Hot Mommy

Hot Mommy
Perasaan aneh



Mohon maaf readers untuk BAB 20 Saya revisi ulang ceritanya, dan saya tambahin ceritanya di part ini 😍😍


Semoga kalian menyukai ya part ini, selamat membaca ReadersπŸ˜‰πŸ˜‰


jangan lupa


**LIKE


COMENT DAN


VOTE


AUTHOR TUNGGU DUKUNGAN DARI KALIANπŸ™πŸ™πŸ™**


❀️❀️❀️❀️❀️


"Gua duduk disini gpp kan." Ucap Renata hati-hati sambil duduk di depan Marcel.


"Hemm.. Marcel hanya berdehem dan tidak menatap kearah Renata."


"Lo gak mak-- Renata belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh kedatangan Andrew sambil membawa pesanan Marcel.


"Nih pesanan lo." Decak Andrew kesal sambil meletakkan pesanan Marcel di atas meja.


"Thanks." Jawab Marcel sambil menyantap makanan yang dibawa oleh Andrew.


"Ren, malam ini lo ada acara gak?" Tanya Andrew dengan antusias.


Renata sekilas melirik kearah Marcel yang sedang menyantap makanan dengan lahap.


Kira-kira Marcel dengar gak ya kalau si Andrew barusan bertanya. Batin Renata penasaran.


"Hey ko malah diam, bukannya di jawab." Gerutu Andrew kesal sambil menepuk pundak Renata yang berada di sampingnya.


"Eh sorry, gua gak ada acara ko." Jawab Renata gugup sambil menatap kearah Marcel.


"Yaudah bagus deh kalau gak ada, nanti malam jalan yuk." Ajak Andrew sambil melihat kearah Renata yang berada di sampingnya.


Renata tidak menjawab ucapan Andrew sedari tadi dia malah asik menatap kearah Marcel yang masih menyantap makanan, Andrew merasa Renata tidak mendengarkan ucapannya ia melihat arah pandang Renata. Seketika raut wajah Andrew berubah menjadi kesal.


"Kalau ada orang yang sedang ngajak bicara, di jawab dan di liat orangnya bukan malah liat kearah lain." Ucap Andrew datar sambil meminum jus jeruk.


"Eh sorry, iya gua mau." Jawab Renata spontan sambil sekilas melirik kearah Andrew dan kembali lagi menatap kearah Marcel.


Gpp lah yang penting dia mau diajak jalan nanti malam, ya walaupun sedari tadi gua lihat dia menatap Marcel terus. Batin Andrew mulai kesal.


Renata terus memperhatikan Marcel, sedangkan Marcel ia tidak tahu jika sedang di perhatikan oleh Renata. Karena setelah selesai makan ia asik menatap ponselnya sambil bertukar pesan dengan Keyla dan tersenyum tipis.


βœ‰οΈ Keyla.


Sayang kau sedang apa? 😊


βœ‰οΈ Marcel.


Lagi makan Mom, cie ada yang sedang kangen 🀣


βœ‰οΈ Keyla.


Terlalu percaya diri sekali sayang, huh menyebalkan 😝


βœ‰οΈ Marcel.


Gpp yang penting aku tampan Mom, Mommy nanti malam nonton yah ada film action terbaru, mau kan?


βœ‰οΈ Keyla.


Iya sayang sudah dulu ya Mom ada meeting. Jangan lupa belajar jangan pacaran terus 😍


βœ‰οΈ Marcel.


Semangat Mommy sayang ❀️


"Marcel nanti malam lo ada acara gak?! Kalau gak ada gua sama Andrew mau jalan, ikut ya biar seru." Ucap Renata ragu-ragu.


"Sorry gua ada acara." Jawab Marcel sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kantin tanpa mengajak Andrew dan Renata.


Kebiasaan tuh orang!! Main pergi aja. Batin Andrew heran.


Kenapa dia gak ngajak gua sih. Batin Renata kesal.


Diperusahaan Wijaya Group.


Keyla yang sedang meeting bersama sekertaris Diana di Restoran X, tiba-tiba menatap ponsel miliknya dan tersenyum.


