Hot Mommy

Hot Mommy
Membatalkan perjodohan



"Jadi apa rencanamu Son?!" Tanya Rangga yang sudah malas melihat tingkah Marcel dan Keyla yang bermesraan di hadapannya.


"Ya kita pura-pura saja tidak lagi mencari keberadaannya dan melupakan balas dendam terhadap Alex, nah ketika dia lengah baru kita menangkap serigala berbulu rimba itu." Marcel tersenyum menyeringai menatap ke arah Rangga.


"Yah kapan kau akan melamar Keyla untukku." Ucap Marcel serius menatap ke arah Rangga, mengalihkan pembicaraan.


Uhuk..Uhuk..


Ketiga orang yang sedang mendengarkan ucapan Marcel, di buat terkejut ketika dia mengatakan kapan akan melamar Keyla. Mereka mengira dia mengatakan hal itu sedang bercanda nyatanya Marcel berdiri dan berjongkok di hadapan Keyla sambil menggenggam tangannya.


"Sayang will you marry me?!" Marcel tersenyum dengan lembut menatap manik mata Keyla.


"Bocah tengil yang romantis dong, Keyla itu lebih suka yang." Diana tidak meneruskan ucapannya karena sudah di potong oleh Keyla, sementara Marcel menoleh ke arah Diana dengan tatapan penuh selidik.


"Sayang." Keyla tersipu malu sekaligus mengalihkan pembicaraan, sambil membalas tatapan Marcel.


"Son kau serius dengan Keyla?!" Tanya Rangga yang sedari tadi hanya memperhatikan.


"Iya Aya aku serius dengan Keyla." Jawab Marcel sambil menoleh ke arah Rangga, dan beralih kembali menatap Keyla lalu tersenyum.


"Apa kau tidak keberatan jika menikah dengan anakku Key." Rangga beralih bertanya kepada Keyla.


"Hemm ya aku tidak keberatan." Jawab Keyla terbata-bata, dan setelah itu dia tersenyum ke arah Rangga.


"Jadi kapan akan meresmikan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius lagi, Dan mempublikasikan ke semua orang." Diana ikut bertanya kepada Keyla dan Marcel.


"Secepatnya." Jawab Keyla dan Marcel serentak menatap ke arah Diana.


"Bagus itu lebih baik supaya aku bisa menimang cucu secepatnya." Diana menyadari ucapannya ada yang salah, dia segera menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Maksudmu cucu?!" Selidik Keyla dengan serius dan tidak meneruskan ucapannya dia beralih menatap ke arah Rangga.


"Maksudku secepatnya Rangga pasti ingin mendapatkan cucu, iya kan?!" Diana menoleh ke arah Rangga, sambil mengedipkan sebelah matanya.


Aish kenapa mulutku bisa keceplosan, untung aku cerdas bisa mengalihkan pembicaraan. Batin Diana menghela nafas.


"Iya secepatnya kalian harus memberikkan aku cucu." Rangga tidak habis pikir bisa-bisanya Diana mengalihkan pembicaraan dan melemparkan kepadanya.


Eh tunggu dulu tadi dia menyebutkan ingin secepatnya mempunyai cucu, apa maksudnya. Batin Rangga bertanya-tanya menatap ke arah Diana.


Sementara Diana yang sudah merasa tidak aman lagi berada di mansion Keyla, dengan perlahan dia beranjak berdiri menatap satu persatu yang sedang duduk di atas sofa menatap ke arahnya.


Aish mulutku selalu saja keceplosan. Batin Diana gugup.


"Lo mau kemana Di?!" Selidik Keyla menaikkan satu alisnya menatap ke arah Diana yang sudah berdiri.


"Oh itu Key, gua lagi ada urusan." Jawab Diana kikuk, dan tersenyum memperlihatkan giginya.


"Biasanya juga Aunty suka ikut makan malam terlebih dahulu, demi yang gratisan." Timpal Marcel tersenyum penuh arti menatap ke arah Diana.


Sedangkan Diana merasa kesal karena Marcel sudah berani mempermalukannya di hadapan Rangga, apalagi sekarang Rangga tidak berkedip menatap ke arahnya.


Sungguh sial hari ini oh my god. Batin Diana menghela nafas panjang.


Haha.. Haha..


