merasai bagaimana perasaannya yang sebenarnya pada Marcel. Kini Keyla memejamkan kedua matanya menikmati setiap ******* bibir Marcel dan mengeratkan rangkulan tangannya di leher Marcel.


Bibirnya mulai merespon, dia membalas setiap ******* yang Marcel berikan. Marcel menyadari perubahan Keyla, dia membuka kedua matanya dan tersenyum di tengah kegiatannya. Kemudian memejamkan kedua matanya lagi untuk saling membalas *******-******* pada bibir mereka. Marcel meraih tengkuk Keyla dan menekannya agar memperdalam ciuman mereka. Dan tangan yang satunya di gunakan untuk mendekap pinggang Keyla, hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.


Marcel mendesak bibir Keyla agar terbuka. Marcel merasai seluruh rongga mulut Keyla dengan lidahnya. Kini ciuman itu sudah menjadi lebih panas, mereka menumpahkan perasaan masing-masing. Ciuman penuh hasrat yang berangsur agak lama hingga mereka hampir tak bisa bernafas lagi.


_________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️