
"Bos sorry amplop yang berisi photo-photo si Keyla tidak ada di atas meja." Vino menelpon Alex dan memberitahukan jika amplop itu hilang.
(______________________)
"Iya di atas meja, dan saya tahu orang yang mengambil amplop itu siapa. Sepertinya dia juga mengetahui rencana kita bos." Jelas Vino panjang lebar kepada Alex, persetanan Alex marah dengannya itu urusan nanti yang terpenting dia sudah memberitahukan hal ini kepadanya.
(_______________________)
"Dia adalah dokter Caca yang bekerja di rumah sakit ini." Ucap Vino dengan kesal jika dia harus menyusun rencana kembali bersama Alex.
Sementara Alex yang mendengar nama mantan kekasihnya di sebutkan oleh Vino, dia hanya bisa mematung tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.
Vino mengerutkan keningnya, dia menunggu jawaban selanjutnya dari Alex. Akan tetapi Alex sama sekali tidak berbicara setelah mendengar nama orang yang mengambil amplop itu. Signal di sini masih bagus dan tidak mungkin juga jika di sana tidak ada signal pikir Vino.
"Bos hallo, hallo, apa bos masih mendengar ucapan saya." Vino memastikan jika Alex masih mendengar ucapannya atau tidak.
(_________)
"Baik bos saya akan membunuhnya." Setelah itu Vino menutup teleponnya, sambil tersenyum menyeringai.
_______________________
Sementara di Mansion Wijaya.
Marcel yang berada di samping sang istri terus memandangi wajah cantik Keyla yang sedang tertidur pulas, sambil tersenyum dan sesekali dia mengelus perutnya seakan mengisyaratkan jika saat ini kebahagiannya sudah lengkap memiliki istri cantik dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.
"I love you so much my wife." Marcel mencium kening Keyla, sambil tersenyum.
"I love you too my hubby." Jawab Keyla tersenyum dengan mata yang masih terpejam.
"Mom?" Marcel terkejut jika Keyla ternyata membalas ucapannya, dia lihat sang istri tertidur sangat pulas.
"Terimakasih kamu sudah mencintaiku dengan tulus hubby." Ucap Keyla membuka kedua matanya, dan sekilas mencium bibir tipis sang suami.
Marcel yang mendapat perlakuan seperti ini dari sang istri rasanya sekarang dia ingin memakannya. Tapi apalah daya dia hanya bisa menggigit jari karena dokter selalu mengingatkan dirinya untuk jangan terlalu sering berhubungan badan.
"Iya sayang." Jawab Marcel tersenyum dan sedikit lesu.
"Kamu kenapa sayang?" Keyla mengerutkan keningnya menatap sang suami.
"Tidak, memangnya aku kenapa?" Marcel balik bertanya kepada Keyla.
"Aish kenapa kamu jadi balik nanya sama aku." Ucap Keyla terkekeh.
"Aku ingin kamu." Marcel mengurucutkan bibirnya, dan di mata Keyla itu terlihat menggemaskan.
"Apa sayang hmm?" Keyla mendekatkan wajahnya kepada Marcel, sekarang dia sangat senang bisa menjaili sang suami.
"Itu sayang bolehkah." Wajah Marcel terlihat sangat menyedihkan di mata Keyla.
Haha,, haha,, haha,, haha.
Keyla tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan sang suami jika dia sedang menginginkannya. Apakah suami di luaran sana seperti itu jika sedang menginginkan istrinya? Pikir Keyla merasa gemas melihat tingkah sang suami.
"Tidak lucu sayang." Marcel merebahkan tubuhnya di samping Keyla, dengan raut wajah kesal.
"Maaf sayang habisnya kamu sangat menggemaskan." Ucap Keyla di sela tawanya, sambil memutar tubuhnya ke arah Marcel.
"Sayang." Kini wajah Marcel dan Keyla hanya berjarak beberapa centi, mereka juga bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.
Saat akan menyatukan bibirnya dengan sang istri tiba-tiba suara dering ponsel yang berada di atas nakas menghentikan kegiatan mereka berdua.
📞 Ayah is calling.
"Ayah selalu saja mengganggu waktuku dengan Mommy." Batin Marcel kesal.
