Hot Mommy

Hot Mommy
Sosok dingin Keyla kembali lagi



"Sayang, aku pulang." Marcel berteriak dari arah pintu masuk apartemen.


Brukk..


Dari arah dapur terdengar suara benda yang jatuh, Marcel segera melangkahkan kakinya untuk melihat benda apa yang terjatuh di dapur. Ternyata kursi meja makan yang menimpa sebelah kaki Keyla.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang." Marcel mendekat ke arah Keyla, dengan tatapan khawatir ketika melihat dia sedang kesusahan untuk bangun yang tertimpa kursi meja makan.


"Tadi aku tidak sengaja menyenggol kursi ini." Keyla menahan rasa sakit di sebelah kakinya yang tertimpa kursi, sambil melingkarkan tangannya di pinggang Marcel.


"Lain kali hati-hati sayang jika tidak ada aku." Tiba-tiba Marcel menggendong Keyla menuju sofa yang berada di ruang keluarga.


"iya bawel." Keyla memutar kedua bola matanya malas mendengar ke khawatiran Marcel.


Marcel merebahkan tubuh Keyla di atas sofa, setelah itu dia bisa melihat luka lebam bekas kursi yang menimpa kaki Keyla.


Aw..


"Sakit sayang." Keyla menjerit ketika Marcel menekan area lebam dikakinya.


"Sorry sayang tidak sengaja." Marcel mencium luka lebam di area kaki Keyla.


Sayang. Batin Keyla merasa bahagia di perlakukan special oleh Marcel.


"Oh iya sayang besok ada acara perpisahan di sekolah, apa kau mau ikut denganku." Ajak Marcel terlihat ragu melihat keadaan Keyla.


"Sepertinya besok aku tidak bisa ke mana-mana sayang, kakiku sangat sakit." Lirih Keyla menatap sendu ke arah Marcel.


"Oh yasudahlah tidak apa-apa, yang penting kamu cepat sembuh sayang." Marcel tersenyum mengusap wajah cantik Keyla.


"Siap bos." Keyla memberikan hormat kepada Marcel, sambil tersenyum.


"Kenapa kau sangat menggemaskan sayang." Dengan gemas Marcel mencubit hidung Keyla, sambil terkekeh.


Aw


"Sakit tahu." Keyla mengerucutkan bibirnya.


"Sayang apa kesukaanku sudah sembuh?!" Tanya Marcel tanpa rasa malu, sambil tersenyum lembut.


"Memangnya apa?!" Keyla mengerutkan keningnya.


"Hemm itu.. Area sensitifmu apa sudah tidak sakit lagi." Dengan ragu Marcel menyebutkannya, sambil menyibakkan rok Keyla.


"Apa yang kau lakukan." Teriak Keyla merasa malu ketika Marcel menyibakkan roknya, karena sedari tadi sebenarnya dia tidak memakai ****** *****.


Oh ****!! Kau harus tahan juniorku. Batin Marcel menahan sesuatu yang berdiri dan keras di dalam celananya.


"Ti--dak Mom aku hanya mau mengecek saja." Marcel menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.


"Mau mengecek atau mau menikmati lagi." Goda Keyla menatap ke arah Marcel.


"Sepertinya aku lebih memilih mau menikmatinya lagi Mom." Goda Marcel mengedipkan sebelah matanya kepada Keyla.


"Kau tidak kasihan apa sama Mommy, sudah bikin bengkak dan sekarang kau ingin menikmatinya lagi." Gerutu Keyla kesal.


"Tadi Mommy sendiri kan yang menggodaku." Protes Marcel membela dirinya.


"Ya ya ya terserah kau saja." Keyla memutar kedua bola matanya malas tanpa melihat ke arah Marcel.


"Sayang tidak apa kan kita tinggal di apartemen dulu." Marcel memegang tangan Keyla.


"Iya tidak apa-apa sayang." Keyla menekan tombol on di remote televisi, dan ternyata di stasiun TV tersebut sedang menayangkan skandal dirinya bersama dengan Rangga yang masih belum ada klarifikasi dari mereka berdua.


"Ya mungkin stasiun TV itu ingin menaikkan rating televisinya sayang, jangan khawatir karena sebentar lagi kan kita akan segera menangkap Alex sebagai pelakunya." Keyla mengusap lengan kekar Marcel agar meredakan emosinya.


