
Keyla yang berada di atas ranjang dengan di balut oleh selimut dia masih enggan untuk membuka kedua matanya, rasa lelah setelah melakukan satu ronde di pagi hari membuatnya bermalas-malasan. Apalagi sekarang Keyla merasakan area sensitifnya sangat ngilu dan perih akibat perbuatan Marcel yang tidak habis pikir terus ketagihan melakukan lagi dan lagi tanpa adanya rasa lelah sedikitpun.
Sementara Marcel sedari tadi sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Tidak berapa lama dia keluar dengan rambut yang basah dan menggunakan handuk putih yang di lilitkan di pinggang, sambil berjalan menghampiri ke arah Keyla yang berada di atas ranjang.
"Kasihan Mom pasti sangat kelelahan."Gumam Marcel melihat Keyla yang tertidur dengan pulas sambil di balut oleh selimut.
"Sayang." Marcel mengelus rambut Keyla dengan lembut, dan sesekali dia mencium keningnya.
Keyla merasakan ada sesuatu yang mengganggu tidurnya, perlahan dia mengerjapkan kedua matanya sambil menyibakan selimut yang membalut tubuh polosnya. Sehingga Marcel bisa melihat bukit kembar yang awalnya putih dan mulus sekarang banyak bekas merah di sana.
Astaga so sexy sayang. Batin Marcel terkekeh ketika dia tidak sengaja melihat bekas merah di bukit kembar Keyla.
"Sayang kamu mau ngapain lagi." Keyla berusaha untuk duduk ketika melihat tangan Marcel akan menyentuh bukit kembarnya yang polos tidak tertutupi.
"Astaga pikiranmu kotor sayang, aku hanya mau membantumu untuk duduk karena mungkin saat ini bagian area sensitifmu sangatlah perih." Ucap Marcel melihat ada noda bercak darah di atas sprei.
Aw
"Hemm sepertinya lecet sayang." Keyla tidak sengaja menyentuh bagian area sensitifnya.
"Biar aku lihat sayang." Perlahan Marcel membuka kedua kaki Keyla, dan dia bisa melihat dengan jelas saat ini ****** Keyla sangat bengkak serta merah akibat perbuatannya yang selalu ketagihan, sedangkan Keyla tanpa ada rasa malu dia membiarkan Marcel untuk melihatnya.
"Astaga sayang maafkan aku, ini harus di obati." Marcel berdiri dan mengambil ponselnya untuk menelpon dokter Caca.
"Kamu mau ngapain sayang?!" Selidik Keyla melihat Marcel yang mondar-mandir sambil menelpon seseorang entah siapa itu, tapi membuat Keyla cemas.
"Sayang diamlah di situ, aku lagi menelpon dokter Caca supaya datang ke sini untuk memeriksamu." Marcel mendekati Keyla yang berusaha untuk berdiri sambil menahan rasa sakitnya.
"Apa kau serius hah." Decak Keyla kesal merebut ponsel milik Marcel, dan segera mematikan panggilannya.
"Kenapa di matikan sayang?!" Tanya Marcel memegang tangan Keyla dengan lembut.
"Kau gila ya mau mengganggu dia bersama Ziko, dan satu lagi Marcel kau mau membocorkan ke dia kalau kita habis melakukan yang tidak seharusnya di lakukan oleh sepasang kasih sebelum menikah." Jelas Keyla panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca menatap ke arah Marcel.
"Sayang maafkan aku." Marcel mendekap tubuh Keyla dengan erat, dan mengusap punggungnya yang masih telanjang.
"Hemm tidak apa-apa, tapi sakit sayang." Dengan suara lirih Keyla mengatakan hal itu kepada Marcel tanpa rasa malu.
"Sebentar ya aku cari tau dulu lewat internet obat apa yang bisa meredakan rasa nyeri di bagian vaginamu sayang, setelah itu aku akan membelinya sebentar ke apotek yang berada di bawah. Tapi sekarang lebih baik ayo aku bantu ke kamar mandi terlebih dahulu sayang." Marcel berusaha menggendong tubuh polos Keyla untuk membawanya ke kamar mandi.
