
Selama ujian di sekolahnya Marcel juga terus bolak-balik sambil mengurus perusahaan Wijaya Group, walaupun Keyla selalu melarang untuk ke perusahaannya tapi Marcel sebagai lelaki dia harus bisa mengatasi semuanya. Dan tidak terasa kini dia hanya tinggal menunggu kelulusan dan perpisahan di sekolahnya.
Dan selama beberapa hari ini hubungan Marcel bersama Keyla selalu romantis di setiap waktunya, bahkan Rangga yang selalu menginap di kediaman mansion milik keluarga Wijaya di buat jengkel oleh tingkah Marcel yang terus-terusan mengumbar kemesraan di hadapannya, dan semua orang yang berada di mansion Wijaya mereka mengetahui tentang hubungan special majikannya tersebut.
Sekarang ini pun Marcel yang berada di ruang keluarga bersama Keyla saling tertawa terbahak-bahak melihat serial kartun kesukaan Marcel, di hari weekend mereka selalu menghabiskan waktu untuk menonton TV atau bioskop yang sudah di sediakan di mansion keluarga Wijaya.
contoh film spongebob.
"Mom lihat si kuning terbang." Ucap Marcel di sela tawanya tanpa melihat ke arah Keyla.
Contoh visual Marcel.
Sementara Keyla tidak menjawab ucapan Marcel, dia asik memandangi wajah Marcel yang sedang tertawa melihat TV.
Contoh visual Keyla.
Aku baru sadar ternyata dia sangat tampan jika sedang tertawa. Batin Keyla.
"Mom kau baru tahu ya kalau aku sebenarnya memang tampan." Goda Marcel menyandarkan punggungnya di atas sofa, sambil melirik ke arah Keyla.
"Ck, kau selalu percaya diri sekali." Jawab Keyla kesal memalingkan wajahnya ke samping.
Haha.. Haha.. Haha..
"Memang kenyataannya Mom, semua murid perempuan di sekolahku bahkan semua wanita ingin menjadi kekasihku." Dengan santai Marcel mengatakan hal itu, sambil tersenyum bangga.
"Tapi kenapa kau memilih Mommy yang kenyataannya memang sudah tua." Jawab Keyla dengan suara lirih, menundukkan kepalanya.
Kenapa Mommy jadi baperan. Batin Marcel menghela nafas.
"Aku menyayangi dan mencintai seorang wanita bukan di lihat dari usia atau di ukur dari seberapa cantiknya dia, karena aku mencintai seorang wanita itu dengan hati yang tulus." Marcel menangkup wajah Keyla dan tersenyum lembut, sambil sesekali mengecup bibir tipis Keyla.
Deg.
Deg.
Keyla hanya bisa membisu dan menatap manik mata Marcel dengan dalam, ada perasaan hangat ketika dia mengatakan hal itu kepadanya. Dengan mata yang berkaca-kaca Keyla segera memeluk Marcel dengan erat menumpahkan semua kegundahan dan kegelisahan hatinya selama ini, Marcel yang merasakan baju bagian depannya terasa basah dia langsung mengusap punggung Keyla dan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Sayang terimakasih sudah mencintai Mommy dengan tulus." Ucap Keyla lirih, sambil menangis sesegukan.
"Iya sayang." Marcel melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Keyla dengan lembut, sambil tersenyum.
Dari kejauhan Rangga yang melihat dan mendengarkan percakapan antara Keyla dan Marcel, dia bisa ikut merasakan bahagia ketika melihat anak yang selama ini dia cari ternyata hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya, yang ternyata selama ini wanita itu juga yang pernah dicintainya.
*Ayah bisa merasakan kau tidak bisa hidup tanpa Keyla, jadi biarlah Ayah yang mengalah demi kebahagianmu. Selama ini kau pasti sudah merasa kesusahan tanpa Ayah. Ayah bersumpah akan selalu membahagiakanmu dan membalas perbuatan Ayah sambungmu yang tidak mau menerimamu di sisinya. Batin Rangga bertekad*, sambil tersenyum tipis.
Contoh visual Rangga.
Hem.. Rangga berdehem dengan keras menatap datar ke arah Marcel dan Keyla, sementara Keyla dan Marcel di buat terkejut dengan sosok Rangga yang berada tidak jauh dari ruang keluarga. Padahal sedari tadi mereka tidak melihatnya, dan entah sejak kapan Rangga berdiri di sana dengan tatapan datar.
Sejak kapan dia berdiri di situ. Batin Keyla bertanya-tanya.
"Ada apa Yah?!" Tanya Marcel kesal.
"Hey kau apakan Keyla sampai menangis?!" Tanya Rangga balik pura-pura tidak tahu.
"Tidak, dia itu." Marcel tidak meneruskan ucapannya karena sudah di potong oleh Keyla.
"Bukan salah Marcel, justru aku mau berterimakasih sama kamu ngga." Keyla menatap ke arah Rangga.
"Maksudmu?!" Rangga mengerutkan keningnya.
"Iya maksudku, terimakasih telah menghadirkan sosok putra yang dewasa, cerdas dan tampan." Keyla sekilas melirik ke arah Marcel sambil tersenyum.
Haha..haha..
"Kau baru menyadari Mom, kalau aku tampan." Di sela tawanya Marcel mencubit sebelah pipi Keyla.
Aw
"Sakit sayang." Rengek Keyla.
"Uluh.. Uluh sayang." Marcel mengusap rambut Keyla dengan lembut.
"Dasar anak kurang ajar, sekali lagi kau berani bermesraan di depan Ayah. Awas kau ya!" Tunjuk Rangga kesal ke arah Marcel.
"Sorry Yah mataku masih normal alias awas tidak buta." Marcel melototkan kedua matanya ke arah Rangga.
"Oh iya yah, Aunty Diana lagi jomblo tuh." Goda Marcel tersenyum.
"Heh kau ingin menjodohkan ayahmu." Selidik Rangga ke arah Marcel dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa tidak." Dengan santai Marcel menjawab.
❤️❤️❤️❤️
Di perusahaan Wijaya Group.
Sementara Diana yang berada di ruangannya, dia di buat pusing oleh kedua orangtuanya yang terus memaksakan kehendak mereka untuk segera menikah dengan pilihan kedua orangtuanya yang setengah tua bangka itu.
"Aarrgggh aku pusing." Diana mengacak-ngacak rambutnya prustasi.
"Apa lebih baik aku dengan Ayah Marcel saja." Gumamnya pelan mengingat raut wajah Rangga.
*Ah tapi kalau aku bersama Rangga yang ada aku bakal darah tinggi dan harus mempunyai stok jantung untuk menghadapi bocah tengil. Batin Diana membayangkan*, dan tersenyum tipis ketika mengingat kembali raut wajah Rangga.
Contoh visual Diana.
"Tau ah gua pusing, mending kasih tahu Keyla soal kejadian tadi pagi di kantor." Diana menekan nomor Keyla sambil menatap layar ponselnya, akan tetapi dia tidak jadi menghubungi Keyla.
Lebih baik aku ke mansion dia saja. Batin Diana tersenyum menyeringai.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jagan lupa tinggalkan like, coment, dan vote😍