"Tapi sorry hari ini Aunty lagi ada kencan dengan seorang pria." Dengan asal bicara Diana mengatakan hal itu kepada Marcel.


Kencan, dengan siapa? Batin Rangga penasaran.


"Wah Aunty serius, Marcel doakan semoga Aunty bisa menikah dengannya." Marcel tersenyum menyeringai, menatap raut wajah Rangga yang terlihat kesal.


Sementara di perusahaan pratama crop.


Ziko terus memikirkan perjodohan tentang dirinya dan dokter Caca, yang sebentar lagi akan di publikasikan oleh keluarga masing-masing.


"Kenapa semua menjadi seperti ini." Ziko mengacak-ngacak rambutnya prustasi.


Ziko yang merasa lelah, apalagi banyak berkas-berkas yang menumpuk di mejanya bahkan di tambah dengan rencana perjodohan oleh Marisa bersama keluarga Jhonson.


"Jack kemari kau?!" Ziko menelpon asisten pribadinya.


Tidak lama kemudian Jack segera masuk ke dalam ruangan Ziko, dan terkejut menatap penampilan Ziko tidak seperti biasanya yang selalu terlihat rapih dan sangat tampan. Kali ini Jack seperti melihat gembel elit yang bekerja sebagai seorang Direktur.


Apa aku tidak salah liat dengan penampilannya. Batin Jack terkekeh.


"Apakah anda menginginkan sesuatu Bos?!" Tanya Jack dengan hati-hati, ketika melihat Ziko malah menatap tajam ke arahnya.


"Ya kau harus mencarikan solusi bagaimana caranya membatalkan perjodohan ini, Jack." Dengan suara lirih Ziko mengatakan hal itu kepada Jack.


"Caranya bagaimana Pak?!" Jack malah kembali bertanya.


"Bodoh kenapa kau malah balik bertanya kepadaku." Bentak Ziko kesal menatap tajam ke arah Jack.


Lebih baik aku mengerjakan berkas yang menumpuk di atas mejanya, dari pada harus mencari solusi untuk membatalkan perjodohannya. Batin Jack menghela nafas.


"Sepertinya sulit Pak, apalagi Nyonya besar dan keluarga Jhonson sudah sepakat membicarakan perjodahan Bapak secepatnya." Dengan ragu Jack menjawab ucapan Ziko, tanpa menatap ke arahnya.


"Terus bagaimana Jack apalagi saya tidak mencintai wanita itu, hati saya tetap untuk seorang Keyla Wijaya." Ziko menyandarkan tubuhnya di atas kursi kebesarannya, sambil membayangkan wajah Keyla.


Akhir-akhir ini Ziko tidak pernah bertemu dengan Keyla, bahkan dia sama sekali tidak mengirim pesan lagi kepadanya. Ada rasa kecewa ketika Keyla mengatakan kalau dia juga mencintai Marcel di hadapannya, padahal Ziko sudah merasa yakin kalau cintanya pasti terbalas. Mengingat Keyla waktu itu membalas pelukannya di apartemen dan bahkan mau bertukar pesan dengannya.


Apa lebih baik aku menanyakan kepadanya kenapa dia menolakku. Batin Ziko bertanya-tanya.


"Bapak kenapa?!" Jack tidak tega melihat Bosnya yang seperti seorang gembel, dengan kantung mata hitam, rambut acak-acakan dan pakaian yang berantakkan.


"Sudah tahu lagi prustasi tentang perjodohan masih nanya kau Jack, apa kau sudah bosan hidup." Decak Ziko kesal, menatap Jack dengan tatapan tajam.


"Saya tau Pak, akan tetapi jika Bapak sudah berhasil membatalkan perjodohan dengan keluarga Jhonson. Apa Bapak bisa mendapatkan pujaan hati Bapak yang jelas-jelas sudah mengatakan kalau dia juga mencintai Marcel." Tanpa ragu Jack mengatakan hal itu kepada Ziko, walaupun dia menyadari kalau ucapannya sudah membuat Ziko lebih prustasi lagi.


"Kau bukan malah mencari solusi malah membuatku tambah pusing." Gerutu Ziko kesal.


*Terus aku harus memelukmu seperti Teletubbies dan mengusap rambutmu Bos. Batin Jack bergidik jijik* membayangkan.


___________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote ya. Mohon maaf baru Up kembali🙏