
Keesokan harinya.
(Di perusahaan Wijaya Group).
Keyla berjalan melangkahkan kakinya memasuki loby perusahaan, di sana sudah banyak pengusaha dari berbagai perusahaan dan para karyawan Wijaya Group.
Ketika Keyla berjalan dengan anggun di hadapan mereka semua, tiba-tiba cibiran mulai terdengar oleh telinga Keyla dengan tatapan tidak menyangka bahkan tidak menyukai kehadirannya di perusahaan.
"Ternyata kelakuan di belakangnya seperti seorang wanita penghibur."
"Dia memang cantik dan sexy tapi sebagai pemuas nafsu seorang pria."
"Dia tidak cocok menjadi seorang CEO."
"Sebenarnya dia lebih pantas menjadi seorang wanita penghibur."
"Kasihan Bu Keyla."
"Semoga skandal dia dengan seorang pria tidak benar."
"Siapapun dalang dari semua ini aku harap cepat ketemu, aku yakin seorang Keyla Wijaya tidak akan melakukan hal serendah itu."
Masih banyak lagi cibiran dari mereka mulai dari hal positif maupun negatif, akan tetapi Keyla tidak menanggapi cibiran mereka.
Keyla tetap berjalan dengan anggun melangkahkan kakinya menuju pintu lift khusus Direktur. Kebetulan pintu lift sudah terbuka, di dalam sudah ada sekertaris Diana yang sedang menekan tombol lift sambil menatap ke arahnya.
"Key lo gpp?!" Tanya Diana menatap khawatir ke arah Keyla yang sudah masuk ke dalam lift.
"Gua gpp tenang saja." Balas Keyla tersenyum kepada Diana.
"Syukurlah kalau lo gpp, tapi jika ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran lo cerita saja. Gua siap untuk mendengarkannya buat lo Key." Jelas Diana panjang lebar tersenyum ke arah Keyla, sambil memeluknya.
"Thanks, lo memang sahabat terbaik." Keyla membalas pelukan Diana.
Tidak berapa lama pintu lift sudah terbuka.
Ting.
Keyla berjalan terlebih dahulu keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh Diana dari arah belakang menuju ke dalam ruangannya.
______________
Sementara Caca yang berada di perusahaan Wijaya Group, dia berjalan melangkahkan kakinya menuju ruangan Keyla.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk." Perintah Keyla dari dalam ruangan.
Caca mengetuk pintu ruangan Keyla dengan tidak sabar, akan tetapi ketika mendengar perintah dari Keyla. Dia segera masuk ke dalam dengan tergesa-gesa sambil mengatur nafas.
"Keyla itu berita tidak benar kan?!" Tanya Caca mengatur nafas, sambil menatap ke arah Keyla.
Sementara Keyla dan Diana, yang sedang berada di dalam ruangan merasa terkejut dengan kedatangan Caca.
"Maemunah, bisa tenang gak lo." Decak Diana kesal.
"Jubaedah, lebih baik lo diam saja." timpal Caca menghiraukan tatapan tajam Diana.
"Key jawab berita itu bohongkan." Protes Caca.
"Hey menurut lo, apa gua memang seperti itu. Padahal lo juga tahu kan sebelumnya gua tidak pernah dekat dengan seorang pria." Dengan santai Keyla mengatakan hal itu kepada Caca.
"Iya memang benar itu bukan lo."
"Jadi siap-- Caca belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh kedatangan Ziko, yang sedang berjalan masuk ke ruangan Keyla tanpa permisi.
Deg.
Kenapa dia bisa ada di sini. Batin Ziko bertanya-tanya.
Ziko sekilas menatap ke arah Caca, Diana dan Keyla secara bergantian.
Jadi mereka bersahabat. Batin Ziko tidak menyangka.
"Hey kau sedang apa berdiri di situ." Teriak Diana kesal, menatap tajam ke arah Ziko.
