
"Siapa pria itu? Sepertinya dia akan mengacaukan acara pernikahan Marcel." Gumam Andrew pelan melihat gerak-gerik Alex yang mencurigakan.
Setelah memastikan jika Alex keluar dari ruangan itu, Andrew segera masuk dan menanyakan kepada pria yang sedang berbicara dengan Alex.
"Berapa uang yang di kasih oleh pria tadi?" Tanya Andrew melipat kedua tangannya di dada.
"Hmm maksud tuan ap--a, saya tidak mengerti." Jawab pria itu sedikit gugup melihat raut wajah Andrew tanpa ekspresi.
"Sekarang istrimu sedang sakit dan anakmu masih berumur 9 tahun, hmmm sepertinya--." Andrew nampak berfikir dan mulai tersenyum penuh arti, melihat lawan bicaranya nampak ketakutan ketika mendengar nama istri dan anaknya di sebutkan.
"Sebenarnya pria itu memberi saya sebuah CD, tapi saya tidak tahu video apa di dalamnya. Tuan saya mohon jangan ganggu keluarga saya, istri saya lagi sakit dan saya membutuhkan uang itu untuk membawanya berobat." Ucap pria itu dengan suara lirih, sambil bersujud di bawah kaki Andrew.
"Baiklah karena ini permintaanmu dan kau juga sudah mau membuka mulut, jadi bawa istrimu pergi berobat dan sisanya gunakan untuk keperluan anakmu." Andrew memberikan amplop coklat tebal tersebut kepada pria itu.
"Terimakasih banyak tuan, terimakasih." Jawab pria itu penuh syukur.
"Hmm dan satu lagi kau putar CD ini setelah memutar video mesra Keyla bersama Marcel, apa kau mengerti." Perintah Andrew tegas, dan setelah itu dia berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Sebelumnya saat Alex sedang berbicara dengan pria itu, Andrew mencari tahu keluarga dari pria itu supaya di jadikan senjata olehnya, saat pria itu tidak mau membuka mulut tentang rencana Alex.
Flash back off.
"Gimana apa kau berhasil menangkap Alex?" Tanya Rangga to the point, saat melihat anak buahnya menghampiri dirinya.
"Maaf bos dia sudah melarikan diri, kami dan tim kepolisian tidak berhasil menangkap Alex." Jelas anak buah Rangga menundukkan kepalanya.
"Sudah kuduga pasti dia berhasil melarikan diri, tapi tidak masalah yang pasti sekarang karir dia hancur karena semua pebisnis tidak akan mau bekerjasama dengannya." Rangga tersenyum tipis mendengar jawaban dari anak buahnya.
"Tapi om tidak perlu khawatir, serahkan semuanya sama saya." Tiba-tiba Andrew menghampiri Rangga dan anak buahnya yang sedang membicarakan Alex.
"Apa kamu serius Drew?" Tanya Rangga memastikan.
"Saya serius om." Andrew meyakinkan Rangga sambil tersenyum lebar.
"Baiklah terimakasih." Balas Rangga menepuk bahu Andrew sambil tersenyum lembut.
Sebenarnya satu sisi gue bingung, gue gak tega lihat Renata bersedih kehilangan keluarga satu-satunya. Tapi di sisi lain lo adalah sahabat gue dari kecil Cel. Batin Andrew merasa bimbang saat membayangkan Renata dan Marcel secara bergantian.
♥️♥️♥️♥️♥️
Tidak berapa lama semua lampu ruangan telah hidup kembali, dan bersamaan itu pula Marcel melepaskan ciumannya dari bibir tipis Keyla.
"Terimakasih sayang sudah mempercayaiku menjadi suamimu." Ucap Marcel tulus, sambil mencium kening Keyla.
"Sama-sama sayangku." Balas Keyla mencium bibir Marcel, sementara Marcel terkejut dengan tindakan Keyla yang tiba-tiba menciumnya di hadapan ribuan orang.
Tepuk tangan dari para tamu yang hadir kembali memecah ruangan, termasuk Ziko dan Caca yang menghadiri acara pernikahan Keyla bersama Marcel saat melihat adegan Keyla sedang mencium bibir Marcel.
