Hot Mommy

Hot Mommy
Daddy bodoh



Setelah menjadi pimpinan Wijaya Group Marcel sibuk mengurus perusahaan Wijaya Group selama 6 hari dia bolak-balik antara ke kantor dan ke sekolahnya. Dan sekarang tidak terasa hari ini Marcel akan melaksanakan ujian sekolah, sementara Keyla tidak terlalu sibuk dengan perusahaannya bahkan dia lebih banyak menghabiskan di mansion karena Marcel melarangnya untuk bekerja.


Pagi yang cerah dan matahari sudah mulai nampak terlihat, Keyla lebih sering menghabiskan waktu paginya untuk berjemur di bawah sinar matahari..



Contoh visual Keyla.


Dari dalam mansion ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Keyla berjemur di bawah sinar matahari.


"Tidak salah aku memilihmu jadi calon istriku, Mom." Gumam Marcel tersenyum membayangkan.



Contoh visual Marcel.


"Oh **** hari ini kan ujian sekolah." Marcel menatap jam yang berada di pergelangan tangannya, dengan tergesa-gesa dia turun ke bawah untuk berpamitan kepada Keyla.


"Mom aku berangkat ke sekolah dulu." Teriak Marcel dari dalam mansion yang berlari ke arah Keyla.


"Iya sayang." Keyla tersenyum menatap ke arah Marcel yang sedang berlari ke arahnya.


Cup.


Marcel mencium bibir Keyla dengan lembut, lalu dia mengelus sebelah pipinya sambil tersenyum.


"Morning kiss Mom." Ucap Marcel.


"Aish kau ini menyebalkan." Gerutu Keyla memukul dada bidang milik Marcel.


Haha.. Haha..


"Mom pagi ini kau sangat menggemaskan, rasanya aku tidak mau meninggalkanmu di mansion." Goda Marcel di sela tawanya.


"Hey hari ini kan ada ujian, cepat berangkat nanti terlambat sayang." Tanpa malu-malu Keyla memeluk tubuh Marcel dengan erat.


"Iya sayang, kalau aku tidak lulus sekolah bagaimana jika nanti anak kita mengejek Daddy nya bodoh." Balas Marcel memeluk Keyla, sambil sesekali mencium pucuk kepalanya.


"Memangnya kamu mau menikah dengan Mommymu yang sudah tua ini." Keyla melepaskan pelukannya dan beralih menatap ke arah manik mata Marcel.


"Iya mau dong sayang, aku itu sangat mencintaimu semenjak kali pertama kita bertemu." Marcel menangkup wajah Keyla sambil tersenyum.


"Sudah Daddy cepat berangkat sekolah, aku tidak mau mempunyai seorang Daddy bodoh." Keyla menirukan suara anak kecil, sambil tersenyum.


Haha...Haha..


"Mom aku berangkat dulu." Pamit Marcel sambil mencium kening Keyla, setelah itu dia melangkahkan kakinya meninggalkan Keyla yang berdiri menatap punggung Marcel dengan wajah yang merah merona.


Tidak berapa lama dari dalam mansion Pak Mun menghampiri ke arah Keyla yang sedang berada di taman belakang dekat kolam renang.


"Nona, maaf di dalam ada sekertaris Diana yang sedang menunggu anda di ruang keluarga." Ucap pak Mun kepada Keyla.


"Iya Pak." Keyla berjalan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion, setelah mendengar ucapan kepala pelayan.


Sesampainya di ruang keluarga, Keyla menatap heran ke arah Diana yang terlihat sedang gelisah menatap layar ponselnya.


"Woi lo kenapa?!" Tanya Keyla mengejutkkan Diana.


"Gila lo ya, memangnya jantung gua punya stok banyak apa." Diana terkejut dengan kehadiran Keyla yang tiba-tiba mengejutkannya, sambil mengelus dadanya.


"Habisnya lo terlihat gelisah seperti mikirin banyak hutang saja." Dengan santai Keyla mengatakan hal itu kepada Diana.


"Gua punya gosip terupdate Key." Ucap Diana antusias sambil merentangkan tangannya.


"Apaan." Keyla memutar kedua bola matanya malas.


