
Arlan mengusap wajah nya sejenak. Pria itu masuk ke kamar pribadinya terlebih dahulu guna membersihkan diri, ia baru sadar kalau sedari tadi pagi dirinya belum mandi. Kini jam menunjukkan pukul dua siang, pria itu memilih mengenakan singlet yang biasanya dia pakai saat berolahraga, singlet ketat berwarna hitam yang mencetak jelas pahatan tubuh kekar nya. Ia memilih memakai pakaian itu karena cuaca hari ini sangat terik, Arlan benci kepanasan apalagi berkeringat jika sedang bermanja dengan gadis nya.
Pria itu berlalu menuju kamar yaya, tepat bersebelahan dengan kamar pria itu. Arlan tersenyum saat baru saja ia membuka pintu, ia menatap gadisnya begitu ceria menyantap gurita bakar sambil memangku ipad yang ia belikan.
"Hubby! Kemari" ajak gadis itu bersemangat saat menyadari kehadiran Arlan di sana.
Pria itu tersenyum, ia menutup pintu terlebih dulu sebelum ikut bergabung di sebelah gadisnya.
Yaya tersenyum sangat manis, gadis itu kemudian mengangkat satu tusuk lidi yang sudah tertancap gurita bakar ala korea yang sangat ia sukai. Gadis itu menyuapi Arlan dengan binar bahagia yang terpancar sangat jelas di wajah nya.
"Enak banget 'kan? Aku suka!" ucap gadis itu tanpa berniat mendapat jawaban dari pria di sebelah nya.
Arlan terkekeh-kekeh, ia mengangguk saja. Matanya menatap lamat gadis itu, yaya tampak mem pause film yang sedang ia tonton, kemudian gadis itu meletakkan ipad juga makanan nya di nakas. ia beralih menggapai wajah Arlan, menangkup nya dengan sesekali mengelus lembut rahang tegas pria itu. Arlan sampai gelagapan sendiri, entah mengapa ia jadi salah tingkah diperlakukan tiba-tiba seperti ini.
"Hubby... Terimakasih banyak, untuk semuanya! Aku bersyukur bisa mengenal mu, kamu sangat baik. Kamu selalu ada untuk ku, dan selalu membuat aku termanjakan. I love you!"
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Arlan tersenyum menerima kecupan bertubi-tubi dari gadis nya ini. "Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Arlan saat gadis itu sudah melepaskan nya.
Yaya tersenyum senang "karena hubby selalu membuat aku bahagia, hubby selalu menyediakan segalanya untuk ku, termasuk hal-hal kecil seperti cemilan ini" yaya menunjuk gurita bakar saus pedas itu "hubby selalu tahu apa yang aku suka, dan... Aku bersyukur bisa merasakan ini semua, hubby tahu kan? Aku bukan anak orang kaya? Jangankan harta, keluarga aja aku tak punya" Ujar gadis itu lirih di akhir kalimat.
Arlan mengelus sayang pucuk kepala gadis itu "kamu punya aku" ucapnya dengan senyum yang amat manis, membuat yaya jadi ikut tersenyum lagi. Gadis itu langsung saja naik, duduk di pangkuan Arlan. Ia memeluk erat leher pria itu, semakin hari yaya jadi semakin sayang dan cinta pada pria pemaksa ini.
"Baby? Will you marry me?"
Yaya terpaku, gadis itu sampai lupa bernapas sangking terkejut nya mendengar penuturan Arlan barusan. Pria itu mengajaknya menikah? ini bukan kali pertama, tapi rasa nya tetap saja sama. Bingung, deg degan, terharu, CAMPUR ADUK.
Arlan ikut terdiam, ia menantikan jawaban gadis itu, amat menantikan nya. Kali ini dia mau kepastian, jika kalimat YA sudah keluar dari mulut gadis itu, kali ini dia serius besok mereka akan menikah.
Tangan besar itu mengelus sayang punggung gadis nya, ia memejamkan mata, mengendus kuat aroma tubuh gadisnya yang sangat memabuk kan.
"Yes... I will" Jawab gadis itu akhirnya.
Arlan bersorak bahagia, pria itu memeluk gadisnya semakin erat sembari merapalkan kata I LOVE YOU sebanyak mungkin.
Yaya tersentak saat tiba-tiba Arlan menatap nya dengan pandangan yang... Ah sulit di artikan. Pria itu membaringkan tubuh nya perlahan, kemudian badan kekar Arlan mengungkung nya dari atas. Pria itu tersenyum tipis, menampilkan smrik yang jarang ia tampilkan di depan wajah yaya.
