Hot Mommy

Hot Mommy
Menceritakan kejadian



Pagi harinya.


Dengan perlahan jari jemari Jack mulai bergerak, sementara Fahmi yang duduk memperhatikan keadaan Jack ia segera memanggil dokter untuk mengecek keadaan nya sekarang.


Dokter yang memeriksa keadaan Jack ia segera memberitahukan jika sebentar lagi Jack akan segera siuman, setelah mengatakan hal itu kepada Fahmi dokterpun pergi meninggalkan ruangan.


Jack tiba-tiba mengerjapkan kedua matanya, pertama kali yang Jack lihat hanya cahaya lampu yang membuat kedua matanya silau. Sedangkan pikirannya ia kembali teringat tentang kejadian yang menimpa dirinya bersama Ziko.


"Tuan Ziko." Dengan menahan rasa sakit di tubuhnya Jack bangkit menyebutkan nama Ziko.


Sementara Fahmi yang melihat Jack memaksa dirinya untuk bangkit, ia hanya bisa menggelengkan kepala. Tak menyangka jika Jack begitu mengkhawatirkan keadaan Ziko sedangkan dirinya pun masih butuh pertolongan.


"Jack kau jangan banyak bergerak, istirahat lah." Fahmi menyuruh Jack untuk kembali merebahkan tubuhnya, dan memberitahukan tentang keadaan Ziko.


Jack yang mendengar jika bos nya terluka parah, ia merasa sudah gagal menjadi tangan kanannya dan melindungi nya. Dalam diam Jack meneteskan air matanya mengingat kebersamaannya dengan Ziko.


Maafkan saya tuan muda. Batin Jack lirih.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua, kenapa bisa seperti ini?" Tanya Fahmi yang sudah mulai penasaran dengan cerita Jack, sebenarnya ia mengetahui tentang masalah Ziko dengan Alex akan tetapi ia tidak menduga akan terjadi hal seperti ini.


"Jadi ketika pak Ziko sudah mengantarkan istrinya pulang ke mansion dari rumah sakit, ia mendapat telepon dari seorang client yang ingin bertemu dengannya. Akan tetapi pak Ziko tidak mengajak saya saat itu, beliau hanya memberitahu lewat pesan." Jelas Jack dengan raut wajah yang serius.


"Tidak berapa lama ada notifikasi pesan masuk dari teman saya yang memberitahukan jika pak Ziko sedang di ikuti oleh beberapa mobil hitam di belakangnya menuju jalanan sepi. Setelah itu ketika sampai di sana saya tidak melihat beliau hanya ada beberapa pria berjas hitam sedang menghalangi jalan saya." Jack berusaha mengingat kejadian yang menimpa dirinya pada saat akan menyelamatkan Ziko.


"Di saat saya sudah mengalahkan beberapa pria berjas hitam itu, ada salah satu pria mengatakan jika pak Ziko di sekap di besment gedung tersebut." Jack terkekeh membayangkan ia tak habis pikir ternyata dia sangat bodoh tertipu dengan ucapan pria itu.


"So?" Fahmi mengerutkan keningnya setelah mendengar kekehan Jack.


"Dia menipu saya, di sana tidak ada pak Ziko. Dan setelah itu saya tidak mengingat apa-apa lagi." Geram Jack mengingat dirinya dengan mudah tertipu oleh anak buah Alex.


"Baiklah sekarang lebih baik kamu istirahat saja Jack, untuk urusan Alex serahkan semuanya pada saya." Fahmi tersenyum tipis.


"Tapi---" Belum sempat Jack menyelesaikan ucapannya Fahmi sudah mengatakan jika ini perintah langsung dari nyonya besar karena ini menyangkut putra semata wayangnya.


"Baik-lah terimakasih." Jack sedikit membungkuk hormat.


Maafkan saya nyonya telah gagal menjaga putra anda. Batin Jack merasa bersalah kepada Marisa.


Sementara Fahmi menepuk bahu Jack dan setelah itu pergi meninggalkan ruangan.


🖤🖤🖤🖤


Sementara di koridor rumah sakit tempat Diana di rawat, Rangga bersama Marcel yang tengah berjalan menuju parkiran ia tidak sengaja melihat pengawal Pratama berada di sana, dan menjaga salah satu ruangan. Mereka saling pandang sambil mengerutkan keningnya. Pikir mereka siapa yang sakit dan tidak ada yang memberitahu jika keluarga Pratama sedang berada di rumah sakit ini apalagi di depan ruangan ada para pengawal yang menjaga sepertinya hal buruk telah terjadi.


Tanpa pikir panjang Rangga dan Marcel berjalan dengan cepat menghampiri pengawal dan menanyakan siapa yang berada di rumah sakit ini.