"Ziko pratama." Timpal Keyla dengan malas.


"Ko lo bisa tahu Key, kan gua belum memberitahu lo. Kalau jodoh Caca ternyata si Ziko." Selidik Diana.


"Sudahlah dari pada lo pagi-pagi di mansion gua hanya untuk bergosip, dan merugikan pekerjaan di perusahaan gua. Lebih baik sekarang lo berangkat kerja Diana." Keyla menarik tangan Diana, sambil berjalan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar mansion.


"Jahat banget si lo Key, gua kan membawa berita penting." Gerutu Diana tidak terima.


"Itu tidak penting karena gua sudah mengetahuinya lebih dulu sebelum lo." Jawab Keyla yang masih menarik tangan Diana untuk keluar dari mansion.


"Gak asik lo Key, kenapa juga lo mesti tahu lebih dulu. Memangnya lo tahu dari mana? Apa jangan-jangan lo." Tunjuk Diana ke arah wajah Keyla.


"Apa?!" Keyla menepis tangan Diana, dan menatap tajam ke arahnya.


Bahaya nih gua harus pergi, dia kalau marah bisa berubah menjadi singa betina. Batin Diana.


"Tidak Key." Ucap Diana gugup, dengan tergesa-gesa dia berjalan meninggalkan Keyla yang sedang menatap heran ke arahnya.


"Heran gua dengan kelakuannya." Keyla mengerutkan keningnya, menatap mobil Diana yang sudah mulai tidak terlihat dari arah pandangan matanya.


Sementara di tempat lain Caca bersandar di kursi kebesarannya, sambil memejamkan kedua matanya membayangkan sosok Alex yang dulu selalu menghiasi hatinya.


"Alex apakah kau masih mengingatku." Gumamnya pelan.


"Aku sangat merindukanmu." Dengan suara lirih, sambil membayangkan masa-masa pacaran bersama Alex.


Flashback on.


"Selamat pagi sayang." Alex memeluk tubuh Caca dari arah belakang, yang sedang memasak untuk menyiapkan sarapan.


"Alex sayang, lepaskan dulu tanganmu aku lagi memasak." Caca berusaha melepaskan pelukan Alex, akan tetapi dia malah memeluk Caca dengan erat.


"Hey ayo lepaskan." Berontak Caca, sambil membalikkan tubuhnya menatap manik mata Alex dengan dalam.


Cup.


Tiba-tiba Alex mencium bibir Caca dengan lembut, dan sedikit menekankan bibirnya di atas bibir Caca.


"Sayang." Ucap Caca terkejut.


"Sayang aku mau ini." Rengek Alex menyentuh gunung kembar milik Caca.


"Nanti ya sayang sabar, sebentar lagi kita akan menikah." Caca menepis tangan Alex, dan berjalan meninggalkan Alex dengan wajah merah menahan kesal.


Setiap Alex ingin menyalurkan hasratnya kepada kekasihnya, dia selalu di tolak dengan alasan nanti jika sudah menikah. Mendengar alasan yang selalu di ucapkan oleh Caca membuat Alex jengah dan memutuskan untuk pergi ke Club malam mencari wanita penghibur, Tidak sengaja di sana dia melihat seorang wanita cantik sedang duduk sendiri menghabiskan beberapa botol vodka.


Hemm.. Alex berdehem duduk di sebelah wanita itu.


"Kau sudah berjanji untuk menikah denganku, dan hidup bahagia tapi kenapa orangtua sialanmu itu selalu menindasku." Sella meracau menunjuk wajah Alex dengan menatap sayu.


"Sepertinya dia sedang mabuk." Alex melihat beberapa botol vodka yang kosong di atas meja.


"Tapi dia sangat cantik." Alex tersenyum menyeringai menyentuh wajah Sella yang sudah mulai hilang kendali.


Tiba-tiba Sella tidak sadarkan diri karena sudah mengahabiskan beberapa botol vodka. Sedangkan Alex yang berada di sebelahnya dengan cepat dia mengangkat tubuh Sella ke sebuah kamar yang berada di lantai atas Club itu.


_________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote🙏