Hot Mommy

Hot Mommy
Bertemu dengan sahabat lama



Restauran Rahadian Cunlry.


"Sudah jam berapa ini, kenapa dia belum juga datang." Gerutu Marcel kesal, melihat arlogi di pergelangan tangannya.


"Sabarlah, Baru juga jam 2 lebih satu menit." Keyla tau jika suaminya itu tidak suka menunggu, terbukti ketika dia akan pergi bersama suaminya. Dia terus saja mengomel tanpa henti saat dirinya masih bergulat dengan alat makeup di depan cermin.


Andrew yang melihat kekesalan Marcel terhadap CEO Rahadian Cunlry hanya bisa menghela nafas panjang.


Bagaimana dengan nasibku yang hampir setengah hari berdiri di depan pintu ruangannya, apa dia tidak sadar jika aku juga sekarang masih sangat kesal dengannya. Batin Andrew hanya bisa menghela nafas saat melihat kekesalan Marcel.


"Kenapa lu?" Tanya Marcel tidak sengaja melihat Andrew hanya diam tidak seperti biasanya.


"Gue." Andrew menunjuk dirinya sendiri."


"Bukan, rumput bergoyang." Decak Marcel kesal memutar bola matanya malas.


"Hah? Putri malu dongs." Jawab Andrew tertawa, dari kecil dia sangat senang jika melihat raut wajah sahabatnya kesal.


"Bego sejak kapan rumput bergoyang namanya ganti menjadi putri Keyla." Marcel sengaja ingin menjaili istrinya yang sedang asik main ponsel.


"Hmmm." Keyla hanya berdehem tanpa melihat ke arah suaminya, dia sangat enggan jika harus menanggapi ucapan suaminya yang notabennya tidak penting.


"Sepertinya ponselmu lebih menarik di banding menanggapi ucapanku." Marcel sengaja menyentuh layar ponsel milik Keyla hingga menampilkan gambar lain.


"Ish kamu ini." Keyla menatap tajam sang suami yang memang sengaja menjailinya.


"Sudahlah bos jangan memancing amarah istrimu, bagaimana jika nanti malam kau tidak di kasih jatah dan tidur di luar." Andrew menahan tawa ketika melihat raut wajah Marcel langsung ketar-ketir setelah mendengar ucapannya, dia sangat peka dengan jatah menjatah.


"Wah Drew sepertinya ide yang bagus." Keyla balik menjaili sang suami, seperti ada angin segar Keyla merasa puas melihat raut wajah sang suami seketika menjadi pucat.


"Nah patut di coba Key." Timpal Andrew terkekeh.


"Sialan lu dongo." Marcel melempar bolpoin ke hadapan Andrew, dan telat sedikit saja Andrew menghindar sudah pasti wajahnya terkena bolpion.


Dari kejauhan nampak ada seorang pria yang gagah dan berkharismatik bersama seorangwanita sedang berjalan ke arah meja yang di tempati oleh Marcel bersama Keyla dan Andrew. Dia bisa melihat dari kejauhan jika mereka tak lepas dari senyum dan sesekali tertawa terbahak-bahak, akan tetapi dia seperti mengenali sosok wanita tersebut.


Sepertinya wajah wanita itu tidak asing bagiku, tapi siapa sebenarnya dia. Batinnya bertanya-tanya sambil berfikir, lima menit kemudian dia baru sadar jika wanita itu adalah Keyla teman semasa kuliahnya.


"Selamat siang tuan, nona maaf sudah menunggu saya sangat lama." Ucap pria itu tersenyum lembut dan pura-pura tidak mengenali Keyla, sambil menundukkan kepala sebagai permintaan maaf darinya jika dia datang terlambat.


"Hmm hampir saja bunga ini berjamur." Sindir Marcel, dia sangat tidak menyukai jika ada seseorang yang kurang disiplin dengan waktu.


"Maafkan saya tuan." Sekali lagi pria itu menundukkan kepalanya bersama wanita yang berdiri di sampingnya.


"Tidak apa-apa tuan kami juga baru memesan makanan, jangan merasa tidak enak seperti itu." Keyla berdiri dan menundukkan kepalanya, dia merasa tak enak hati dengan ucapan sang suami yang suka ceplas-ceplos.


Kenapa wajah dia tidak asing bagiku. Batin Keyla merasa aneh.


"Anda sangat cantik dan ramah nona." Secara tidak langsung pria itu sengaja menyindir Marcel yang sedang menatap dirinya tak suka.


"Terimakasih." Balas Keyla tersenyum.


