
Hari ini tepatnya hari pernikahan Ziko bersama Caca yang di selenggarakan di mansion keluarga Pratama.
Marcel dengan senyum mengembang melihat dirinya di depan cermin yang mengenakan kaos putih, dan di padukan dengan jas berwarna navy dengan celana yang senada dengan jasnya. Apalagi Marcel sekarang merubah gaya rambutnya, dia terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.
Contoh visual Marcel.
Kau tidak akan bisa lagi merebut Mommy dariku, Ziko. Batin Marcel tersenyum penuh kemenangan.
"Sepertinya aku harus memperlihatkan gaya rambut baruku kepada Mommy." Gumamnya pelan sambil berjalan meninggalkan kamar.
Sementara Keyla duduk di atas sofa sambil menunggu kedatangan Marcel, Dan tidak berapa lama dia melihat sosok Marcel yang tidak seperti biasanya. Bahkan sekarang berkali-kali lipat lebih tampan hingga Keyla menatapnya tanpa berkedip.
Contoh visual Keyla.
Oh god dia sangat tampan, bahkan seperti seorang pangeran yang menjemputku. Batin Keyla masih menatap ke arah Marcel.
"Sayang apakah aku terlalu tampan sehingga kau menatapku seperti itu." Marcel merebahkan tubuhnya di samping Keyla, sambil merangkul pinggangnya.
"Terlalu percaya diri sekali kamu." Rengek Keyla kesal tanpa menoleh ke arah Marcel.
"Harus sayang." Marcel merapihkan rambutnya, sambil tersenyum tipis ke arah Keyla.
"Iya iya terserah kamu saja sayang." Keyla memutar kedua bola matanya malas, menutupi rasa kagumnya terhadap Marcel.
Mommy memang sangat cantik. Batin Marcel tersenyum.
Di dalam perjalanan..
Marcel lebih memilih mengemudi sendiri tanpa adanya supir ketika bersama Keyla, sehingga dia pikir sangat romantis jika seperti pasangan pada umumnya yang mengendari mobil dengan seorang kekasih hati di sampingnya sambil tersenyum lembut ke arahnya.
Namun nyatanya tak seindah pikiran Marcel, Keyla lebih fokus menatap jalanan dan sesekali memainkan ponselnya tanpa mempedulikan sosok Marcel yang sedang mengemudi.
Menyebalkan. Batin Marcel mendengus kesal.
Marcel merasa di abaikan dia terus saja mencuri-curi pandang ke arah Keyla, sehingga tanpa sengaja dia hampir menabrak seorang perempuan yang sedang berada di pinggir jalan hendak menyebrang.
"Marcel awas." Teriak Keyla yang melihat perempuan sedang berdiri menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan.
Ckiitt.
Marcel segera membanting setir untuk menghindari perempuan yang sedang berdiri menutup wajahnya, kebetulan di jalan X tidak banyak kendaraan yang melintas. Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan.
"Kenapa kau tidak hati-hati sayang, tahu begini Mom lebih baik pakai supir." Gerutu Keyla mengusap dadanya yang masih terkejut.
"Sorry Mom aku tidak melihatnya." Kilah Marcel dengan suara lirih.
"Sebesar tadi sayang." Keyla membayangkan tubuh perempuan tadi yang seperti sumo.
"Ya dan aku tidak melihatnya."
"Astaga sayang, kemana mata kamu sampai tidak melihatnya yang sebesar itu." Keyla menggelengkan kepalanya menatap heran ke arah Marcel.
"Mataku hanya untuk melihat bidadari yang berada di sampingku, selain itu mataku mendadak rabun sayang." Sekilas Marcel menatap ke arah Keyla, sambil tersenyum lembut.
"Its no problem honey." Marcel mengedipkan sebelah matanya menoleh ke arah Keyla.
Huh dia selalu saja bisa membuat hatiku terus berdetak sangat kencang. Batin Keyla memegang dadanya.
30 Menit kemudian..
Mobil yang di tumpangi oleh Keyla dan Marcel sudah tiba di kediaman keluarga Pratama, dari luar pagar yang sangat tinggi dan besar tidak terlihat ada acara pernikahan yang di selenggarakan oleh keluarga Pratama. Padahal mereka membuat acara pernikahannya sangat megah, akan tetapi dari luar nampak sepi tidak seperti menyelenggarakan acara pernikahan.
"Huft." Keyla menghela nafas panjang sebelum keluar dari dalam mobil.
Marcel yang melihat kegugupan di wajah Keyla, dengan cepat dia menggenggam tangannya agar menghilangkan rasa gugup yang di rasakan oleh Keyla saat ini.
"Tarik nafas sayang." Marcel perlahan mengangkat satu tangannya ke atas.
"Terus, perlahan buang sayang." Marcel pun ikut membuang nafas, sambil perlahan menurunkan satu tangannya ke bawah.
"Dan seterusnya seperti itu sayang, sehingga ada seorang baby yang keluar dari sini." Marcel mengelus perut Keyla yang masih rata
"Hey, saat ini Mommy belum mau melahirkan sayang." Keyla memukul lengan Marcel.
Hahaha.. Haha..
"Latihan sayang, supaya nanti tidak tegang apalagi nanti kita membuat adonan baby nya." Goda Marcel mengedipkan sebelah matanya ke arah Keyla.
Keyla yang mendengar ucapan Marcel, dengan cepat dia menyembunyikan rona merah wajahnya ke arah samping.
"Sudahlah ayo keluar Mom, lama-lama bersama Mommy rasanya saat ini juga aku ingin menerkammu sayang." Ucap Marcel sambil keluar dari dalam mobil.
"Memangnya Mom mangsamu apa." Gerutu Keyla kesal mengikuti Marcel keluar dari dalam mobil, sedangkan Marcel dia tidak mendengarnya.
Sesampainya di dalam mansion Marcel dan Keyla sekilas menatap ke arah Ziko bersama Caca yang sedang berdiri memberikan senyuman ramah mereka kepada para tamu yang sedang menghadiri acara pernikahannya.
"Ternyata mereka hanya tersenyum palsu di hadapan para tamu, akting yang sangat bagus." Gumam Marcel pelan yang masih terdengar oleh telinga Keyla.
"Hus kau ini jangan bicara seperti itu, siapa tahu mereka sudah ikhlas menerima pernikahan ini." Keyla memukul pelan lengan Marcel.
"Kenyataannya sayang lihatlah." Ucap Marcel dengan santai, sambil menunjuk ke arah Ziko bersama Caca.
Dan Keyla sekarang beralih menatap ke arah Ziko bersama Caca, tak di sengaja manik mata Keyla beradu pandang dengan Ziko yang ternyata sedang menatap ke arahnya.
Dari kejauhan Ziko mematung menatap ke arah Keyla yang berdiri sangat cantik dengan dress putih di samping Marcel, hingga membuat para tamu mulai heran melihat Ziko hanya terdiam tak lagi memberikan uluran tangannya untuk bersalaman kepada para tamu.
Sementara Marcel yang melihat ada yang aneh dengan Ziko, dia beralih menoleh ke samping.
"Astaga Mom, lebih tampan aku di bandingkan dia." Marcel tidak terima ketika Keyla menatap ke arah Ziko.
"Dasar tuan muda pencemburu." Keyla meninggalkan Marcel yang masih berdiri di tempatnya, sedangkan Keyla sudah berjalan menghampiri ke arah Diana yang berdiri bersama Rangga.
Menggemaskan jika dia seperti itu. Batin Marcel terkekeh.
_____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa tinggalkan like, coment, dan vote.