"Hallo yah ada apa?" Tanya Marcel kesal.
(__________)
"Iya,, iya ada apa?" Sekilas Marcel melirik ke arah sang istri.
"Iya, aku dan Mommy akan segera pergi ke sana sekarang." Marcel menutup teleponnya, dan setelah itu dia memberitahukan kepada sang istri jika aunty Diana sedang berada di rumah sakit sekarang.
Keyla yang mendengar sahabatnya masuk ke rumah sakit dia segera mengganti pakaian, pikirannya sekarang sangat mengkhawatirkan keadaan Diana. Kenapa Diana bisa ada di rumah sakit, padahal dia dan Diana baru saja menghabiskan waktu di ruang keluarga dan keadaannya pun sehat-sehat saja pikir Keyla.
"Ayo sayang." Ajak Marcel menggandeng tangan sang istri untuk pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Keyla bersama Marcel langsung menuju ke kamar Diana yang berada di lantai 3, namun saat akan menaiki lift Marcel tidak sengaja menyenggol bahu dokter karena sang istri mengajaknya untuk berjalan dengan cepat sehingga dia tidak tahu jika ada orang di depannya.
"Maaf dok saya tidak sengaja." Marcel tidak enak hati karena dokumen yang di bawa oleh dokter tersebut berserakan di atas lantai.
"Maafkan suaminya saya dok." Keyla membuka suara dan menekan kata suami, pasalnya dokter wanita itu sedari tadi menatap suaminya tanpa berkedip.
Dasar mata jelalatan. Batin Keyla kesal.
Saat Marcel akan membantu dokter wanita itu, tiba-tiba Keyla menarik tangan sang suami untuk segera ke ruangan Diana karena dia begitu mengkhawatirkan keadaan sahabatnya. Marcel sempat akan menolak permintaan sang istri karena tidak enak hati jika dia tidak ikut andil membereskan dokumen tersebut. Namun entah ada angin apa sikap Keyla tidak seperti biasanya yang tidak peduli dengan orang lain.
"Maaf tuan jika anda dan istri anda sedang buru-buru mencari sesuatu di rumah sakit ini tidak apa-apa, saya sudah terbiasa membereskannya sendiri." Ucap dokter wanita itu dengan ramah, sambil tersenyum menatap ke arah Marcel.
Rasanya ingin aku tusuk matanya, jelas-jelas dia tahu jika aku ini istrinya. Batin Keyla kesal melihat sikap dokter wanita itu seperti sedang menggoda suaminya.
"Baiklah sekali lagi maafkan saya dok." Keyla dengan kesal menarik tangan Marcel untuk segera menuju ke kamar Diana.
Dari kejauhan dokter wanita itu tersenyum menyeringai menatap kepergian Marcel bersama Keyla.
Sepertinya rencanaku akan berhasil, ya walaupun tadi istrinya menatap tidak suka padaku. Batinnya tersenyum.
Flashback on.
Saat keluar dari lift dokter Cika bisa melihat dari kejauhan Marcel pemilik Wijaya Group dan istrinya sedang berjalan ke arahnya.
"Aku harus bisa mendapatkannya dengan cara apapun itu, ya walaupun memang aku di bayar untuk merusak rumah tangganya tapi aku benar-benar jatuh cinta padanya bagiku dia sangat sempurna." Gumam dokter Cika menatap Marcel.
"Sepertinya ini kesempatan emas untukku." Dokter Cika memang sengaja menyenggol bahu Marcel dan melempar dokumen itu ke atas lantai agar dia bisa lama menatap wajah Marcel.
**Flashback off. **
Di dalam lift Marcel terus menggoda sang istri, karena tidak biasanya sikap Keyla menunjukkan kalau dia sedang cemburu pada wanita lain.
"Cie yang lagi cemburu." Marcel menyentuh dagu Keyla, sambil tersenyum menggoda.
Kebetulan di dalam lift hanya ada mereka berdua jadi tidak ada salahnya jika saat ini Marcel menggoda sang istri pikirnya.
Terimakasih sudah mampir membaca karyaku.
Jangan lupa tinggalkan Like, Coment, dan Vote.