"Dasar pria aneh." Gumam Caca pelan.
"Sayang apa benar berita itu." Tanya Ziko mengalihkan pandangan menatap ke arah Keyla.
"Iya seperti yang kau lihat." Dengan santai Keyla menjawab tanpa melihat ke arah Ziko.
"Kenapa kau menghianatiku Key, padahal selama ini aku mencintaimu lebih dari 8 tahun lamanya." Keluh Ziko dengan tatapan sendu.
Ini yang terbaik buat kita berdua Ziko, sebenarnya aku sudah lama mengetahui perjodohanmu dengan sahabatku Caca. Aku berharap semoga kalian bersama dan bahagia karena aku tidak ingin Caca kembali bersama pria brengsek itu, lebih baik dia denganmu yang selama ini aku tahu kalau kamu sudah berubah menjadi lebih baik. Batin Keyla lirih.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepadamu yang sudah mau mencintaiku selama 8 tahun lebih." Jawab Keyla dengan suara datar.
"Dan semoga kau menemukan wanita yang lebih baik dariku, Di siapkan berkasnya kita harus segera keruangan pertemuan." Keyla berdiri dan berjalan meninggalkan ruangannya.
Seketika tubuh Ziko lemas seperti ada batu yang menghantam tubuhnya sangat keras.
"Baik Bu." Jawab Diana mengikuti langkah Keyla dari arah belakang, sambil membawa berkas.
"Tunggu aku." Caca berlari mengejar Keyla dan Diana yang sudah mulai di ambang pintu.
Pagi ini meeting seluruh petinggi di perusahaan Wijaya Group. Keyla mengatakan untuk serah terima jabatan sementara kepada Marcel. Keyla bukan tidak ingin memberikan kesempatan kepada orang lain, akan tetapi sekarang Marcel sudah berhak sepenuhnya atas perusahaan Wijaya Group karena memang dia sekarang sudah menjadi bagian dari keluarganya.
Contoh visual Marcel.
Keyla memperlihatkan surat kuasanya di layar proyektor, yang sengaja telah dia siapkan sebelumnya. Agar mereka semua lebih percaya dengan adanya menunjukkan surat kuasa kalau sekarang Marcel berhak menjadi seorang CEO Wijaya Group.
Dan seluruh petinggi perusahaan dan divisi yang menghadiri rapat pagi ini pun sedikit terkejut mendengarnya, apalagi Alex yang berada di tengah-tengah pengusaha lain, tentu saja rata-rata dari mereka menilai orang dari usia dan penampilannya saja.
"Mana bisa pria seperti itu yang hanya mengandalkan ahli waris saja memimpin perusahaan ini." Ucap salah satu dari mereka.
"Bu Keyla pikir menjadi seorang pemimpin perusahaan hal yang main-main, lebih baik dia belajar terlebih dahulu di sekolah."
Dan masih banyak lagi..
"Stop!! Saya harap kalian lebih bisa menghormati CEO yang telah resmi menggantikan saya, usia maupun penampilan tidak menjamin akan sebuah tanggung jawab menjadi pimpinan. Ingat saya buktikan kepada kalian semua jika Marcel Wijaya bisa menjadi seorang CEO." Dengan tegas Keyla mengatakan hal itu kepada semua orang yang berada di dalam ruangan.
Sedangkan Alex sedari tadi melihat rencananya gagal, dia mengepalkan kedua tangannya dengan menahan amarah.
Contoh visual Keyla.
Jangan harap kau bisa bermain-main denganku, dan merebut yang sudah menjadi milikku. Batin Keyla menatap ke arah Alex.
Selesai rapat Keyla, Diana, Caca dan juga Marcel kembali ke ruangan Keyla. Setelah mereka memasuki ruangan Keyla tidak berapa lama Rangga dan di ikuti oleh Ziko dari arah belakang masuk ke dalam ruangan Keyla.
_______________
Terimakasih yang sudah mampir❤️