
Keyla bangkit dari duduknya, dan berjalan ke arah sofa sambil membawa tas.
"Di nanti informasinya lo kirim lewat email saja ya, gua pulang dulu." Ucap Keyla dengan santai, sambil melirik ke arah Marcel.
"Baiklah, nanti gua kirim lewat email." Dengan malas Diana menjawab.
Marcel yang sedari tadi duduk, dan memperhatikan percakapan Diana dan Keyla. Kini dia berdiri dan meregangkan otot-ototnya.
huh rasanya badanku sakit semua jika seharian duduk. batin Marcel dengan suara parau.
"Mom ayo kita pulang." Ajak Marcel menatap Keyla.
"Ayo sayang."
"Hey kalian tunggu, kenapa tidak mengajakku pulang juga sih." Gerutu Diana kesal, dan berdiri menatap Keyla dan Marcel secara bergantian.
"Hem.. Yasudah ayo." Ajak Keyla menarik tangan Diana.
"Nah gitu dong, kali-kali ajak gua juga untuk makan bersama kalian." Ucap Diana santai, sambil mengimbangi langkah Keyla.
Lumayan kan gratis. Batin Diana terkekeh.
Sedangkan marcel yang sedang berada di belakang Keyla dan Diana, dia memutar kedua bola matanya malas ketika Diana mengatakan hal itu.
"Gua tau, otak lo tuh ingin yang gratis." Ucap Keyla kesal dan menyentil kening Diana.
Aww
"Key sakit tahu." Jawab Diana mengerucutkan bibirnya ke arah Keyla.
"Oh astaga Diana, lo sama sekali tidak ada imut-imutnya." Ucap Keyla menggelengkan kepalanya ke arah Diana.
"Bener Mom yang ada terlihat menyeramkan." Timpal Marcel dari arah belakang.
Haha.. haha..
"Bener sayang, Mom baru menyadarinya." Ucap Keyla di sela tawanya.
Sedangkan Diana kini raut wajahnya terlihat merah menahan kesal, dengan menatap ke arah Keyla dan Marcel secara bergantian. Marcel yang melihatnya pun langsung berkata.
"Wow, lihat Mom wajahnya seperti tuan crab." Ucap Marcel di sela tawanya.
"Wah gawat sayang sepertinya kita harus." Keyla tidak meneruskan ucapannya, dia melirik ke arah Marcel dan mengangguk.
"Lari Mom." Ucap Marcel sambil menarik tangan Keyla untuk berlari.
"Hey awas saja kalau aku bertemu dengan kalian." Teriak Diana kesal, menatap punggung Keyla dan Marcel yang mulai sudah tidak terlihat.
"Ck, menyebalkan." Gerutu Diana kesal, menghentak-hentakkan kakinya di lantai sambil berjalan.
Malam harinya..
Di meja makan Keyla dan Marcel sedang menikmati makan malam, sambil sesekali Marcel mencuri-curi pandang ke arah Keyla yang sedang menikmati makan malam dengan lahap.
"Berhenti menatap Mommymu." Ucap Keyla santai tanpa melihat ke arah Marcel.
"Kenapa Mommy bisa tahu?!" Selidik Marcel heran.
"Itu mudah bagi Mommymu, sayang." Keyla tersenyum ke arah Marcel.
Satu kata buat Mom, cantik! Batin Marcel terkekeh.
Keyla sebenarnya enggan untuk menanyakan hal ini kepada Marcel, akan tetapi dia harus menanyakannya supaya rasa penasaran tidak menghantuinya lagi.
"Sayang apa boleh Mom bertanya." Tanya Keyla serius.
Ada apa ini sepertinya Mom sangat serius. Batin Marcel heran.
"Yes Mom."
"Apa kau masih mengingat wajah kedua orangtuamu, sayang?!" Dengan gugup Keyla bertanya kepada Marcel.
JDUARR..
"Heem kenapa Mom tiba-tiba menanyakan hal itu." Raut wajah Marcel berubah menjadi sendu.
Setelah melihat perubahan di raut wajah Marcel, kini Keyla berdiri dan berjalan menghampiri kursi Marcel.
"Sayang, Mom hanya bertanya. Jadi jika kau belum siap untuk mengatakannya tidak apa-apa." Ucap Keyla dengan suara parau, sambil mengelus rambut Marcel.