Ah kenapa perasaanku jadi aneh, mendapat pesan tanda love dari Marcel aja jantungku berdebar-debar, tapi semalam Ziko juga mengirimkan pesan tanda love sama jantungku berdebar-debar, perasaan aneh nih jantung harus segera diperiksa sama si Caca nih haha. Batin Keyla terkekeh.


"Key lo baik-baik saja." Tanya Diana pelan sambil melihat kearah Keyla yang sedang tersenyum.


"Gua baik." Jawab Keyla pelan.


"Terimakasih sudah mau bekerjasama dengan perusahaan saya Bu Keyla, semoga kerjasama ini saling menguntungkan satu sama lain. Ucap Dion sambil mengulurkan tangannya kepada Keyla.


Dasar penjilat, awas saja kalau kau berani menghianati perusahaanku. Batin Keyla tersenyum menyeringai.


"Ah iya sama-sama Pak." Jawab Diana sambil menjabat tangan Dion, sedangkan Keyla hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Keyla dan Diana berpamitan kepada Dion sambil beranjak melangkahkan kakinya pergi meninggalkan restoran.


"Di, gua pulang duluan ya ada urusan. Lo bisa naik taksikan?! Nanti gua yang bayarin." Ucap Keyla tersenyum.


"Wah, lo tega ya sama gua, masa cewek cantik begini disuruh naik taxi." Jawab Diana kesal.


"Heh lo tiap hari juga naik taxi, tidak terjadi apa-apa malahan tuh supir takut sama cewek galak seperti lo." Ucap Keyla terkekeh.


"Sialan lo key." Decak Diana kesal.


"Gua duluan ya Di, lo gak usah takut teriak aja yang keras." Ucap Keyla terkekeh.


"Ya ya ya mending lo pergi Key sebelum guatendang lo ke Amrik dari sini." Gerutu Diana kesal.


"Emang bisa Di, kebetulan gua pengen liburan ke Amrik." Jawab Keyla menggoda.


"Mau coba, sini biar ku tendang." Decak Diana kesal, sambil mendekat kearah Keyla.


haha.. haha.. haha..


Seketika mereka berdua tertawa terbahak-bahak di tempat parkiran, membuat orang lain yang ada di parkiran menatap kearahnya.


"Gua duluan, bisa-bisa di anggap gila sama orang kalau dekat terus sama lo." Ucap Keyla sambil memasuki mobil mewahnya.


"Sialan lo emangnya gua orang gila apa." Teriak Diana kesal sambil menatap mobil milik Keyla yang mulai menjauh dari pandangannya.


Di apartemen.


Marcel yang baru pulang dari sekolah langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil menatap kearah langit-langit.


Hari yang melelahkan, dan 1 bulan lagi akan diadakan ujian sementara aku belum memutuskan untuk kuliah di Universitas mana. Batin Marcel bingung.


Tiba-tiba lamunan Marcel buyar ketika Keyla memasuki apartemen sambil berteriak.


"Sayang.. Marcel.. Yuhu!! Apa kau sudah pulang." Teriak Keyla mengendap-ngendap kearah Marcel.


"Mom aku tahu kau sedang berjalan kearahku." Ucap Marcel santai masih menatap kearah langit-langit.


"Ah menyebalkan kau, harusnya anggap saja tidak mendengar suara langkah Mommy." Decak Keyla kesal berdiri di dekat Marcel yang sedang merebahkan tubuhnya.


"Mana bisa, aku kan tidak tuli Mom." Jawab Marcel sambil menarik tangan Keyla dan membuat ia terjatuh keatas tubuh Marcel yang tegap.


Seringai tipis dari sudut bibir milik Marcel, seketika langsung memeluk tubuh ramping milik Keyla dengan erat yang berada diatas tubuhnya.


"Sayang lepaskan Mommy." Decak Keyla kesal mengerucutkan bibirnya, sambil menatap manik mata Marcel.


Oh **** jantungku kenapa berdetak sangat kencang, semoga Mommy tidak mendengarnya. Batin Marcel cemas.


"No Mom biarkan seperti ini." Jawab Marcel tersenyum, sambil menatap bibir Keyla yang sedang mengerucutkan bibirnya.


Mom kau sangat menggemaskan, rasanya ingin sekali aku---. Astaga kenapa otakku jadi mesum begini. Batin Marcel sambil mengalihkan pandangannya kesamping.


"Kau kenapa sayang." Tanya Keyla penasaran.


