Hot Mommy

Hot Mommy
Ular



Keesokan harinya di apartemen keluarga Wijaya.


Dua sepasang kekasih itu masih bermalas-malasan di dalam kamar yang di balut oleh selimut, padahal matahari sudah bersinar layaknya mata uang senilai 100rb.


Tidak berapa lama Keyla sudah terbangun lebih dulu, sebelum beranjak Keyla melihat wajah Marcel yang sedang tertidur dengan pulas di atas ranjang.


"Sedang tidur saja Daddymu sangat tampan sayang." Gumam Keyla pelan tidak sengaja mengusap perutnya yang rata di balut oleh selimut.


Apa yang aku katakan barusan. Batin Keyla merasa aneh dengan ucapannya.


"Sayang kau sudah bangun." Gumam Marcel yang masih memejamkan kedua matanya, terusik dengan pergerakan Keyla di atas ranjang.


"Iya sayang, kau tidur lagi saja aku akan menyiapkan sarapan untuk kita." Ucap Keyla mencium kening Marcel terlebih dahulu.


"Hmm love you honey." Bisik Marcel tanpa membuka kedua matanya.


"Love you too honey." Jawab Keyla tersenyum walaupun Marcel tidak mendengar ucapannya akan tetapi dia merasa harus menjawab.


❤️❤️❤️❤️


Di dapur.


Setelah 1 jam lebih Keyla menghabiskan waktu di dapur, kini dia sudah bisa menghidangkan beberapa menu masakan di meja makan yang terlihat sangat menggoda bahkan wangi masakannya sampai tercium ke kamar yang di tempati oleh Diana bersama Rangga.


"Hmm harum sekali masakannya." Gumam Rangga beranjak dari atas ranjang, berjalan melangkahkan kakinya keluar kamar dengan keadaan yang masih setengah sadar.


Keyla yang menyadari ada orang lain sedang menarik kursi meja makan, dia segera berjalan menghampiri meja makan karena pikirnya Marcel sudah bangun. Akan tetapi ketika sampai di ruang makan alangkah terkejut dirinya melihat ada seorang pria yang hanya mengenakan celana boxer dengan telanjang dada sedang memakan sarapan sangat lahap.


"Aaaaaaaaaa kenapa kamu bisa berada di sini." Teriak Keyla dengan suara keras, membuat Rangga menutup kedua telinganya.


"Sayang ada apa." Dari arah kamar Marcel yang sudah panik dia berlari menghampiri Keyla yang sedang menutupi kedua matanya menggunakan telapak tangan, sambil berteriak di ruang makan.


"Itu lihat." Tunjuk Keyla tanpa membuka kedua matanya ke arah kursi yang di tempati oleh Rangga.


"Ayah." Marcel terkejut ketika melihat ada Rangga yang sedang berada di meja makan hanya mengenakan celana boxer saja.


"Iya ada apa." Rangga hanya menjawab ucapan Marcel yang terkejut dengan santai, sambil mengerutkan keningnya menatap ke arah Marcel dengan tatapan heran.


"Aaaaaaaaaa ular." Teriak Keyla lagi menutupi kedua matanya menggunakan telapak tangan.


"Mana ular sayang." Marcel panik melihat ke sekeliling ruangan yang tidak melihat ada ular.


Haha.. Haha..


"Bodoh kau masa tidak tahu, maksud Keyla ularmu." Di sela tawanya Rangga mengatakan hal itu kepada Marcel yang masih panik melihat ke sekeliling ruangan.


"Oh ****!!" Marcel terkejut yang baru menyadari jika dirinya keluar kamar tidak mengenakan pakaian sama sekali, bahkan kini ularnya sedang bergelantungan seperti sedang menghipnotis semua orang yang melihatnya.


Astaga kenapa sekarang aku mudah tergoda dengan tubuhnya. Batin Keyla bertanya-tanya.


"Kenapa tidak memakai celana Marcel." Gerutu Keyla kesal karena harus melihat kembali milik Marcel.


"Astaga bocah tengil." Teriak Diana yang baru datang membulatkan kedua matanya melihat Marcel telanjang bulat menampakkan ularnya.


Wow ternyata ayah sama anak mempunyai batang yang besar dan panjang. Batin Diana terkekeh ketika mengingat punya Rangga saat bercinta dengannya.


