Hot Mommy

Hot Mommy
Melihat calon istriku



"Jack tolong kosongkan jadwal hari ini. Saya ingin melihat Keyla Wijaya calon istriku." Ucap Ziko sambil tersenyum lebar.


"Baik, apa bapak mau membawa buah tangan sebelum pergi kesana?!"


"Heem ide bagus menurutmu dia menyukai apa Jack?" Tanya Ziko.


Eh kenapa dia malah bertanya seperti itu, kan Ibu Keyla calon istrinya. Batin Jack.


"Maaf pak saya kurang tau karena ibu Keyla bukan calon istri saya." Jawab Jack sambil menatap Ziko kebingungan.


"Ah betul juga tapi maksud saya kira-kira dia sama seperti kekasihku sebelumnya menyukai barang branded, perhiasan atau liburan ke luar negri. Jack kamu harus berfikir kira-kira apa atau dulu kekasih kamu di kasih apa ?" Decak Ziko Kesal.


"Maaf pak menurut saya ibu Keyla tidak akan menerima barang itu semua, apalagi liburan ke luar negri. Dia kan orang terkaya di negara ini pasti ibu Keyla sangat mudah untuk mendapatkan itu semua, dan satu lagi bapak kan tau kalau saya dari dulu jomblo." Jawab Jack sambil menatap Ziko.


Ziko menatap Jack dengan tatapan tajam, seketika Jack paham akan situasi ini harus bagaimana. Ya dia harus mencari tau di si Googling, dengan gerakan cepat jari jemari Jack menari di layar ponsel untuk mencari informasi dengan sekali sentuh langsung muncul di layar ponselnya.


"Pak menurut si Googling, bahwa wanita menyukai yang berbau romantis. Apalagi ibu Keyla kan setau saya hatinya masih kesepian setelah di tinggal oleh kedua orangtuanya. Pasti mudah untuk meluluhkan hatinya." Ucap Jack panjang lebar.


Seketika hening Ziko berfikir bahwa ada benarnya juga si Googling. Tapi Ziko lagi-lagi menatap Jack dengan tatapan tajam tidak menjawab ucapan Jack.


Ah kenapa lagi ini matanya apa dia ingin loncat dari tempatnya. Batin Jack.


"Heem misal pergi kencan, dinner romantis dengan di iringi lagu romantis atau memberi seikat bunga dan coklat pak." Ucap Jack dengan suara pasrah.


"Ah kerja bagus Jack besok kamu saya kasih bonus 50rb. Sekarang siapkan semuanya." Perintah Ziko.


Ah yang benar saja 50rb saya juga punya kalau segitu dasar pelit. Batin Jack.


"Pak siapkan yang mana?!" Tanya Jack kebingungan.


"Bodoh kamu Jack siapkan yang seikat bunga mawar dan coklat." Decak Ziko kesal.


Bagaimana saya tau orang dia tidak bilang, dasar Bos bodoh! seharusnya kata itu cocok untuknya. Batin Jack.


"Ba, baik pak tapi apakah Ibu Keyla menyukai bunga mawar?" Tanya Jack.


"Tentu menyukai orang sama cantiknya Jack." Decak Ziko kesal.


Terserahlah ibu Keyla menyukai atau tidak. Batin Jack.


"Baik pak, saya permisi dulu." Ucap Jack sambil meninggalkan ruangan.


WIJAYA GROUP


Ziko keluar dari mobil mewah dan tak lupa Ziko memakai kacamata hitam serta membawa seikat bunga mawar dan coklat. Dengan langkah tegap Ziko menghampiri meja resepsionis di ikuti Jack dari arah belakang.


"Saya ingin bertemu dengan ibu Keyla."


"Ah bapak yang tampan itu lagi." Jawab Resepsionis sambil merapihkan rambutnya


Inikan Resepsionis yang waktu itu keluar air liurnya. Batin Ziko bergidik jijik.


"Heem." Gumam Ziko.


"Maaf ibu Keyla tidak ingin bertemu dengan seseorang yang belum membuat janji." Ucap Resepsionis pelan.


Katanya calon Istriku tapi ketemu saja harus ada janji dulu, haha kasian sekali si Bos. Batin Jack tertawa.


