Hot Mommy

Hot Mommy
Menyelamatkan Mommy



Di dalam perjalanan..


Marcel yang mengemudi sendiri di buat bingung dengan tingkah Keyla yang terus-terusan menempel dengannya, bahkan kini dia duduk di pangkuan Marcel yang sedang mengemudi.


"Oh ayolah sayang duduk sebentar saja di situ, takutnya nanti kecelakaan." Marcel berusaha membujuk Keyla supaya duduk di sebelahnya, bukan dia tidak mau jika Keyla duduk di pangkuannya akan tetapi Keyla memeluknya begitu erat sehingga Marcel sulit untuk bernafas.


"Pelan-pelan saja bawa mobilnya sayang." Keyla melonggarkan pelukannya, dan kini dia mencari tempat ternyaman untuk menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Marcel.


"Huhft." Marcel hanya bisa menghela nafas panjang, sambil menyetir mobil dengan sangat pelan.


2 Jam kemudian akhirnya mereka sampai di apartemen dengan drama yang tidak ada hentinya di perjalanan, malam ini Marcel memilih pulang ke apartemen dari pada harus pulang ke mansion dengan kondisi Keyla saat ini yang tidak memungkinkan.


Sesampainya di dalam kamar, Marcel yang akan merebahkan Keyla di atas ranjang. Dia di buat kesusahan dengan tangan Keyla yang terus melingkar di lehernya.


"Sayang ayolah kau harus tidur." Marcel sudah prustasi dengan tingkah Keyla yang sangat agresif terhadapnya, mungkin efek obat perangsang membuat dia hilang kesadarannya.


"Panas sayang." Keyla berdiri dan membuka dress yang dia kenakan di hadapan Marcel.


"Mom apa yang kau lakukan." Marcel menelan salivanya dengan susah payah, melihat tubuh Keyla yang hanya mengenakan bra dan celana dalam.


"Sudah Mom bilang di sini panas sayang." Tanpa sadar Keyla akan membuka tali bra, tapi belum sempat dia membukanya tangan Keyla sudah di pegang terlebih dahulu oleh Marcel.


"Mom." Marcel menatap Keyla dengan tatapan tajam yang masih memegang tangannya.


Sementara Keyla tidak menghiraukan ucapan Marcel, dia malah mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Marcel sehingga tidak ada jarak di antara mereka berdua.


Oh shit, Alex awas saja kau jika ketemu denganku. Aku tidak rela kalau Mommy jadi begini. Batin Marcel mendengus kesal.


Perlahan tangan Keyla mulai membuka resleting celana Marcel, dan jas yang menempel di tubuhnya sehingga dia bisa melihat Marcel yang hanya mengenakan boxer dengan bagian atasnya masih mengenakan kaos putih. Sedangkan Marcel hanya diam tanpa merespon ataupun memberontak dengan perlakuan Keyla terhadapnya.


*Oh shit..!!!! Aku tidak bisa menahan si batang yang di balut boxer mulai memberontak keluar melihat tubuh indah Mommy. Batin Marcel menahan hasratnya*.


Sekarang Keyla merasa lebih bergairah, efek samping dari obat perangsang dia benar-benar hilang kendali, ketika melihat sesuatu di bagian bawah perut Marcel yang di balut oleh boxer.


Marcel sebenarnya sedikit takut jika dia hilang kendali dan melakukan hal itu pada Keyla, dia tidak ingin melakukan bersama Keyla sebelum adanya ikatan pernikahan.


"Sayang sentuh aku, kau sekarang berhak sepenuhnya atas diriku." Keyla berusaha mengarahkan tangan Marcel ke bagian bukit kembarnya.


Marcel yang sudah tidak tahan, dia mulai meremas bukit kembar Keyla dan perlahan salah satu tangannya mulai membuka tali bra yang di kenakan oleh Keyla, sehingga Marcel bisa melihat dengan jelas bukit kembar yang putih dan mulus tanpa bra, bahkan begitu pas ukurannya di mata Marcel.


"Argghhh sayang." Keyla mulai memejamkan kedua matanya, dan menikmati sentuhan tangan Marcel yang berada di bukit kembarnya.