"Siapa yang sakit dan di rawat di sini?" Tanya Marcel to the point.


"Tuan Ziko." Pengawal membungkuk hormat ketika Rangga bersama Marcel menghampirinya.


"Tadi malam ada beberapa orang yang menghabisi nyawa tuan Ziko dan tangan kanannya, tuan." Jelas pengawal.


"APA?!" Rangga bersama Marcel yang mendengar jawaban pengawal Pratama ia terkejut dan mengepalkan kedua tangannya siapa yang sudah berani mengusik kehidupan Ziko, apa ini ulah Alex atau. Kini pikiran mereka mulai menerka-nerka siapa dalang dari semua ini. Lebih baik mereka menanyakan hal tersebut kepada Caca dan melihat keadaan mereka berdua secara langsung.


Ceklek.


Pada saat membuka pintu Rangga bersama Marcel bisa melihat jika wajah Ziko di penuhi oleh perban dan beberapa luka di tubuhnya, sementara Caca ia tertidur sambil mencium tangan Ziko.


Mereka yang melihat keadaan Ziko separah itu hanya bisa mengepalkan kedua tangan mereka, dan tanpa sadar rahang nya sudah mengeras.


*Uncle Ziko aku akan membalaskannya untuk mu, berani sekali dia. Batin Marcel menahan amarahnya.


Gue akan membalas nya untukmu Ziko. Batin Rangga tersenyum menyeringai*.


Mereka tidak ingin mengganggu waktu istirahat Caca, lebih baik mereka kembali dan menanyakan keberadaan Jack kepada pengawal. Setelah mengetahui jika Jack di rawat di sebelah kamar Ziko dengan langkah cepat mereka masuk kedalam ruangan tempat Jack di rawat.


Ceklek.


Jack yang mendengar suara pintu terbuka ia menyandarkan tubuhnya, ia membungkuk hormat ketika Rangga bersama Marcel masuk keruangan nya.


"Jack apa yang terjadi dengan kalian berdua?" Tanya Marcel yang sudah penasaran siapa orang yang tega membuat Ziko dan Jack seperti ini.


"Alex tuan." Jawab Jack menahan amarahnya.


"Sudah kuduga ini pasti ulah biadab Alex, kenapa kalian tidak memberitahu kami jika kalian dalam bahaya setidaknya jika kami tidak bisa membantu para pengawal kami yang akan turun tangan." Ucap Rangga sedikit kesal karena Jack maupun Ziko tidak memberitahu dirinya jika dalam bahaya.


"Maafkan saya tuan--" Jack belum sempat menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh kedatangan Fahmi.


"Selamat pagi tuan Rangga dan tuan Marcel." Sapa Fahmi sambil membungkuk hormat, ia sudah mengetahui tentang mereka berdua.


"Pagi." Jawab mereka sedikit bingung dengan kedatangan Fahmi, karena sebelumnya mereka belum pernah bertemu dengan Fahmi.


Jack yang mengetahui jika sahabat bosnya baru melihat Fahmi, ia menjelaskan kepada mereka kalau Fahmi adalah tangan kanan nyonya Marisa.


"Baiklah, jadi ceritakan semua kronologinya kepada kami Jack." Ucap Rangga yang masih penasaran dengan kelanjutan cerita Jack, belum sempat Jack menceritakan Fahmi sudah menyerahkan bolpoin kepada Rangga.


Dengan cepat Rangga menekan tombol on, setelah itu terdengar suara Jack menjelaskan kronologi yang menimpanya bersama Ziko. Setelah selesai mendengar kan ceritanya, mereka semakin di buat geram dengan Alex yang tidak ada hentinya mengganggu keluarga nya dan kini beralih mengganggu sahabatnya. Sebenarnya apa yang dia inginkan dari kami? Nyawa? Apa setelah memberikan nyawa kami dia akan berhenti berbuat jahat? Tidak semudah itu Alex akan berhenti pikir Rangga yang sudah mulai jengah dengan Alex.


"Tuan Rangga dan tuan Marcel tidak usah khawatir sekarang, biar saya dan anak buah saya yang mengurus Alex." Ucap Fahmi tersenyum tipis.


"Maaf ini urusan kami pak, karena masalah nya timbul dari keluarga kami jadi tolong biarkan kami yang membalas perbuatan Alex." Jelas Rangga dengan tegas.


"Sekali lagi mohon maaf tuan saya hanya di perintahkan nyonya besar karena menyangkut anak semata wayangnya, jadi ijinkan saya dan anak buah saya membantu anda." Fahmi tetap bersikukuh untuk membantu membalaskan dendam tuan mudanya.


"Baiklah, sebelumnya saya ucapkan terimakasih."


Terimakasih yang sudah setia menunggu cerita novel hot mommy 🤗