
"Uncle." Ucap Marcel terkejut.
"Malam sayang." Jawab Ziko ramah.
"Hem malam, ada perl---- Marcel belum sempat mejawab ucapan Ziko sudah di potong oleh Keyla.
"Siapa sayang." Teriak Keyla dari ruang makan.
Ziko yang mendengar suara Keyla ia masuk ke dalam apartemen tanpa di persilahkan masuk oleh Marcel.
"Benar-benar tidak sopan, seenaknya saja masuk ke dalam tanpa di persilahkan." Gerutu Marcel sambil menutup pintu.
Ziko berjalan menghampiri Keyla yang berada di ruang makan, sementara Keyla tidak tahu kedatangan Ziko karena sedang membelakangi. Langkah kaki Ziko semakin mendekat ke arah Keyla tepat di belakangnya, Keyla menyangka kalau di belakangnya adalah Marcel.
"Siapa sayang yang datang." Tanya Keyla masih membelakangi Ziko.
Tidak ada jawaban dari belakangnya, Keyla merasa ada yang aneh karena Marcel tidak biasanya diam bahkan dia lebih cerewet dari pada dirinya.
Keyla memutar badannya, seketika terkejut melihat Ziko yang berada di belakangnya bukan Marcel.
"Malam sayang." Ucap Ziko tersenyum ramah.
"Kau ada apa kemari." Decak Keyla terkejut.
Ziko merasa hari ini sangat lelah, tanpa sadar menarik tangan Keyla hingga jatuh ke dalam pelukannya.
"Biarkan seperti ini dulu sayang, aku mohon Keyla. Ucapnya dengan suara parau. Ziko menempatkan kepalanya di ceruk leher Keyla, mencari kenyamanan sambil menghirup aroma vanila dari tubuh Keyla.
Keyla yang tadinya akan melawan dan memberontak karena terkejut oleh perlakuan Ziko, tiba-tiba tubuhnya membeku di dalam pelukan Ziko.
Keyla tertegun oleh penuturan Ziko, Keyla sedang mengorek perasaannya sendiri. Apakah dirinya masih membenci Ziko yang sedari dulu mengejarnya atau sudah berubah karena Ziko sudah 8 tahun mengejarnya, membuat Keyla merasakan perasaan berdesir yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Apakah aku mulai membuka hati untukmu Ziko?! Apakah aku menyukaimu?! Bukan lagi rasa benci padamu yang sedari dulu risih jika kau mengejarku?! Sudahkah perasaanku berubah?! Keyla berkutat dengan pikirannya sendiri.
Pikirannya tidak sejalan dengan hatinya, nyatanya tanpa sadar tangan Keyla membalas pelukan Ziko. Tangannya merengkuh punggung Ziko yang lebar dan kokoh. Tanpa mereka berdua sadari ada orang lain yang sedang memperhatikannya.
Marcel begitu terkejut melihat Keyla dan Ziko sedang berpelukan di hadapannya, seketika raut wajahnya berubah menjadi sendu, ada rasa tak rela jika Keyla di peluk oleh pria lain selain dirinya.
Kenapa hatiku tak rela jika Mommy di peluk oleh Uncle Ziko. Batin Marcel lirih memegang dadanya.
Ziko tersenyum damai saat dia merasakan Keyla membalas pelukannya. Ziko melonggarkan pelukannya dan sedikit membungkuk agar wajahnya sejajar dengan wajah Keyla. Di lihatnya wajah Keyla yang sudah merona, Ziko menatap sendu pada Keyla dan mengulas senyumnya.
Kau benar-benar menggemaskan Keyla. Batin Ziko tersenyum.
Ziko mendekatkan wajahnya dengan wajah Keyla, hembusan nafas saling menerpa dan menimbulkan kehangatan pada wajah mereka. Ziko menautkan keningnya pada kening Keyla dan masih terus menatapnya lekat. Tidak ada penolakan dari Keyla, kemudian Ziko menempelkan hidungnya pada hidung Keyla, jarak mereka semakin dekat.
Punggung Keyla menegang, dirinya belum siap menerima serangan apapun. Matanya membuka lebar menatap Ziko yang berada sangat dekat dengannya.
"Apa kalian akan seperti itu di sini, aku sudah sangat lapar Mom." Ucap Marcel datar.
Ziko dan Keyla terkejut di saat Marcel berbicara. Hingga mereka berdua melepaskan pelukannya. Ada rasa canggung dan malu ketika mereka sudah berpelukan bahkan hampir berciuman di depan Marcel.
"Ah maaf sayang, ayo kita makan." Ucap Keyla gugup.
"Hemm.. Ziko berdehem seakan tidak ada yang tahu keberadaannya."
"Ah iya kau, ada apa kemari." Tanya Keyla sambil duduk di sebelah Marcel tanpa menatap ke arah Ziko.
"Aku kesini mau ikut makan malam bersama kalian sayang." Jawab Ziko sambil duduk di depan Keyla dan menatap hidangan di meja makan.
"Sudah kuduga." Gumam Marcel pelan.
"Wah sepertinya ini sangat lezat sayang." Ucap Ziko antusias sambil mengambil udang crispy dan beberapa lauk di piringnya.
"Makasih Uncle." Jawab Marcel tersenyum penuh arti.
"Ah jadi kau yang masak ini semua, bukan Mommymu?." Tanya Ziko kepada Marcel sambil menekan kata Mommy.
"Iya Uncle, kan aku bisa melakukan apapun buat Mommy, termasuk membuat anak dengannya." Ucap Marcel dengan entengnya sambil mengunyah makanan.
Keyla yang berada di sebelah Marcel langsung tersedak, hingga membuat Ziko dan Marcel memberikan minum.
"Hati-hati Mommy." Ucap Marcel terkejut.
"Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yang mengambil makananmu." Ucap Ziko tidak mau kalah.
Tanpa sadar Keyla mengambil minum dari tangan Ziko, seulas senyuman terbit dari sudut bibir Ziko.
"Mom padahal aku berada di sebelahmu, kenapa ngambil minum dari tangan Uncle Ziko." Gerutu Marcel kesal.
"Maaf sayang Mom tidak bermaksud, hanya saja tenggorokan Mommy sakit dan tanpa melihat siapa yang memegang gelasnya. Ucap Keyla membela dirinya.
"Baiklah." Jawab Marcel tersenyum.
Ziko hanya tersenyum memperhatikan interaksi Keyla dan Marcel yang berada di hadapannya.
"Kenapa Uncle tiba-tiba tersenyum." Tanya Marcel memperhatikan raut wajah Ziko.
"Tidak ada, hanya saja Uncle merasa senang bisa makan malam bersama kalian di sini." Jawab Ziko tersenyum.
Keyla menatap Ziko dengan tatapan intens ke dalam bola matanya, seketika ada rasa hangat ketika Ziko mengatakan hal itu.
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote😊