"Kau jangan berani membuka kedua matamu dan melihatnya." Perintah Rangga sambil menggertakkan giginya menahan kesal ketika melihat wanitanya sedang menatap tubuh seorang pria tanpa sehelai benang di tubuhnya, walaupun itu anaknya sendiri akan tetapi Rangga tidak rela.


"Apa yang masih kau lakukan di situ Marcel, apa kau ingin memperlihatkan kembali kepada Aunty Diana punyamu hah!!" Decak Keyla kesal menatap tajam ke arah Marcel.


Marcel yang melihat Keyla sedang marah, dia segera berlari kembali menuju kamarnya untuk memakai pakaian tanpa memberi jawaban terlebih dahulu kepada Keyla.


Sementara sekarang di ruang makan hanya ada Keyla, Rangga dan Diana yang saling menatap satu sama lain tanpa berbicara sepatah katapun.


"Apa yang kalian lakukan di apartemenku." Tanya Keyla ketika melihat Rangga yang hanya memakai celana boxer dan Diana hanya memakai balutan selimut yang menutupi tubuh polosnya, bahkan Keyla bisa melihat banyak kissmark di leher Diana.


Pada saat Diana mendengar teriakan Keyla dia langsung beranjak dari atas ranjang dengan panik, dan hanya bisa menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Apa yang kalian lakukan di sini." Jawab Diana membalikan pertanyaan Keyla, sambil menatap ke arah Keyla dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa lo malah nanya balik sama gue, yang jelas gue tinggal di sini dan ini apartemen milik gue, sedangkan kalian sejak kapan berada di sini? Setahu gue pintu apartemen ini di kunci atau jangan bilang lo." Keyla menatap tajam ke arah Diana.


"Gue--gu--e." Jawab Diana gugup beralih menatap ke arah Rangga dan kembali lagi menatap ke arah Keyla.


"Gue habis bercinta dengannya di apartemen lo." Timpal Rangga dengan santai, sambil berjalan ke arah kursi meja makan.


"APA?!" Keyla terkejut dengan ucapan Rangga, dengan tatapan menyelidik kini Keyla beralih menatap ke arah Diana.


Aish kenapa dia mesti jujur segala sama si Keyla, mau di taroh di mana muka gue pucat. Batin Diana kesal menahan malu di hadapan Keyla.


"Diana lo bisa jelasin." Tanya Keyla yang masih menatap ke arah Diana dengan tatapan tajam.


"Hmm Key sebenarnya sebelum bercinta gue sempat mendengar suara ******* lo bersama si Marcel." Dengan polosnya Diana mengatakan hal itu kepada Keyla tanpa ada rasa malu, sambil memperlihatkan giginya.


"Hmmm gue." Keyla menggaruk kepalanya yang tidak gatal menatap canggung ke arah Rangga bersama Diana yang masih menatap dirinya dengan tatapan menyelidik.


"Ada apa ini kenapa kalian semua menatap ke arah kekasihku seperti itu." Tiba-tiba Marcel yang baru datang langsung merangkul pinggang Keyla dengan possesive.


Aku harus menjawab apa. Batin Keyla merasa bingung.


"Hmm jadi kapan son kau akan melamar Keyla?!" Rangga mengalihkan pembicaraan menatap serius ke arah Marcel.


"Kalau bisa secepatnya." Jawab Marcel dengan cepat sambil mencium rambut Keyla.


"Kalau minggu depan gimana, apa kalian siap." Tanya Rangga serius menatap ke arah Marcel dan Keyla.


Dan setelah itu aku yang akan menikah dengannya. Batin Diana melirik ke arah Rangga sambil tersenyum.


"Hmm lebih cepat lebih baik Yah." Jawab Marcel tersenyum ke arah Keyla yang terkejut dengan ucapannya.


"Kalau gitu tiga hari lagi kalian akan mengadakan resepsi pernikahan, dan Ayah akan menangkap si rubah sialan itu di pernikahan kalian." Rangga tersenyum menyeringai ketika mengingat rencananya untuk menjebloskan Alex ke dalam penjara di acara pernikahan anaknya.


__________________


Terimakasih yang sudah mampir ❤️


Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote 🙏