Hot Mommy

Hot Mommy
Skandal



Hari ini Keyla pulang lebih awal ke Indonesia, untuk urusan pertemuannya di London dia serahkan kepada sekertaris Diana.


Akan tetapi sebelum pulang Keyla memutuskan untuk bertemu terlebih dahulu dengan Rangga di sebuah restoran hotel the lanes borough.


"Jadi kau akan pulang lebih awal ke Indonesia?!" Tanya Rangga dengan tatapan menyelidik.


"Iya, seperti yang sudah saya rencanakan kita mulai permainannya. Dan kalau bisa secepatnya menangkap orang tersebut yang sudah berani bermain denganku." Keyla tersenyum menyeringai ke arah Rangga.


Sedangkan Rangga dengan susah payah menelan salivanya menatap ke arah Keyla, tidak menyangka sosok Keyla yang cantik, sexy dan cerdas bisa semenakutkan ini untuk menangkap mangsanya. Berwajah dingin tanpa ekspresi saja sudah sangat takut apalagi sekarang pikir Rangga.


"Jadi selanjutnya." Selidik Rangga.


"Kita liat saja permainanku selanjutnya, dan kau apa tidak sebaiknya pulang lebih awal. Biarkan urusan pertemuan serahkan saja kepada tangan kananmu." Dengan santai Keyla menjelaskan kepada Rangga.


"Baiklah sepertinya saya harus memantau situasi seperti ini dengan duduk bersantai saja." Rangga tersenyum menatap wajah Keyla yang sedang meminum segelas jus.


Kini Keyla sudah berada di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Wijaya, yang sebelumnya sudah di siapkan oleh sekertaris Diana.


Di sisi lain, poto Keyla yang sedang tidur seranjang dengan seorang pria di hotel tersebar di jejaring sosial dan stasiun TV. Poto-poto itu begitu cepat tersebar hingga menjadi trending di mana-mana. Dengan kata kunci Keyla Wijaya memiliki skandal dengan seorang CEO tampan dari perusahaan Putra Jaya, bahkan menjadi barisan teratas dalam pencarian di internet.


Keyla yang melihat berita itu tersebar begitu cepat hanya bisa memejamkan kedua matanya, dan hatinya berharap kalau Marcel tidak salah paham.


Tak di sangka Marcel telah melihat berita itu melalui pesan yang masuk ke ponselnya, dia geram mengepalkan tangannya hingga bergetar. Perasaan marah dan kecewa tergambar jelas di raut wajahnya.


Betapa tidak, seorang Mommynya yang selama ini di kenal dengan seorang wanita baik-baik. Bahkan dia tidak pernah terlihat dekat dengan lelaki manapun.


"Siapa pria yang sudah tidur dengan Mommy?!" Gumamnya pelan sambil menatap layar ponsel.


"Sepertinya aku harus menunggu kedatangan Mom, dan menanyakan hal tersebut langsung kepadanya." Marcel berjalan dengan tatapan kosong masuk ke dalam kamar Keyla.


Ceklek.


Marcel membuka handle pintu kamar Keyla dan berjalan melangkahkan kakinya menuju ranjang king size dengan tatapan sendu, sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Mom kau tahu aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa melihat kau tidur sekamar di hotel dengan pria lain, bahkan sampai kau menikah dengannya aku tidak bisa jauh darimu." Tak sengaja Marcel meneteskan air matanya menatap nanar ke langit-langit kamar.


Sementara di tempat lain ..


Ziko dan beberapa orang yang mengenal Keyla begitu syok saat melihat berita di TV tentang skandal Keyla tidur dengan seorang pria di kamar hotel. Mereka hampir tidak percaya jika wanita dalam poto itu adalah seorang Keyla Wijaya. Namun, poto tersebut begitu jelas tergambar wajah Keyla yang tidur dengan lelapnya dalam pelukan seorang pria.


Tidak lama kemudian Keyla sudah tiba di Indonesia, dengan langkah cepat Keyla berjalan menghampiri mobil yang telah di sediakan oleh sekertaris Diana.


