
"Lebih baik aku keluar kota terlebih dahulu untuk menyelesaikan pekerjaan." Gumam Ziko pelan, sambil menghela nafas panjang.
Huft!!!
Keyla sekilas melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dan kembali lagi fokus menyelesaikan pekerjaan.
Baru pukul 12:00 semoga 30 menit lagi cepat selesai. Batin Keyla bersemangat.
Tok.. Tok..
"Masuk" Perintah Keyla dari dalam, tanpa melihat siapa yang datang ke dalam ruangannya.
Tap..
Tap..
Langkah kaki semakin mendekat ke arah meja Keyla, dan berdiri di hadapannya sambil menatap dengan tatapan kagum.
Mom kau wanita idaman semua pria, bahkan aku saja mengagumimu. Batin Marcel tersenyum tipis.
"Heemm.. Marcel berdehem memecah keheningan di ruangan Keyla, sambil tersenyum lebar."
Kemudian Keyla mendongakkan kepalanya menatap ke arah Marcel yang sedang berada di hadapannya.
"Sayang kenapa kau tidak pulang." Tanya Keyla serius.
"Nanti saja bareng sama Mommy." Jawab Marcel santai, sambil membuka jaket yang dia kenakan dan menyisakan kaos oblong berwarna putih.
Contoh Visual Marcel.
Marcel berjalan ke arah sofa dan merebahkan tubuhnya, sambil memejamkan kedua matanya. Sekilas Keyla hanya melirik ke arah Marcel.
"Awas saja kalau besok atau kedepannya kau bolos sekolah lagi, Mom tidak akan berbicara lagi kepadamu." Ucap Keyla dengan tegas.
"Baiklah Mommyku yang cantik." Goda Marcel membuka kedua matanya, sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Keyla.
Huh!
"Sayang kau kebiasaan selalu saja menggoda Mommymu." Gumam Keyla terkekeh, sambil merapihkan beberapa dokumen di atas meja.
Setelah itu Keyla berjalan ke arah Marcel yang berada di atas sofa, dan duduk di sebelahnya.
"Mom apa kau lelah." Tanya Marcel sambil memegang salah satu tangan Keyla.
"Iya sayang Mom sangat lelah, rasanya Mom ingin menjadi ibu rumah tangga saja menunggu suami Mom pulang kerja, dan menyiapkan makan malam untuknya ketika dia pulang." Ucap Keyla panjang lebar memejamkan kedua matanya.
Mom aku pasti akan mewujudkannya. Batin Marcel tersenyum penuh arti.
Cup.
Seketika Marcel mencium bibir Keyla dengan lembut. Dan membuat Keyla membuka kedua matanya lebar, sambil menatap ke arah Marcel dengan tatapan intens.
"Sayang."
Marcel menatap jauh ke dalam bola mata Keyla yang indah. "Yes Mom, ada apa?!" Tanya Marcel tersenyum.
Tidak berapa lama, suara perut Keyla menghentikan tatapan keduanya, Marcel terkekeh melihat rona merah di pipi Keyla. Sedangkan Keyla menahan malu dengan rona merah di pipinya.
"Sayang." Ucap Keyla pelan.
Marcel terkekeh lagi. "Ayo makan siang bersama Mom." Ajak Marcel berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Keyla.
Keyla tersenyum dan membalas uluran tangan Marcel.
Marcel menggandeng tangan Keyla, berjalan melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift. Dan menuju restoran X yang berada di sebrang perusahaannya.
Tidak berapa lama pintu lift khusus Presiden direktur terbuka, di dalam sudah ada Diana yang sedang menatap ke arah Keyla dan Marcel secara bergantian.
"Kenapa kau masih berada di sini." Selidik Diana kepada Marcel.
"Memangnya ada masalah jika aku masih di sini." Jawab Marcel ketus.
"Iya masalah dong, karena setiap kamu di sini selalu saja menyusahkan Aunty." Gerutu Diana kesal.
"Benarkah, tapi aku merasa tidak melakukannya." Jawab Marcel santai.
Cih.
"Dasar menyebalkan." Decak Diana kesal.
Sedangkan Keyla yang sedari tadi berada di sebelah Marcel hanya memperhatikan mereka berdua, sambil memutar kedua bola matanya malas.
