Hot Mommy

Hot Mommy
Siapa pria itu?!



Ketika Keyla asik berbicara dengan Marcel, dia tidak sengaja melihat ke arah pria yang sedang berada di meja sudut ruangan.


*Sepertinya aku mengenal pria itu*. Batin Keyla bertanya-tanya.


Keyla terus menatap ke arah pria tersebut, dengan tatapan menyelidik. Bahkan Marcel yang berada di hadapannya di buat penasaran dengan tatapan Keyla entah kepada siapa.


Kemudian Marcel mengikuti arah pandang Keyla kearah sosok pria yang berada di meja sudut ruangan, dan seketika raut wajah Marcel berubah menjadi marah dengan sosok pria tersebut.


"Mom kau melihat siapa?!" Selidik Marcel kepada Keyla yang masih menatap ke arah pria tersebut.


"Heem.. Mom sepertinya mengenal pria itu, tapi entahlah Mom tidak mengingatnya." Jawab Keyla pelan tanpa mengalihkan pandangannya.


Apa Mom sebelumnya mengenal pria itu, tapi siapa dia? Bahkan Mom terus menatapnya tanpa mengalihkan pandangan. Aku harus mencari tau siapa pria itu. Batin Marcel.


Tiba-tiba pria itu menatap dengan tatapan tajam ke arah Keyla dan Marcel, ketika dia mengetahui jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Bukannya itu Keyla dan dia-- Batinnya dalam hati tersenyum menyeringai ke arah Keyla.


Keyla dan Marcel saling pandang dengan tatapan bertanya-tanya, tidak berapa lama pria itu berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah meja yang di tempati oleh Keyla dan Marcel.


"Apa kau Keyla Wijaya." Tanyanya dengan tersenyum, dan berdiri tepat di hadapan Keyla.


Kenapa dia bisa mengetahui Mommy. Batin Marcel bertanya-tanya.


"Hem.. Keyla hanya berdehem tanpa menjawab ucapannya.


"Wah kau masih sama ya tidak berubah." Ucapnya dengan tersenyum menatap Keyla, dan duduk di sebelahnya.


Keyla mengerutkan keningnya menatap heran dengan sikap pria itu yang seperti mengenalnya. Sedangkan Marcel yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka berdua, dia mengepalkan kedua tangannya ketika pria itu duduk di sebelah Keyla.


"Kau siapa beraninya duduk di sebelah kekasihku." Gerutu Marcel kesal, menatap tajam ke arah pria yang sedang duduk di sebelah Keyla.


Haha.. haha .. haha


Tiba-tiba pria itu tertawa sumbang menatap ke arah Marcel dengan tersenyum menyeringai.


"What kekasih, bukannya dia Mommymu." Dengan santai dia menjawab di sela tawanya.


Kenapa dia bisa mengetahui kalau aku anaknya. Batin Marcel heran.


"Sebenarnya kau siapa?!" Bentak Keyla dengan tatapan menyelidik.


"Apa kau melupakanku Key." Ucapnya dengan suara menggoda sambil menyentuh dagu Keyla.


"Kau berani menyentuhku." Bentak Keyla mengepalkan kedua tangannya.


"Mom lebih baik kita pergi dari sini, dari pada harus meladeni orang gila seperti dia." Ajak Marcel kesal, berdiri dan menghampiri kursi Keyla.


"Baiklah sayang." Jawab Keyla berdiri tanpa mempedulikan pria yang sedang duduk di sebelahnya.


"Tunggu." menahan pergelangan tangan Keyla.


"Hey kau berani menyentuh Mommyku, lepaskan!!" Bentak Marcel menarik tangan pria itu dari pergelangan tangan Keyla.


"Ternyata kau sangat menyayangi Mommymu, Marcel sayang." Ucapnya dengan santai, sambil mengangkat sudut bibirnya.


Bahkan dia mengetahui nama Marcel. Batin Keyla bertanya-tanya.


"Kau pasti terkejut Key, kenapa aku bisa mengetahui namamu dan anakmu ini. Oh bahkan lebih tepatnya anak angkatmu Keyla Wijaya, apakah tebakan aku benar bahwa dia anak angkatmu?!" Ucapnya santai dengan tersenyum menyeringai.


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada anda, karena selama ini sudah mau mengorbankan waktu yang sangat berharganya di habiskan dengan mengikuti saya selama beberapa tahun. Mungkin saya tidak mengenal anda saat ini, akan tetapi anda harus ingat sekarang sedang berhadapan dengan siapa." Ucap Keyla dingin tanpa ekspresi.