"Bilang saja saya calon suaminya. Ucap Ziko menekan kata suami.


"Hah serius pak? Kirain bapak clientnya ibu Keyla apa jangan-jangan bapak mengada-ngada ya, biar bisa bertemu dengan Presiden direktur. Soalnya kemarin juga ada yang bilang seperti itu." Ucap Resepsionis panjang lebar.


"Maksud kamu?" Tanya Ziko penasaran.


"Iya maksud saya kemarin ada pria bule tampan yang bilang persis seperti bapak, dan saya izinkan untuk bertemu dengan ibu Keyla. Eh belum juga berapa lama sekertaris Diana langsung memarahi saya. Dan set--- Belum selesai melanjutkan ucapannya sudah di potong oleh Ziko.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk menjawab, tidak penting Hah!!" Decak Ziko kesal.


Perasaan tadi dia nanya dasar pria aneh. Batin resepsionis.


Karyawan yang berada di loby melihat kejadian itu sedikit terkejut kebetulan sekertaris Diana lewat.


"Ada apa ini?!" Tanya Diana ke resepsionis.


Resepsionis langsung menundukkan wajahnya yang ketakutan.


Ziko memotong pertanyaan sekertaris Diana.


"Saya ingin bertemu dengan ibu Keyla Wijaya." sambil memperlihatkan bawaannya.


"Kamu lagi." Diana langsung teringat dengan pria yang di usir oleh Keyla.


"Ikut saya."


Sebelum Diana pergi meninggalkan meja resepsionis dia berbalik dan berkata.


"Jangan ada keributan lagi seperti tadi atau kamu akan di pecat dari perusahaan ini." Ancam Diana.


Sekertaris Diana merupakan orang kepercayaan ibu Keyla semua karyawan takut dan menghormatinya.


Di dalam Lift.


"Ada keperluan apa bapak Ziko ke kantor ibu Keyla membawa seikat bunga mawar dan coklat seperti ABG saja, padahal waktu itu ibu Keyla sudah peringatkan Anda untuk tidak datang lagi ke perusahaannya." Ucap Diana heran.


"Heh, diam kamu." Decak Ziko kesal.


Cih


Tidak berapa lama pintu lift terbuka.


"Silahkan pak Diana mempersilahkan Ziko bersama Jack untuk keluar terlebih dahulu."


Diana mengetuk pintu ketika ada suara perintah untuk masuk, ia memegang handle pintu dan membuka secara perlahan. Ziko dengan tidak sabaran masuk kedalam ruangan, Keyla duduk di kursi kebesarannya yang sedang memandangi layar laptop tanpa menyadari ada seseorang.


"Siang sayang." Sapa Ziko.


Keyla yang mendengar ada suara pria, dia melirik dan menoleh ke arah sumber suara.


"Hemm, ada perlu apa Anda ke sini." tanya Keyla sinis.


"Ini sayang buat kamu." Ucap Ziko sambil menyerahkan seikat bunga mawar dan coklat kehadapan Keyla.


"Maaf saya tidak suka bunga dan coklat jadi bawa lagi ini semua." Ucap Keyla datar.


"Sayang gak baik menolak pemberian orang lain." Ucap Ziko dengan suara menggoda.


Keyla hanya melirik dan kembali fokus memandangi laptop.


Sementara Ziko berjalan mendekati kursi kebesaran Keyla berbisik di telinganya sambil sedikit menjilat.


"Cantik sekali calon istriku."


Seketika itu Keyla langsung menampar Ziko dengan keras.


Plakkk


"Jangan kurang ajar Anda terhadap saya." Teriak Keyla menggema di dalam ruangan.


"Kenapa sayang kan wajar sebentar lagi kamu akan menjadi istriku." Jawab Ziko menyentuh sudut bibirnya yang sedikit berdarah.


"Sejak kapan sa--- Keyla belum selesai menyelesaikan ucapannya tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan di kejutkan dengan kedatangan seseorang.


**Hello Readers terimaksih yang sudah membaca karya pertama ku,penasaran!


jangan lupa like, coment dan vote ya supaya semangat buat author update dan bikin karya baru lagi ❤️❤️**