Menyebalkan, bisa-bisanya mereka mengabaikanku. Batin Diana kesal sambil berjalan keluar lift.
Restoran X.
Keyla dan Marcel telah sampai di restoran X di sebrang perusahaan Wijaya Group, banyak pengunjung yang mengira mereka sepasang kekasih dengan Marcel yang memeluk pinggang Keyla dengan posesif. Bahkan Keyla pikir hari ini sedang berkencan dengan Marcel, akan tetapi dia menyampingkan pikirannya itu.
Kini Keyla dan Marcel sedang menunggu pesanan masing-masing, sambil sesekali mereka tertawa ketika sedang asik berbicara.
"Oh iya sayang kau punya hutang sama Mommy." Ucap Keyla santai di sela tawanya.
"Hutang?!" Dengan bingung Marcel menjawab.
"Ya kau punya hutang penjelasan sama Mommy sayang ingat tidak. Ketika kau mengatakan Mommy adalah kekasihmu waktu di foodcourt bersama temanmu itu." Panjang lebar Keyla menjelaskan kepada Marcel.
"Oh soal itu Mom." Ucap Marcel terkekeh.
"Sorry Mom, aku mengatakan kepada temanku kalau Mom adalah kekasihku. Karena aku malas jika harus terus-terusan di ikuti oleh Renata apalagi dia--." Marcel tidak meneruskan perkataannya.
"Apalagi dia kenapa sayang?!" Tanya Keyla penasaran.
Akan tetapi ketika Marcel akan menjawab ucapan Keyla, sudah di potong oleh kedatangan pelayan sambil membawa beberapa pesanan, dan meletakkan pesanan tersebut di atas meja.
"Silahkan."
Kini Keyla sedang menikmati spaghetti yang dia pesan dengan makan begitu lahap, sampai Marcel yang berada di hadapannya terkekeh melihat Keyla yang sedang makan seperti orang kelaparan.
"Mom pelan-pelan." Ucap Marcel terkekeh.
"Hemm.. Apa kau mau sayang?!" Tanya Keyla di sela mengunyah makanannya.
"No Mom, melihat kau makan saja aku sudah kenyang." Jawab Marcel terkekeh lagi.
Tiba-tiba ponsel milik Marcel berdering ada panggilan masuk dari Andrew, dengan malas Marcel menjawab panggilannya.
"Ada apa kau menelponku." Tanya Marcel ketus.
(_____________)
"Aku sedang bolos hari ini." Dengan malas Marcel menjawab.
(_______________)
"Tidak." Ucapnya datar.
Tut.. Tut.. Tut..
Marcel mengakhiri panggilan dengan sepihak, karena dia tau betul jika Andrew sekarang sedang penasaran tentang kenapa dia bolos hari ini.
"Siapa sayang." Tanya Keyla di sela mengunyah makanannya.
"Andrew Mom." Marcel menjawab dengan malas sambil meminum coffee.
"Oh."
Tidak berapa lama ponsel milik Marcel berdering kembali, ada panggilan masuk. Akan tetapi Marcel hanya sekilas melihat layar ponselnya, tanpa ada niatan untuk menjawab panggilan tersebut.
"Sayang siapa?!" Tanya Keyla penasaran karena Marcel tidak menjawab panggilannya.
"Bukan siapa-siapa Mom." Dengan santai Marcel menjawab.
"Lalu kenapa tidak-- Keyla belum sempat menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh Marcel.
"Mom ayo kita kembali ke perusahaan, waktu makan siang sudah lewat 15 menit." Ajak Marcel mengalihkan ucapan Keyla.
"Hey.. Sayang di sini bosnya Mommy." Protes Keyla.
"Oh iya sorry Mom." Ucap Marcel terkekeh.
Kenapa aku bisa melupakan kalau Mommy pemilik perusahaannya. Batin Marcel terkekeh geli.
"Aish kau ini melupakan pemilik perusahaannya." Ucap Keyla menggelengkan kepalanya.
Haha .. haha ..
"Sorry Mom aku melupakannya." Ucap Marcel di sela tawanya.
Terimakasih yang sudah mampir,
jangan lupa tinggalkan Like, Coment, dan Vote.
Salam dari para tokoh Hot Mommy buat Readers❤️