Marcel hanya tersenyum lembut ke arah Keyla dan tidak menjawab ucapannya.



Contoh visual Marcel.


Aku bersumpah Dad kau akan membusuk di dalam penjara seumur hidupmu. Batin Marcel tersenyum menyeringai.


❤️❤️❤️


Keesokan harinya..


Marcel sudah rapih mengenakan setelan jas berwarna hitam untuk menghadiri acara perpisahan di sekolahnya, dia berjalan melangkahkan kakinya menuju kamar Keyla.


Ceklek.


Marcel melihat ke kamar Keyla terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah, memastikan Keyla sudah bangun atau masih tertidur di atas ranjang.


"Astaga Mom sepertinya masih tidur, lebih baik aku pergi saja dari pada harus membangunkannya. Kasihan juga sepertinya kaki Mommy masih sakit." Marcel menutup kembali pintu kamar Keyla.


15 Menit kemudian Marcel sudah tiba di sekolah menggunakan mobil sport keluaran terbaru berwarna merah, ketika keluar dari mobil semua mata tertuju pada sosok Marcel yang menggunakan kacamata hitam dengan setelan jas yang berwarna hitam.


"Gila tu si Marcel makin hari dia makin tampan saja." Gumam salah satu murid perempuan.


"Sepertinya itu Marcel." Gumam Renata melihat Marcel yang sedang berjalan menuju ke tempat acara perpisahan.


"Marcel." Teriak Renata melambaikan tangannya ke arah Marcel, sambil tersenyum.


Marcel yang merasa di panggil dia berhenti menatap ke arah Renata yang sedang berjalan ke arahnya.


Kenapa mesti bertemu sama dia. Batin Marcel mendengus kesal.


"Kau sangat tampan memakai setelan jas berwarna hitam, ayo kita berangkat bersama." Renata segera menggandeng tangan Marcel dengan antusias ketika tidak ada penolakan dari Marcel.


Sesampainya di tempat acara perpisahan yang telah di sediakan oleh pihak sekolah, Marcel dan Renata duduk bersebelahan menatap MC yang sedang memberikan kata sambutan.


Sementara di sudut ruangan ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan tatapan tidak suka, bahkan lebih tepatnya terlihat sedang cemburu.


"Kebetulan di acara perpisahan sekolah kali ini, pihak sekolah mengucapkan terimakasih kepada donatur yang telah memberikan saham terbesar untuk sekolah ikut mengahadiri acara perpisahan kelulusan siswa-siswi kelas 3, dan mari kita beri tepuk tangan untuk Ibu Keyla Wijaya naik ke atas podium sebagai donatur terbesar untuk sekolah ini." Ucap MC dengan antusias melihat Keyla beranjak berdiri dari tempat duduk.


Bukannya Mommy tadi lagi tidur, tapi sial Mommy ternyata membohongiku pantas saja selimutnya sampai ke atas kepala. Batin Marcel kesal.


Keyla yang melihat Marcel duduk bersebelahan dengan Renata, dia merasa kesal karena tidak biasanya Marcel membiarkan seorang wanita duduk di sebelahnya selain dirinya, kini sosok Keyla yang dulu sebagai wanita dingin kembali dalam diri Keyla saat ini.


Itukan kekasihnya Marcel. Batin Renata terkejut sekilas melirik ke arah Marcel.


Keyla berjalan melangkahkan kakinya ke atas podium dengan raut wajah tanpa ekspresi, yang mengenakan dress berwarna hitam. Seketika semua orang yang berada di ruangan bertepuk tangan dengan meriah ketika melihat sosok Keyla yang sangat cantik berjalan menuju ke atas podium.



Contoh visual Keyla.


"Selamat pagi semuanya, saya di sini tidak akan banyak kata yang saya sampaikan. Saya hanya berharap setelah lulus dari sekolah ini kalian harus terus menggapai mimpi kalian dan terus berkaya karena titik kesuksesan itu bisa di raih jika kita terus berkarya, terimakasih semuanya." Ucap Keyla panjang lebar dan setelah itu meninggalkan podium, berjalan ke arah kursi yang berada di samping Dion salah satu clientnya tanpa melihat ke arah Marcel.


__________________


Terimakasih yang sudah mampir ❤️


jangan tinggalkan like, coment dan vote ya 🙏