"Tidak Mom."


Benda apa ini yang menempel di dadaku. Batin Marcel bertanya-tanya, sambil melepaskan satu tangannya dan perlahan meremas benda yang menempel di atas dadanya .


Akkhh!!!


Seketika Keyla mengeluarkan ******* dari bibirnya yang membuat Marcel terkejut mendengar kata itu. Dan ia langsung buru-buru melepaskan tangannya dari benda kenyal tersebut.


"Mom sorry." Ucap Marcel minta maaf sambil menatap manik mata Keyla sendu.


"Iy--a sayang." Jawab Keyla gugup sambil menyembunyikan rona merah wajahnya didalam dada bidang milik Marcel.


"Mom apa kau tidak ingin beranjak dari tubuhku, ah lama-lama berat juga ya tubuhmu Mom." Goda Marcel.


"Enak saja, Mom langsing tahu." Decak Keyla kesal sambil beranjak berdiri dari tubuh Marcel dan menetralkan wajahnya yang merona akibat ulah Marcel tadi.


Haha.. haha..


Marcel hanya tertawa melihat tingkah Keyla.


❀️


Malam Harinya.


Keyla yang baru keluar dari dalam kamarnya ia tidak melihat keberadaan Marcel, langsung menghampiri kamar Marcel.


Tok.. tok..


"Sayang apa kau didalam." Tanya Keyla dengan suara keras sambil mengetuk pintu.


"Yes Mom, masuk aja." Teriak Marcel dari dalam kamar.


Keyla yang mendengar sahutan dari dalam kamar milik Marcel ia masuk kedalam, seketika mata Keyla membulat dan bibirnya terbuka lebar melihat Marcel yang telanjang dada dan hanya menggunakan handuk diatas pinggangnya.


"Mom tutup mulutmu dan jangan lupa usap air liurmu " Ucap Marcel dengan santai.


Tanpa sadar Keyla langsung mengusap sudut bibirnya, akan tetapi ia baru ingat kalau Marcel sedang mengerjainya.


"Ah kau menyebalkan sayang." Decak Keyla kesal sambil menghampiri Marcel.


haha .. haha..


"Lagian Mom seperti tidak pernah melihat aku telanjang dada saja." Ucap Marcel terkekeh.


Mom kan normal sayang, liat kamu seorang lelaki telanjang dada yang menampakan tubuh tegap, berotot dan beberapa roti sobek diperutmu. Rasanya ingin sekali Mom menyentuhnya. Batin Keyla terkekeh membayangkan.


"Mom kau kenapa." Selidik Marcel menatap kearah Keyla.


"Tidak." Jawab Keyla gugup.


"Ok.. Mom mau makan dulu apa langsung pergi nonton." Tanya Marcel kepada Keyla.


"Makan dulu deh, kayanya Mom sudah lapar sayang." Ucap Keyla sambil memegang perutnya.


Kruyuk.. kruyuk...


"Tuhkan udah pada demo." Ucap Keyla terkekeh.


"Yasudah biar aku saja yang masak, Mom pengen makan apa.?!" Tanya Marcel sambil merangkul pinggang Keyla.


"Hemm.. Mom malam ini pengen makan mie instan pake telur, sayur dan beberapa toping diatasnya sayang, sepertinya sangat lezat." Jawab Keyla antusias sambil membayangkan.


"Tapi Mom mie instan gak baik, yang lain aja ya." Ucap Marcel tersenyum.


"No sayang, kali ini aja ya." Ucap Keyla manja.


"Baiklah ayo."


Keyla dan Marcel berjalan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat mie instan.


"Mom duduk aja ya, biar aku yang membuatkan semangkuk mie instan special buat Mommy yang cantik ini." Goda Marcel mencubit pipi Keyla.


"Sakit sayang." sambil memegang pipinya.


Marcel yang sedang memasak mie instan, terkejut ketika Keyla tiba-tiba memeluknya dari arah belakang.


"Sayang terimakasih sudah hadir dalam hidup Mommy." Ucap Keyla dengan suara parau.


"Yang harusnya berterimakasih aku Mom karena sudah mau merawatku dari kecil." Ucap Marcel sambil mematikan kompor dan membalikan tubuhnya menghadap kearah Keyla.