"Drew." Panggil Marcel kepada Andrew, dia merasa sang istri dan pria itu saling menatap dan memperhatikan. Tanpa menunggu lama Marcel langsung menyuruh Andrew untuk segera mempersiapkan berkas yang akan di bahas dalam pertemuan dengan Rahadian Cunlry.


"Tuan Leo ini adalah berkas kerjasama antara perusahaan anda dengan perusahaan Wijaya Group dalam membangun proyek di jalan x." Andrew menyerahkan berkas tersebut kepada Leo dan sekertarisnya.


"Baiklah terimakasih." Leo mulai membaca berkas tersebut dengan teliti, dan dia juga sesekali membahas dengan sekertarisnya.


"Leo Rahadian." Ucap Keyla memecah keheningan dengan antusias menatap sahabat semasa kuliahnya.


Jdaaarrrr..


Kenapa Mommy seperti mengenal pria itu. Batin Marcel mulai was-was melirik ke arah istrinya yang begitu antusias setelah menyebut nama pria itu.


"Keyla Wijaya, ternyata kau masih mengingatku sebagai sahabatmu." Goda Leo tersenyum, dia tidak menyangka jika Keyla masih mengingatnya.


"Yaiyalah gue masih ingat dengan lu." Jawab Keyla terkekeh, sementara ke tiga orang yang berada di sana bingung melihat ke akraban antara Keyla dan Leo.


"Lu nikah kagak ngundang gue, bisa-bisanya lu lupain gue." Leo sekilas melirik ke arah Marcel yang masih terkejut karena istrinya mengenal dia.


"Gue lupa kalau masih punya sahabat selain Diana." Keyla sangat senang akhirnya bertemu dengan Leo.


"Eh bagaimana kabar dia?" Tanya Leo baru teringat jika Diana juga sahabatnya.


"Dia baik, lu sebenarnya kemana sih gak ada kabar setelah lulus bak di telan bumi. Dan anehnya gue juga gak sadar dengan nama perusahaan lu yang jelas-jelas itu marga nama lu." Jelas Keyla tertawa.


"Hmm kacang-kacang, kacangnya tuan nona." Ucap Marcel kesal, sambil menyandarkan tubuhnya di atas kursi.


"Sayang maaf aku melupakanmu." Keyla baru sadar jika dia bersama suaminya, sambil merangkul lengan kekar Marcel.


Hmmm 😒


"Jangan marah dongs." Keyla menyandarkan kepalanya di pundak sang suami, dia paham saat ini suaminya sedang cemburu terhadap Leo.


"Lu dari dulu gak pernah berubah ya Key selalu manja." Leo terkekeh melihat tingkah manja Keyla terhadap suaminya.


"Hehe, kenalin Le dia Marcel suami gue yang paling tampan dan oh iya sebentar lagi kami akan menjadi orang tua." Keyla sangat mantap ketika mengatakan hal itu di depan Leo.


Deg.


Hati Marcel sangat tersentuh ketika Keyla dengan yakin mengatakan dia berstatus sebagai suaminya dan sebentar lagi mereka juga akan menjadi orangtua, benarkah? Apakah ini hal yang paling membahagiakan ketika sudah menikah. Tangan Marcel perlahan mengelus perut datar milik Keyla, sambil tersenyum seakan dia sedang mengatakan jika ini adalah Daddymu.


Hmm si Marcel memang beneran bucin. Batin Andrew menggelengkan kepalanya melihat tingkah Marcel.


So sweet sekali suaminya nona Keyla. Batin Meilani terharu dan sekilas dia melirik ke arah bosnya.


Sementara Keyla yang melihat suaminya sudah tidak marah lagi, dia merasa sangat bahagia apalagi saat tangan Marcel mengelus perutnya.


Tuhan jangan ambil kebahagian kami. Batin Keyla lirih.


Tidak berapa lama pelayan datang membawa makanan dan minuman yang di pesan oleh Keyla bersama Marcel dan Andrew.


"Silahkan tuan, nona." Ucap pelayan tersenyum dengan lembut, sadar jika di sana ada tuan Leo pelayan pun sejenak menundukkan kepalanya sebagai penghormatan kepada bosnya.


"Wih mantap nih makanannya." Dengan antusias Meilani menatap satu persatu hidangan di atas meja dengan mata yang berbinar.


Eh gue pikir si Mei-mei lemah lembut. Batin Andrew terkejut dengan sikap Meilani seketika berubah saat melihat makanan.


Terimakasih yang sudah membaca Hot Mommy jangan lupa tinggalkan LIKE, COMENT DAN VOTE sebanyak mungkin supaya Author lebih semangat lagi. Hihi


Salam hangat dari keluarga Wijaya 🤗