Marcel yang sedari tadi sudah menahannya dia mulai mencium bibir Keyla dengan rakus, dan melupakan persetanan tentang melakukan sebelum adanya ikatan pernikahan bersama Keyla. Lidah mereka mulai menyusuri rongga mulut masing-masing.


Cup.


Satu kecupan di bibir Keyla setelah ciuman panas yang mereka lakukan.


Marcel menggendong Keyla menuju ranjang, kini mereka berciuman lagi dengan kasar dan tidak sabaran dia mulai membuka celana dalam Keyla dan kaos putih yang dia kenakan.


Hingga kini di tubuh mereka tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya, bibir Marcel mulai menyusuri setiap inci tubuh Keyla.


"Sayang sakit." Marcel meninggalkan bekas merah di leher Keyla, dan sementara Marcel hanya mencium kembali dengan lembut.


Marcel melakukan aksinya kembali, mulai mencium kuping Keyla dan tangannya mulai tidak terkontrol, Keyla pun hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


Dia memainkan lidahnya di bagian perut Keyla.


"Hemmpft sayang." Keyla sudah tidak tahan dengan sensasi itu.


Marcel mulai menyentuh area sensitif Keyla dan tangannya dengan lihai bermain di sana.


"Sayang kau sudah basah." Kata Marcel, sedangkan Keyla hanya mengangguk dan menikmati setiap sentuhan tangan Marcel di area sensitifnya.


"Kamu yakin." Marcel mulai bersiap mengarahkan batangnya, dan menatap Keyla dengan dalam.


"Hemmpft pelan-pelan sayang." Jawab Keyla yang sudah merasakan kenikmatan di dalamnya.


Marcel mulai bergerak dengan pelan lalu lama-kelamaan dia mempercepat alunan tubuhnya.


"Hemmpft aaaaaa... Marcel sayang." Desahan Keyla terus memenuhi kamarnya, dia terus mencakar punggung Marcel karena merasakan sakitnya dan nikmat dalam dunia ini.


"Aaarrrghhh Key uuuhhhh." Marcel mempercepat gerakannya.


"Aku sudah tidak tahan Marcel." Dengan suara tertahan Keyla mengatakan hal itu kepada Marcel.


"Hemmmppft, sebentar lagi sayang kita keluar bersama." Ucap Marcel dengan suara beratnya.


Aaarrrrrgghh Keyla merasakan sesuatu menghangatkan rahimnya, mereka berhenti dengan nafas yang saling memburu.


Setelah beberapa jam mengulangi kenikmatan itu, jam 2 mereka baru selesai bertempur dengan nafas yang sama beratnya.


"Makasih sayang kau sudah menyelamatkan Mommy." Ucap Keyla terengah-engah.


Marcel tersenyum dan dia mencium Keyla dengan lembut, dan setelah itu mereka tertidur.


❤️❤️❤️


Matahari mulai bersinar menampakkan hangatnya dan menelusup gorden tempat dua insan yang sedang kelelahan akibat pertempuran semalam.


Keyla mengerjapkan kedua matanya, dan menoleh ke arah samping.


"Kenapa dia sangat tampan." Keyla sedikit terkejut ketika Marcel sedari tadi juga menatap ke arahnya.


"Apa ada yang sakit sayang?!"


Keyla menganggukkan kepalanya dan menahan malu ketika Marcel menyibakan selimut, dan mulai menyentuh area sensitifnya.


"Maaf sayang." Dengan suara lirih, Marcel mengatakan hal itu kepada Keyla. Dan dengan nakal dia mulai bermain kembali di bagian area sensitif Keyla.


"Aaarrrrgggghh sayang." Desah Keyla merasa geli.


"Lagi ya." Goda Marcel kepada Keyla.


Keyla hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan manahan rona merah di pipinya. Setelah itu Marcel segera menindih tubuh Keyla, dia merasa sangat bergairah kembali ketika Marcel menyentuh kembali area sensitifnya.


Mereka melancarkan aksinya dengan satu ronde yang memakan waktu kurang lebih satu jam.


___________________


Terimakasih yang sudah mampir ❤️


Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote.


Mohon maaf UP nya telat readers sayang, kebetulan author setelah pulang kerja juga akhir-akhir ini lagi meliris hijab dan beberapa desain outfit😁