"Jangan pernah tinggalin Mom sayang." Ucap Keyla lirih sambil memeluk Marcel.


Tidak tahu kenapa Mom takut jika orangtua mu sekarang sedang mencari keberadaanmu, dan dia meminta kamu meninggalkan Mommy. Ah rasanya Mom tidak rela jika itu semua terjadi. Batin Keyla menangis.


Marcel merasa Keyla sedang menangis karena bajunya yang ia kenakan terasa basah di bagian dada bidangnya.


"Sudah Mom jangan menangis, aku tidak akan pernah meninggalkan Mommy apapun yang terjadi kedepannya." Jawab Marcel meyakinkan dan memeluk Keyla dengan erat.


"Makasih sayang."


"Iya Mom, ayo cepat makan mie instannya katanya tadi lapar." Ucap Marcel lembut.


"Silahkan Mommyku yang cantik, selamat menikmati hidangannya." Goda Marcel.


"Hemm.. kau selalu saja menggoda Mommymu." Ucap Keyla terkekeh sambil menyantap mie instan.


"Sayang kenapa rasanya aneh." Tanya Keyla heran sambil menatap Marcel.


"Masa sih Mom, dimana-mana mie instan rasanya tidak ada yang aneh. Mommy seperti tidak pernah makan mie instan saja." Jawab Marcel santai sambil duduk di samping Keyla.


"Ah iya gitu, Mom lupa kali ya rasanya jadi terasa aneh di lidah Mommy." Ucap Keyla sambil memakan mie instan lagi.


"Mungkin karena aku memasaknya dengan penuh cinta, jadi rasanya aneh Mom." Ucap Marcel terkekeh.


"Coba suapi aku Mom." Pinta Marcel manja.


Aaaaaa


Marcel membuka mulutnya lebar akan tetapi ketika mie instan memasuki lidahnya, tiba-tiba ia berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan mie instan yang berada di dalam mulutnya.


wlekkk..


"Mom jangan dimakan lagi, ini rasanya hambar dan aneh." Teriak Marcel dari arah kamar mandi.


"Tuhkan Mom bilang apa." Gumam Keyla pelan.


Ketika Marcel berjalan menghampiri meja makan ia teringat sesuatu.


"Astaga, sorry Mom aku lupa bumbunya belum aku masukin kedalam mangkuknya." Ucap Marcel menepuk jidatnya.


"Hemm pantesan rasanya aneh, kau ini lupa di pelihara." Ucap Keyla menggelengkan kepalanya.


"Nih Mom sekarang aku sudah kasih bumbu mie instannya, sorry ya Mom." Ucap Marcel terkekeh.


"It's ok no problem."


10 menit kemudian Keyla sudah menghabiskan semangkuk mie instan dengan lahap.


"Sayang makasih ya sekarang Mom kenyang, yaudah ayo kita siap-siap buat pergi nonton." Ucap Keyla sambil melangkahkan kakinya pergi menuju kamarnya.


"Ok Mom."


Tidak berapa lama Marcel keluar dari dalam kamarnya dan duduk di sofa menunggu Keyla sambil memainkan ponselnya, kemudian Keyla keluar dari dalam kamarnya ia mengenakan pakaian seksi dan berpose Hot bak model ketika Marcel sedang tersenyum kearahnya.


"Wah Mom kau sangat cantik sekali, bahkan orang lain tidak akan pernah percaya bahwa kau adalah Mommyku." Puji Marcel tersenyum tipis


"Masa sih sayang, apa gara-gara Mom berpakaian seperti ABG." Jawab Keyla santai.


"Mungkin Mom, dan yang pasti malam ini kita seperti seorang kekasih." Goda Marcel terkekeh.


Deg.


Tubuh Keyla terasa tersambar petir ketika Marcel mengatakan hal itu dan membuat tubuhnya membeku ditempat.


Apakah aku salah mengenakan pakaian, Ah sepertinya tidak!! Biasanya juga aku kalau berpakaian seperti ini jika pergi menonton ataupun jalan-jalan, tapi kenapa dia berkata seperti itu. Batin Keyla bertanya-tanya.


"Mom jadi pergi atau mau tetap seperti itu disitu." Goda Marcel terkekeh, sambil menghampiri Keyla yang masih berpose Hot bak model.