Apakah kamu sudah mengikhlaskan Keyla hidup bersama dengan Marcel, atau kamu hanya berpura-pura tersenyum untuk menutupi rasa sedihmu. Batin Caca bertanya-tanya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Ziko ketika tak sengaja matanya melihat ke arah Caca yang berada di sampingnya.
"Apa kamu masih belum percaya kalau aku sudah tidak mempunyai perasaan lebih terhadap Keyla, hmm." Tanya Ziko sekali lagi memastikan keraguan hati istrinya.
"Aku harap ucapan dan hatimu sama sayang." Balas Ziko tersenyum lembut, setelah itu dia kembali menatap ke arah sepasang pengantin.
Apa?? Dia bilang sayang, apa aku tidak salah denger. Batin Caca merasa bahagia, kesekian kalinya Ziko menyebut dirinya sayang.
Malam semakin larut, dan kini beberapa para tamu undangan yang hadir mulai meninggalkan acara pernikahan Keyla bersama Marcel. Sementara sahabat dekat mereka masih berada di kediaman mansion keluarga Wijaya untuk melakukan pesta kedua yang telah di siapkan oleh sepasang pengantin.
"Huh kakiku pegal sekali." Gumam Keyla pelan merebahkan tubuhnya di atas kursi, setelah melihat para tamu undangan meninggalkan acara pesta pernikahannya.
"Apa kakimu pegal sayang?" Marcel berjongkok dan perlahan tangannya memijat kaki Keyla secara bergantian.
"Iya sayang, kakiku pegal sekali." Keyla mengerucutkan bibirnya.
Melihat dia mengerucutkan bibirnya saja si junior sudah mulai berdiri tegak. Batin Marcel mengehela nafas.
Dengan gerakan cepat Marcel menggendong Keyla untuk menuju kamarnya, dia tidak mempedulikan dengan teriakan sahabatnya yang terus menggoda dirinya bersama Keyla.
"Bocah tengil mau di bawa kemana si Keyla." Goda Diana saat melihat Marcel menggendong Keyla.
"Cel lo kebelet ya." Teriak Andrew terkekeh.
"Wah gercep ya si Marcel, kayanya si Rangga bentar lagi dapat cucu, haha kalah dia sama anaknya." Ledek Ziko melihat ke arah Rangga.
"Sialan lo Ziko." Balas Rangga melempar garpu ke arah Ziko, hampir saja jika Ziko tidak menghindar mungkin saat ini wajahnya sudah terkena goresan garpu.
"Hampir saja muka tampanku terkena goresan garpu." Ziko memegang wajahnya, sambil menghela nafas.
"Kenapa kamu menggendongku sayang, padahal aku masih bisa jalan sendiri tahu." Keyla menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Marcel.
"Jangan mendengarkan mereka, anggap saja ada suara tanpa wujud." Jawab Marcel dengan entengnya, terus berjalan menuju kamar yang berada di lantai dua.
"Ternyata pedas sekali mulutmu sayang." Keyla terkekeh dengan jawaban Marcel.
Tidak berapa lama mereka sudah tiba di dalam kamar, setelah itu Marcel merebahkan tubuh Keyla di atas ranjang.
"Sebentar sayang, biar aku saja yang membuka high heels mu." Marcel dengan cekatan langsung membuka high heels yang di pakai oleh Keyla.
Sedangkan Keyla dia tersenyum melihat Marcel yang begitu perhatian terhadapnya, padahal dia tahu jika Marcel pun tak kalah lelah seperti dirinya.
Aku masih tak menyangka jika suamiku adalah kamu sayang. Batin Keyla masih tidak percaya.
"Jangan memikirkan yang tidak-tidak, nanti saja sayang aku tidak mau bikin kamu lelah." Goda Marcel sambil memijat kedua kaki Keyla secara bergantian.
"So tahu." Jawab Keyla dengan cepat dan menjulurkan lidahnya.
Haha .. Haha.. Haha
"Tapi jika kamu ingin sekarang pun aku siap sayang." Ucap Marcel di sela tawanya.
"Itu sih kamu yang ingin sekarang." Keyla beranjak berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.
Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote ♥️