
Sementara Caca masih berada di rumah sakit menjaga sang suami yang belum sadar dari kritis, dan penjagaan rumah sakit pun di perketat oleh anak buah Fahmi Dan Marcel, mereka tidak ingin kembali ada korban.
🖤🖤🖤
Malam telah tiba.
Secara perlahan Keyla mengerjapkan kedua matanya, dan yang dia lihat sekarang rumah serta atap semuanya dari kayu berwarna coklat dengan cahaya lampu mewah yang redup sehingga terkesan seperti sedang berada di rumah yang dia punya di tengah hutan.
Sebentar kenapa aku berada di sini. Batinnya heran menatap sekeliling.
"Aww." Keyla merasakan jika kepala dan badannya serasa sakit, perlahan ia bangun menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Ini memang benar kamarku yang berada di tengah hutan itu tapi kenapa sekarang aku berada di sini, siapa yang membawaku? Perasaan tadi siang Marcel akan membawaku ke suatu tempat. Oh astaga apa ini tempat yang di maksud oleh Marcel." Keyla terkejut ternyata ia baru sadar jika tadi siang sang suami akan mengajaknya untuk ikut ke suatu tempat.
"Di mana dia? Aku harus mencarinya, ish badanku dan kepalaku masih sakit." Perlahan Keyla bangkit dan keluar kamar ia mencari keberadaan Marcel untuk meminta penjelasan.
"Sayang sudah bangun, Ada yang sakit?" Tanya Marcel beruntun, saat dia akan kembali ke kamar sudut matanya tak sengaja melihat ke arah lorong istrinya yang tengah berjalan menatap sekeliling.
"Hmm sedikit, apa ini tempat yang kau maksud di mana dia?" Keyla mencari seseorang yang dia kenal.
"Dia siapa Mom." Marcel mengerutkan keningnya merasa heran dengan sikap sang istri.
"Em maksudku, kenapa kamu bisa mengetahui tempat ini?" Keyla balik bertanya kepada Marcel.
"Ini tempat persembunyian temanku sayang." Jawab Marcel tersenyum, belum saatnya ia menceritakan semuanya kepada sang istri.
"Apa teman yang kau maksud Xiaver ketua Mafia." Dengan ragu Keyla mengatakannya, menatap lekat wajah sang suami seperti sedang terkejut.
Kenapa Mommy bisa mengetahui nama ketua mafia itu. Batin Marcel bertanya-tanya.
"Sayang kemana dia sekarang aku ingin bertemu dengannya?" Karena Marcel tidak menjawab ucapannya, ia kembali bertanya.
"Dia sudah meninggal satu tahun yang lalu Mom." Marcel mengajak sang istri untuk duduk di ruang makan.
"Lebih baik Mommy minum dulu." Marcel bisa melihat raut wajah sang istri terkejut dengan ucapannya, sambil memberikan satu gelas air putih. Walaupun dia sama terkejutnya dengan istrinya kenapa bisa sama mengetahui nama ketua mafia itu, tapi Marcel mencoba untuk menutupi keterkejutannya.
"Satu tahun lebih dia meninggal dan aku tidak mengetahui semuanya." Gumam Keyla tak percaya apa yang di katakan oleh Marcel.
"Apa Mom mengenal dia?!" Tanya Marcel membuyarkan lamunan sang istri.
"Iya dia adalah teman sekaligus anak buah Mommy di dunia gelap." Sekarang saatnya Keyla akan menceritakan semua tentang kehidupan masa lalunya kepada Marcel.
Duuuarrr....
"Haha ternyata Mommy benar-benar wanita misterius." Ucap Marcel terkekeh menutupi rasa keterkejutannya.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy hanya menunggu waktunya yang tepat untuk menceritakan ini semua kepada mu." Jelas Keyla merasa bersalah menyembunyikan kehidupan masa lalunya.
"Sebelum bercerita tolong panggil Lucas ke sini, Mommy tahu kamu pasti juga mengenalnya." Keyla juga ingin mendengarkan cerita kematian Xiaver dari Lucas, dan kenapa dia juga tidak di beritahu tentang kematian Xiaver oleh Lucas.
"Baik Mom sebentar." Marcel menelpon Lucas untuk segera datang menemuinya.
Contoh visul Xiaver.
Tidak berapa lama Lucas berdiri di ambang pintu ruang makan ia terkejut dengan sosok wanita yang dia yakini adalah Nona nya sedang duduk bersama Marcel. Perlahan ia berjalan menghampiri mereka berdua dan untuk menutupi keterkejutannya Lucas memasang wajah datar seperti biasanya.