"Ah i--ya ayo sayang." Ucap Keyla gugup sambil mengikuti langkah kaki Marcel pergi meninggalkan apartemen.


30 menit kemudian Keyla dan Marcel baru tiba di Summarecon Mall Kelapa gading, biasanya mereka tiba dalam waktu 15 menit jika bukan malam minggu seperti ini.


"Akhirnya sampai juga sayang, huh!!" Ucap Keyla meregangkan otot-ototnya.


"Yes Mom, jika aku tahu jalanan begitu macet seperti tadi. Marcel lebih baik di apartemen saja." Jawab Marcel kesal.


"Memang kalau malam minggu seperti ini sayang, kamu seperti tidak pernah malam mingguan saja. Oh iya kau sudah punya kekasih belum, kenalin dong sama Mommy." Goda Keyla.


Tiba-tiba Marcel tersedak ketika Keyla mengatakan hal itu, dan membuat Marcel langsung mengalihkan pembicaraan.


"Mom lebih baik ayo kita keluar." Ajak Marcel sambil keluar dari dalam mobil.


Ah kau selalu saja menghindari jika Mommy menanyakan kekasih. Batin Keyla kesal, sambil mengikuti Marcel keluar dari dalam mobil.


Marcel dan Keyla berjalan menuju tempat bioskop, akan tetapi langkah Keyla terhenti ketika melihat Ziko dengan seorang wanita paruhbaya ditoko tas.


Aku seperti mengenal pria itu, Ah iya itukan Ziko tapi sama siapa dia. Aku tidak mengenalnya apa dia sedang kencan tapi masa sama seorang wanita paruhbaya sih, cantik sih !! Tapi lebih cocok jadi ibunya. Batin Keyla penasaran.


Ziko yang berada ditoko tas terus menggerutu tidak jelas, tanpa mempedulikan orang yang sedang menatapnya aneh.


"Sialan si Jack."


"Menyebalkan."


"Ah aku menyesal pulang ke Mansion menemui Mommy."


"Jika bukan Mommyku sudah aku pecat dia, beraninya menyuruhku membawa paperbag ini."


Sedangkan Marcel yang berada disamping Keyla penasaran siapa yang ia lihat, ketika Marcel mengikuti arah pandang Keyla terkejut ada sosok Ziko disana.


Oh jadi Mom dari tadi liatin Uncle Ziko. Batin Marcel menyeringai.


"Mom lihat apa?!" Tanya Marcel pura-pura tidak tahu.


"Ah ti--dak sayang, ayo kita lebih baik pergi dari sini." Ajak Keyla gugup sambil menarik tangan Marcel untuk mengikuti langkahnya.


Apa bener Mom tidak menyukai Uncle Ziko, tapi sepertinya Mom menyukai Uncle Ziko. Batin Marcel bertanya-tanya.


Setibanya dibioskop Keyla menyuruh Marcel untuk memesan tiket dan membeli popcorn setelah itu Keyla menyuruh Marcel untuk melambaikan tangan kearahnya, sedangkan Keyla hanya duduk menunggu Marcel sambil memotret punggungnya yang sedang mengantri bersama orang lain. Kalau bukan Keyla yang menyuruhnya Marcel tidak akan mau jika harus mengantri apalagi ada di tengah kerumunan orang-orang seperti ini.


Mom menyebalkan, huh. Batin Marcel menghela nafas.


Marcel sudah mendapatkan 2 tiket nonton dan popcorn, ia langsung melambaikan tangan kearah Keyla sambil tersenyum. Tidak lupa Keyla yang sedang memperhatikan Marcel langsung memotretnya sambil tersenyum kearah Marcel. Sedangkan tidak jauh dari tempat Keyla dan Marcel ada sepasang mata yang melihat mereka berdua.


"Bukankah itu Marcel, tapi sama siapa." Gumamnya pelan.


"Hey lo liat siapa?" Tanya Andrew sambil menepuk bahu Renata.


"Tadi gua lihat Marcel disini bersama seorang perempuan, tapi sekarang dimana mereka." Ucap Renata bertanya-tanya sambil mengarahkan pandangannya.


"Lo salah liat kali, mana mungkin Marcel ada disini. Lo juga tahu kan kalau dia anti mengantri dan berada di kerumunan orang banyak." Ucap Andrew santai sambil mengajak Renata memesan tiket nonton.