"Berat ya." Tanya Keyla yang melihat Marcel seperti kesusahan menggendong tubuhnya.
"Segini mah masih ringan sayang." Jawabnya sambil berjalan ke arah pintu kamar mandi, sambil tersenyum.
Sesampainya di kamar mandi Marcel mendudukan Keyla terlebih dahulu di atas closet, setelah itu dia mengisi bathup dengan air hangat dan memberikan aroma terapi.
"Ayo sayang kau harus berendam dengan air hangat supaya tubuhmu rilex kembali." Marcel menggendong tubuh Keyla, dan setelah itu dia merebahkan tubuh Keyla di dalam bathup yang berisi air hangat dan aroma terapi.
Aw perih.
"Makasih sayang." Keyla berusaha tersenyum dengan lembut kepada Marcel, menahan rasa perih di area sensitifnya yang terkena air hangat.
"Iya sayang."
❤️❤️❤️
Sekarang Marcel yang berada di dapur sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Keyla, dan menatap hidangan kesukaan Keyla di atas meja makan sambil tersenyum.
Namun pikirannya sekarang tertuju kepada Alex yang pasti masih mempunyai rencana jahat terhadap Keyla.
Entah apa yang membuatmu selalu berbuat jahat kepada Keyla, Dad. Batin Marcel kesal.
"Sepertinya aku harus menanyakan keberadaannya saat ini kepada Ayah." Marcel berjalan ke arah kamar Keyla untuk mengambil ponselnya dan segera menelpon Rangga.
"Hallo selamat pagi yah." Sapa Marcel dengan lembut.
(_______________)
"Yah semalam bagaimana Alex yang berada di sana, apa dia mencari keberadaan Mommy." Tanya Marcel dengan serius.
(____________________)
"Seperti dugaanku dia pasti mencari keberadaan Mommy, untung semalam aku dengan cepat membawa Mommy keluar dari mansion Ziko." Jawab Marcel, sambil membayangkan keadaan Keyla jika semalam tidak cepat membawanya pulang.
(__________________)
"Iya aku harap secepatnya menjebloskan dia ke penjara yah dan kalau bisa bunuh saja jika masih menyakiti Mommy, oh iya yah kalau dia masih saja berkeliaran pasti keberadaan Mommy sangat berbahaya." Marcel menggertakkan giginya membayangkan wajah Alex.
"Sayang kau di mana." Teriak Keyla dari arah kamar mandi, menghentikan Marcel yang sedang menelpon dengan Rangga.
Marcel yang mendengar Keyla berteriak memanggil namanya dia segera mematikan panggilan bersama dengan Rangga, dan setelah itu dia berjalan melangkahkan kakinya menghampiri Keyla yang berada di dalam kamar mandi.
"Apa sudah selesai sayang." Tanya Marcel ketika melihat Keyla yang berusaha untuk berdiri mengambil handuknya.
"Sudah dari tadi aku memanggilmu." Gerutu Keyla mengerucutkan bibirnya.
Oh **** sepertinya Mommy sedang menggodaku saat ini. Batin Marcel.
"Maafkan aku sayang, tadi aku habis bikin sarapan terlebih dahulu untuk kita." Marcel menggendong tubuh Keyla yang di balut oleh handuk, dan membawanya keluar dari kamar mandi.
Ternyata dia jauh lebih dewasa, dan pikiranku salah tentangnya. Batin Keyla merasa bangga.
Keyla yang telah selesai berpakaian yang di bantu oleh Marcel, kini dia sedang sarapan bersama Marcel yang berada di meja makan sambil sesekali tertawa dengan tingkah manja Marcel yang ingin di suapi oleh Keyla sambil merengek seperti anak kecil.
_____________________
Terimakasih yang sudah mampir ❤️
Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote ya🙏