"Apa kabar Lucas apa kau masih ingat dengan saya." Keyla berdiri menatap tajam ke arah Lucas yang sedang membungkuk hormat, sementara Marcel kembali terkejut dengan sikap Keyla yang tiba-tiba berubah saat kedatangan Lucas.
"Baik, tidak Nona saya masih ingat." Jawab Lucas membungkuk hormat.
"Bagus masih ingat, tapi kenapa kau tidak memberitahuku tentang kematian Xiaver." Bentak Keyla menatap tajam ke arah Lucas.
Bugghhh...
Dengan keras Keyla melayangkan satu pukulan kepada Lucas, sehingga sudut bibirnya berdarah. Sementara Marcel yang sedang memperhatikan di buat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh istrinya.
"Sayang hentikan, dia pasti mempunyai alasan kenapa tidak memberitahumu tentang kematian Xiaver." Marcel berdiri memeluk sang istri saat ia melihat jika Keyla akan kembali melayangkan pukulan di wajah Lucas.
Keyla yang di peluk oleh sang suami emosinya sedikit tenang, apalagi Marcel terus memberikan usapan halus di punggung dan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Maafkan saya Nona." Lucas meminta maaf ia merasa bersalah tidak memberitahukan kematian Xiaver kepada Keyla, karena ini permintaan langsung dari Xiaver.
Marcel kembali mendudukan sang istri, dan dia mulai menceritakan pertemuannya dengan Xiaver di hutan bersama Andrew serta permintaan Xiaver untuk menjadi ketua Mafia yang di pimpin oleh Xiaver.
Setelah Marcel menceritakan panjang lebar, kini giliran Lucas menceritakan semuanya kepada Keyla dan termasuk alasan kenapa dia tidak memberitahukan kematian Xiaver kepada Keyla.
"Maafkan saya Nona itu semua atas perintah ketua untuk tidak memberitahukan kematiannya kepada Nona, karena dia tidak ingin Nona kembali kedunia gelap. Sebenarnya ketua sudah mengetahui jika Nona telah menikah, dia juga sering memantau kegiatan Nona dari jauh karena tidak ingin melihat Nona di celakai oleh siapapun." Jelas Lucas supaya tidak salah paham.
"Dan untuk pertemuan tuan dengan ketua itu adalah suatu yang dia harapkan, karena dia ingin jika tuan menjadi ketua kami dan bisa menjadi lebih kuat untuk melindungi Nona." Lucas kembali menjelaskan dengan raut wajah yang mulai sendu saat mengingat permintaan Xiaver.
"Jadi mohon maafkan saya Nona." Lucas memohon kepada Keyla, sambil membungkuk hormat.
"Baiklah saya sudah memaafkan kamu." Keyla mengusap air matanya yang jatuh, dan melepaskan pelukannya dengan Marcel.
"Antarkan saya ke tempat pemakamannya sekarang." Ucap Keyla berdiri.
"Baik."
Lucas berjalan menuju pemakaman Xiaver dan di ikuti oleh Keyla bersama Marcel dari arah belakang.
Lucas menuju sebuah ruangan yang berada di belakang rumah, dan berjalan menuruni anak tangga di ikuti oleh Marcel bersama Keyla dari arah belakang.
Tidak berapa lama mereka telah sampai di ruang bawah tanah, memperlihatkan batu nisan yang bertuliskan Xiaver serta photo Xiaver yang terletak di batu nisan tersebut.
Keyla tidak kuat melihat jika temannya sekarang telah tiada, dia tidak menyangka jika Xiaver akan pergi meninggalkannya begitu cepat. Padahal Keyla ingin memberitahu dia bahwa sekarang telah menikah dan akan menjadi seorang ibu. Air mata Keyla jatuh membasahi pipinya menatap nanar batu nisan yang kini berada di hadapannya.
"Xia kenapa begitu cepat kamu meninggalkan ku, padahal aku ingin memberitahu mu jika aku sekarang sudah menikah dan akan menjadi seorang ibu. Dan kau akan menjadi Uncle Xia." Keyla tak kuasa menahan tangis, ia merasa bersalah karena tidak memberitahu temannya jika dia sudah menikah.
"Maafkan aku Xia." Keyla menumpahkan kesedihannya di pelukan sang suami, Marcel terus menenangkan sang istri yang terus menangis karena merasa bersalah. Sementara Marcel yang melihat istrinya terpukul atas kepergian temannya tak terasa ia juga meneteskan air matanya.
Ketua sekarang bisa tenang di sana, Nona sekarang sudah tidak sendiri dan ada pria yang akan menjaganya. Mereka sangat menyayangimu ketua. Batin Lucas sedih melihatnya.
**jangan lupa tinggalkan
Like
Comment
Dan vote.
Maaf jika ceritanya bertele-tele karena ini semua author sudah merencanakan semua akhir cerita Hot Mommy**.