Ah iya mana mungkin dia ada disini, sepertinya gua salah lihat !! Tapi kenapa mirip banget sama Marcel. Batin Renata heran.


Sementara di tempat lain.


"Mommy kau kesini hanya untuk belanja yang tidak penting, dan kenapa malah mengajakku." Decak Ziko kesal sambil membawa beberapa paperbag.


"Kau ini selalu saja menggerutu tidak jelas, jika Mom mengajakmu untuk berbelanja. Padahal nanti juga kau akan sering diajak oleh istrimu untuk belanja seperti ini." Jawab Marisa tidak kalah kesal.


Ah benarkah semoga saja Keyla tidak seperti Mommy yang menghabiskan uang hanya untuk belanja yang tidak penting seperti ini. Batin Ziko prustasi.


"Oh iya sayang, Mom lupa kasih tahu kamu kalau anak sahabat Mommy juga ada di Indonesia loh tepatnya di Jakarta. Kata orangtuanya sekarang dia menjadi Direktur rumah sakit ternama di Jakarta, hebat ya sayang." Ucap Marisa antusias.


"Terus apa hubungannya sama aku Mom." Selidik Ziko.


"Ya tentu ada, kau nanti harus bersamanya." Jawab Marisa dengan entengnya.


"WHAT." Pekik Ziko kesal.


Oh jadi tujuan Mommy pulang ke Indonesia untuk menjodohkan aku, tapi sorry Mom jawabanku tetap sama. Gumamnya dalam hati.


"Lagi pula kamu kan belum mempunyai seorang kekasih Ziko." Bentak Marisa kesal.


"Tapi Mom aku mempunyai seorang calon istri." Ucap Ziko lirih.


"Yasudah kalau kamu punya cepat kenalkan sama Mommy, jangan terus menyembunyikannya." Tantang Marisa kepada Ziko, sambil melangkahkan kakinya pergi ke Foodcourt dan diikuti Ziko dari arah belakang.


"Baiklah, tapi nanti Mom!! Aku butuh waktu yang pas untuk mengenalkannya ke Mommy, karena dia bukan wanita sembarangan." Jawab Ziko tersenyum sambil membayangkan wajah Keyla.


"Memang wanita seperti apa dia" Selidik Marisa menatap putranya.


"Yang pasti bukan orang biasa Mom." Jawab Ziko tersenyum.


"Seperti orang sakti saja, jangan-jangan dia mempunyai ilmu hitam ya." Selidik Marisa lagi dengan antusias sambil menunjuk kewajah Ziko.


"Mom kenapa bilang seperti itu, bukannya bilang seperti bidadari malah seperti orang sakti. Tidak sekalian saja Mom bilang seperti siluman." Decak Ziko kesal.


haha.. haha.. haha


"Ah iya Mom lupa mau bilang seperti itu." Ucap Marisa di sela tawanya.


Sebenarnya Marisa tahu sosok Wanita yang membuat putranya menjadi perjaka tua, tapi apa boleh buat ia tidak bisa melakukan hal apapun kecuali hanya satu mengenalkan putranya kepada Wanita lain. Ya walaupun tidak pernah ada yang berhasil membuat Ziko membuka hatinya, tapi setidaknya Marisa sudah berusaha.


Flashback on.


"Nyonya akhir-akhir ini putra anda sekarang sudah berhenti menjadi seorang casanova, dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja." Ucap Fahmi orang kepercayaan Marisa.


"Hemm baguslah, tapi kau cari tahu apa penyebabnya dia berhenti. Tidak mungkin dia berhenti dalam waktu yang singkat." Perintah Marisa.


Marisa sangat mengetahui sosok putranya seperti apa, karena dari kecil ia selalu mengawasi tingkah Ziko. Semenjak suaminya meninggal Marisa berperan sebagai seorang ayah juga buat Ziko. Jika ada sesuatu yang merubah pikirannya pasti ada seseorang dibalik itu semua.


"Baik Nyonya, saya akan mengirimkan anak buah saya yang berada di Indonesia untuk mencarikan informasinya dalam waktu dekat." Jawab Fahmi orang kepercayaan Marisa sambil membungkuk hormat.