"Pak cepat ke apartemen." Perintah Keyla kepada supir, sambil tergesa-gesa masuk ke dalam mobil.


"Baik Bu."


15 Menit kemudian mobil yang Keyla tumpangi sudah sampai di depan apartemen, sebelum keluar dari mobil Keyla tidak lupa memakai masker dan kacamata hitam dengan kepala yang di tutupi oleh syal.


Dengan langkah cepat Keyla berjalan menuju lift, dan di ikuti oleh pengawal yang membawa barang Keyla dari arah belakang.


Ting.


Keyla yang melihat pintu lift terbuka, dia segera masuk ke dalam lift dan masih di ikuti oleh pengawal dari arah belakang. Kebetulan di dalam lift tidak ada lagi orang selain dirinya dan pengawalnya.


Ting.


"Pak biar saya saja yang bawa." Keyla merebut kopernya dari pengawal.


"Oh iya sekarang kau siapkan mobil, sebentar lagi saya dan Marcel akan turun ke bawah. Suruh beberapa pengawal datang untuk berjaga-jaga di dalam mobil yang berbeda dan jika keadaan di sana sudah mulai sedikit kondusif segera hubungi saya." Perintah Keyla yang masih berjalan menuju apartemennya.


"Baik Bu saya permisi." Pengawal segera melaksanakan perintah Keyla.


Alangkah terkejutnya ketika Keyla memasuki kamarnya dia menemukan Marcel yang sedang tidur di atas ranjangnya. Dengan langkah pelan Keyla menghampiri ke arah Marcel dan duduk di sebelahnya sambil menatap raut wajah Marcel, dia sedikit tertegun ketika melihat ada cairan bening dari sudut matanya.


"Apa kau sudah mengetahui semuanya sayang." Gumamnya pelan mengusap cairan bening dari sudut mata Marcel.


"Mom harap kau tidak salah paham." Gumam Keyla meneteskan air matanya, sampai tak terasa mengenai wajah Marcel.


Marcel merasakan ada cairan yang mengenai wajahnya, dengan pelan dia membuka kedua matanya tiba-tiba mereka saling beradu pandang dan menciptakan keheningan di dalam ruangan tersebut.


Marcel yang sudah sadar jika saat ini bukan mimpi kalau Keyla sudah kembali, dengan sigap dia langsung memeluk Keyla.


"Mom aku sangat merindukanmu." Ucap Marcel dengan suara parau, sambil menempatkan kepalanya di ceruk leher Keyla.


"Astaga kau sangat cengeng sekali sayang." Keyla terkekeh mendengar ucapan Marcel, padahal hatinya sangat sakit bahwa kenyataannya saat ini ada masalah tentang skandal dengan seorang pria.


"Mom bolehkah aku bertanya." Tanya Marcel yang masih menempatakan kepalanya di ceruk leher Keyla.


"Iya boleh sayang." Jawab Keyla lembut, sambil mengusap punggung kokoh Marcel.


"Apa berita itu benar Mom." Dengan ragu Marcel mengatakan hal itu kepada Keyla.


"Apa kamu percaya sayang." Keyla melepaskan pelukannya dan beralih menatap manik mata Marcel.


Marcel hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Makasih sayang, nanti Mom jelaskan ya. Sekarang cepat kamu bereskan barang-barang yang ingin di bawa karena kita akan pindah dari sini." Keyla mengelus pipi Marcel sambil tersenyum.


"Baik Mom, aku harap berita itu tidak benar dan aku sebenarnya sangat mencintaimu bukan sebagai seorang anak kepada ibunya melainkan seorang pria mencintai kekasihnya." Dengan mantap Marcel mengatakan hal itu, sambil tersenyum ke arah Keyla.


*Deg.


Deg.


Deg*.


Seketika Keyla membeku dan menatap manik Marcel dengan tatapan menyelidik, dia ingin mencari kebohongan di sana akan tetapi dia tidak menemukannya.


Kenapa jantungku berdebar. Batin Keyla memegang dadanya.


_____________________________


Terimakasih sudah mampir❤️


Semoga kalian menyukai ceritaku yang alakadarnya🤣