Ko aku merinding ya ketika Mommy ekspresinya berubah dingin. Batin Marcel bergidik merinding menatap Keyla.


"Mom ayo kita pergi." Gumam Marcel pelan merangkul pinggang Keyla.


"Ayo sayang." Jawab Keyla berubah lembut dan tersenyum ke arah Marcel.


Aku menyukai senyumanmu itu Mom." Batin Marcel tersenyum.


Sepertinya menarik, let's start game honey. Batinnya tersenyum menyeringai.


Diperusahaan.


Keyla bersama Marcel sudah sampai di loby perusahaan dengan Marcel yang memeluk pinggang Keyla begitu posesif, seperti yang di lakukannya tadi siang di restoran. Bahkan karyawan yang sedang melihatnya merasa seperti sepasang kekasih lebih tepatnya.


Akan tetapi para karyawan tidak berani mengatakan hal itu langsung kepada Keyla. Para karyawan hanya bisa membungkuk hormat dan memberikan senyuman ke arah Keyla dan Marcel.


"Mom sebenarnya siapa pria itu?!" Tanya Marcel menoleh ke arah Keyla yang sedang berjalan di sampingnya


"Mom juga lupa, nanti Mom harus beritahu Aunty Di supaya mencari tahu siapa sebenarnya pria itu." Jawab Keyla santai.


"Bagaimana cara Aunty mencarinya Mom, bahkan Mom saja tidak mengetahui namanya apalagi poto pria itu." Ucap Marcel santai.


"Tadi Mom sempat memotret wajahnya, ketika dia sedang berada di sudut ruangan. Karena Mom begitu penasaran dengan pria itu." Keyla menjelaskan kepada Marcel.


Setiba di lantai 20 Keyla terlebih dahulu memasuki ruangan Diana, dengan Marcel yang masih memeluk pinggang Keyla begitu posesif.


Diana yang sedang berada di dalam sambil membereskan beberapa dokumen di atas meja, di buat terkejut oleh kedatangan Keyla dengan Marcel yang sedang memeluk pinggangnya begitu posesif.


"Hey kenapa kalian masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." Gerutu Diana kesal.


"Aunty di sini siapa pemilik perusahaannya." Dengan santai Marcel menjawab, sambil menarik pinggang Keyla untuk duduk di atas sofa.


"Ya aku tau cuma kal--- Diana Belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Keyla.


"Sudahlah Di, gua juga tidak pernah marah ketika lo masuk ke dalam ruangan gua tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." Ucap Keyla dengan santai.


Cih.


Tidak marah katanya. Batin Diana kesal.


"Jadi lo ada perlu apa Key?!" Tanya Diana, sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di hadapan Keyla.


*Cih.


Aunty menyebalkan seperti bosnya saja. Batin Marcel menatap tidak suka kepada Diana.


"Hemm.. Baru tahu ya kalau Aunty tuh cantik." Ucap Diana kepada Marcel yang sedang melihat ke arahnya, sambil mengibas-ngibaskan rambutnya.


"Menurutku lebih cantik Mommyku di dunia ini." Dengan santai Marcel menjawab, sambil mengedipkan sebalah matanya kepada Keyla.


"Ya ya terserahlah." Gerutu Diana Kesal.


"Hey diam kalian." Decak Keyla kesal kepada Marcel dan Diana.


Haduh Singa betina sepertinya sedang marah. Batin Diana gugup.


Mom ketika marah sangat menakutkan. Batin Marcel.


"Di, lo harus mencari tahu sebenarnya siapa pria itu." Ucap Keyla menyerahkan poto yang berada di layar ponselnya kepada Diana.


"Baiklah Key, tapi sebentar sepertinya pria ini tidak asing bagiku." Ucap Diana melihat poto yang berada di layar ponsel milik Keyla.


"Apakah Aunty mengetahuinya?!" Tanya Marcel penasaran.


"Sepertinya, tapi entahlah supaya memastikan dugaan Aunty benar atau tidak. Lebih baik mencari tahu informasi tentangnya terlebih dahulu." Ucap Diana santai dan meletakkan ponsel milik Keyla ke atas meja.


"Baiklah secepatnya lo harus mencari tahu informasinya." Dengan tegas Keyla mengatakan hal itu kepada Diana.


___________________________


Terimakasih yang sudah mampir,


jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote😊