Sebenarnya kedua orangtuaku tidak menginginkan kehadiranku selama ini Mom. Makanya aku di buang, bahkan sebelum aku di buang mereka selalu menyiksaku. Dan aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu Mom.
Selama ini aku berharap aku tidak bisa mengingat wajah mereka lagi, akan tetapi bayangan masa kecil selalu menghantuiku, betapa kejamnya mereka menyiksaku. Bahkan selama 18 tahun aku tidak pernah bisa merasakan apa yang namanya tidur nyenyak.
"Mom sorry." Akan tetapi hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Marcel, sambil menarik pinggang Keyla dan membenamkan wajahnya di perut Keyla.
Keyla menyadari baju bagian perutnya terasa basah, dan melihat punggung Marcel bergetar. Keyla merasa bersalah telah menanyakan hal itu kepada Marcel, kalau bukan karena ke egoisannya mungkin sekarang Keyla tidak akan melihat Marcel sedang menangis.
"Sayang maafkan Mommymu." Keyla ikut meneteskan air matanya, sambil mengelus punggung Marcel.
Marcel merasakan ada cairan yang menetes di punggungnya, seketika dia melepaskan pelukannya dan menatap ke arah wajah Keyla yang sedang berdiri.
"Mom jangan menangis." Marcel berdiri dan mengusap air mata yang menetes di pipi Keyla.
"Sayang." Keyla langsung menghambur ke dalam pelukan Marcel, dengan sigap Marcel langsung membalas pelukan Keyla dengan erat.
"Mom aku akan menceritakan semua masa kecilku ke padamu, sebelum aku bertemu dengan wanita secantikmu ini." Ucap Marcel menggoda, sambil mengelus rambut milik Keyla.
"Hem, Mom siap akan mendengarkan ceritamu sayang." Keyla melepaskan pelukannya, dan mengedipkan sebelah mata ke arah Marcel.
"Mom kau sudah bisa menggodaku ya." Jawab Marcel terkekeh, menatap ke arah Keyla.
Haha.. haha
"Bisa dong." Ucap Keyla di sela tawanya.
"Mom sekarang duduk saja ya, biar aku yang membereskan sisa makanan dan mencuci piringnya." Ucap Marcel, sambil menyuruh Keyla untuk duduk di kursi.
"Benarkah." Mata Keyla berbinar ketika Marcel mengatakan hal itu.
Mom kau sangat menggemaskan. Batin Marcel seketika tersenyum.
"Yes Mom, serahkan semuanya padaku. Setelah selesai aku akan menceritakan semuanya padamu Mom." Dengan bangga Marcel mengatakan hal itu kepada Keyla.
"Baiklah."
10 Menit kemudian..
"Akhirnya selesai juga." Ucap Marcel antusias, dan berjalan menghampiri Keyla yang sedang duduk di kursi meja makan.
Keyla yang tidak sengaja melihat Marcel sedang berjalan ke arahnya, dia langsung tersenyum menatap manik mata Marcel.
"Sayang apa sudah selesai." Tanya Keyla tersenyum.
"Yes Mom, ayo kita ke kamar." Ajak Marcel mengedipkan sebelah matanya.
"Ngapain sayang." Keyla mengerutkan keningnya ke arah Marcel.
"Untuk membuat anak Mom." Dengan santai Marcel mengatakan itu kepada Keyla.
"What." Kini Keyla membulatkan matanya menatap tajam ke arah Marcel.
Tiba-tiba tawa Marcel pecah, terdengar menggema di seluruh ruang makan. Keyla refleks membuka matanya. Di lihatnya Marcel sedang terpingkal sambil memegang perutnya, Kini wajah Keyla terlihat sangat merah menahan marah, perlahan dia bangkit dari kursi dan mencubit perut Marcel.
Marcel hanya menyentuh perutnya tanpa berhenti tertawa, sedangkan Keyla sudah sangat kesal dia pergi meninggalkan Marcel di ruang makan.
"Mom tunggu." Teriak Marcel di sela tawanya yang melihat punggung Keyla mulai menjauh.
"Sorry Mom, aku hanya becanda." Marcel menjelaskan, sambil berjalan dengan langkah panjang untuk mengimbangi langkah Keyla.
_______________________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Akhirnya aku bisa double UP semoga kalian suka😍