"Baiklah saya tunggu, secepatnya kau harus mendapatkan informasinya." Ucap Marisa dengan suara datar tanpa ekspresi.


2 Hari kemudian orang kepercayaan Marisa sudah mendapatkan informasi yang di inginkan nyonyanya. Orang kepercayaan Marisa memasuki Mansion mewah milik Marisa, tidak berapa lama ada seoarang kepala pelayan menghampirinya.


"Tuan anda dari tadi sudah ditunggu Nyonya besar diruang kerjanya." Ucap kepala pelayan membungkuk hormat.


"Baiklah terimakasih." Jawab Fahmi sambil berjalan menghampiri ruangan kerja Marisa dengan langkah panjang.


Tok.. Tok.. Tok..


"Nyonya ini saya." Teriak Fahmi dari luar.


"Iya masuk." Sahut Marisa dari dalam.


Ceklek.


Fahmi membuka handle pintu dan memasuki ruang kerja Marisa, berjalan dengan langkah panjang menghampiri Marisa yang sedang duduk dikursi kebesarannya.


"Nyonya permisi ini berkas-berkas yang anda inginkan, semuanya lengkap ada di map ini." Ucap Fahmi sambil menyerahkan map kepada Marisa.


Marisa membuka map yang diserahkan oleh Fahmi, dan seketika tersenyum melihat satu lembar poto sosok wanita cantik yang tengah tersenyum.


"Heem jadi wanita ini yang membuat putraku berhenti menjadi seorang casanova." Gumam Marisa pelan.


Flashback off.


"Sayang kau mau makan apa?!" Tanya Marisa melihat kearah Ziko sambil duduk.


"Tidak Mom aku pesan minuman saja." Ucap Ziko lirih sambil duduk dihadapan Marisa.


Pelayan berjalan menghampiri meja Ziko dan Marisa, dan ia langsung mencatat pesanan yang disebutkan oleh Marisa.


"Nasi goreng seafood, Lemon tea dan kau mau minum apa Ziko." Tanya Marisa.


"Americano latte." Jawab Ziko cepat.


"Baiklah."


Tidak berapa lama pelayan membawa pesanan Ziko dan Marisa, kemudian meletakkannya diatas meja.


"Silahkan."


Marisa langsung menyantap makanan dengan sangat lahap, seketika ia melupakan cara makan seorang bangsawan. Sedangkan Ziko menatap seseorang dari kejauhan yang dia kenal mulai mendekat kearah Foodcourt.


"Sepertinya itu Keyla dan Marcel." Gumam Ziko pelan.


Dari kejauhan Marcel tidak sengaja bertemu dengan manik mata Ziko yang sedang menatap kearahnya, sebuah ide terbesit dipikiran Marcel.


"Mom aku lapar makan dulu ya di Foodcourt." Ajak Marcel sambil menunjuk meja kosong yang berada di Foodcourt.


"Heem baiklah." Jawab Keyla sambil menggandeng tangan Marcel.


Ziko yang melihat Keyla menggandeng tangan Marcel ia sedikit cemburu, dan tanpa sadar menggebrak meja.


"Damn.. "Umpat Ziko kesal.


"Ziko !! Kamu ada apa sih Mommy kaget tahu." Bentak Marisa kesal.


"Ah sorry Mom." Ucap Ziko gelagapan.


Semoga Keyla tidak tahu kalau aku sedang berada disini, Huh!!. Batin Ziko membuang nafas.


Sedangkan dimeja Marcel dan Keyla ia memesan Chicken black Hot 1 porsi dan 2 Lemon tea, Keyla hanya meminum Lemon tea karena perutnya terasa mau meledak sejak tadi sudah makan Mie instan dan menghabiskan popcorn.


Kira-kira bakal ketahuan gak ya sama Mommynya Ziko kalau ada Keyla di Fodcourt begitupun Keyla terhadap Mommynya Ziko.


Sedangkan Renata dan Andrew kemana ya, Kok tidak melihat mereka lag!!


Authorr minta maaf ya sebenarnya ada visual mereka dan Author menyelipkan poto mereka disana, akan tetapi pas Up tidak bisa mengupload gagal terus.


πŸ™πŸ™


Terimakasih yang sudah mampir, semoga kalian suka dengan ceritanya.


dan jangan lupa tinggalkan Like, Coment, dan Vote.