Yaya gelagapan saat tiba-tiba tangan pria itu mulai aktif meraba sana-sini "Hubby..." yaya berucap sambil menatap takut wajah pria itu, Arlan tak perduli, dia sangat bahagia sampai-sampai libido nya ikut naik. Dasar mafia mesuum.
"By, tangan nya!" tegur gadis itu saat ia merasakan Sapuan halus jemari Arlan yang semakin naik ke pangkal paha nya.
Arlan tersenyum, "kamu milik aku sayang. aku akan membuat mu merasa nikmat, jangan takut. Hei..." Arlan mengelus lembut pipi gadis itu saat menatap mata gadisnya yang mulai berkaca-kaca.
Ia yakin yaya nya ini pasti sedang ketakutan.
"Hubby, kita belum nikah. Nanti saja ya?" bujuk gadis itu dengan suara yang bergetar berharap Arlan mau menurut. Namun gagal, pria itu justru menggelengkan kepalanya "aku hanya akan membuatmu enak, baby. Bukan bercinta"
Yaya semakin gelagapan, apa maksud ucapan itu? Enak? Enak bagaimana?!
Arlan tersenyum, ia mencoba menampilkan raut teduh nya agar yaya tidak terlalu tegang "percaya padaku, aku hanya pakai jari. Tidak lebih Baby"
Mata gadis itu membola, ia akhirnya paham maksud ucapan pria itu. Ia menggelengkan kepala ribut "t..tidak! Yaya tidak mau"
Belum sempat yaya menolak lagi, bibir gadis itu sudah tersumpal ciuman maut dari Arlan. Mereka sama-sama memejamkan mata, yaya mencengkram rambut pria itu, entah mengapa degup jantung nya semakin bertalu cepat.
Arlan sangat pandai membuat gadis itu mabuk menikmati ciuman nya "Mmhh... Cpkh..cpkh"
Suara kecipak begitu nyaring terdengar, membuat pasangan itu semakin terbakar gairah yang mereka ciptakan. Yaya memejamkan mata, menikmati segala sentuhan Arlan di tubuh nya, gadis itu sampai tak sadar kalau saat ini dirinya sudah full nakedd akibat ulah Arlan.
Begitu cepat, sampai gadis itu tak sadar. Arlan melepaskan bibir keduanya, ia menelisik tubuh gadisnya dari atas hingga bawah. Yaya yang akhirnya sadar lantas memekik kaget, ia berusaha menutupi area privasi nya namun dicekal oleh pria tampan itu. Arlan mengunci pergerakan tangan yaya dengan mencengkram nya di atas kepala gadis itu. Membuat kesan sexyy semakin ketara menghiasi mata pria itu.
Arlan menegak ludah susah payah. matanya sampai terbuka lebar menikmati tiap lekuk indah tubuh yaya. Tak disangka, jika gadis itu memiliki postur yang sangat Arlan idam-idamkan. Pantas saja setiap memeluk gadis itu rasanya empuk dan sangat nyaman.
"kamu mengagumkan, baby... Sangat indah" bisik Arlan tepat di depan bibir gadis itu.
"By..." yaya sudah hampir menangis. sungguh dirinya merasa malu saat ini. Bagaimana tidak? Kini hanya dirinya yang telannjang, sedangkan Arlan masih memakai pakaian dengan lengkap. ia merasa seperti wanita bayaran saja.
Gadis itu menggeliat saat tangan Arlan turun ke bawah, mengusap-usap pinggul gadis itu dengan sangat lembut, yaya menggigit bibir bawah nya agar suara lacknat itu tidak keluar, namun sayang seribu sayang ia gagal, "Ught..." suara itu pun keluar saat Arlan dengan tiba-tiba mencubit manja klittoris nya.
"Jangan ditahan, baby.. Keluarkan semuanya, aku ingin melihat nya..."
Yaya semakin kelimpungan saat pria itu melahap salah satu buah dadaa nya, mengemut bahkan sesekali menggesekkan lidah nya pada penttil gadis itu. "Ah..." Arlan tersenyum senang, tangan nya yang satu lagi ia gunakan tuk memilin-milin payudaraa yang sebelah. GILA! ini sangat nikmat, segala sentuhan Arlan bak energi listrik yang memabukkan jiwa. Gadis itu tak henti-hentinya mendesahh manja, pikiran nya seolah kosong, bibir nya senantiasa mengeluarkan suara suara indah yang sangat disukai Arlan.
Plop..
Arlan memandangi wajah sensual gadis itu, yaya ikut menatap Arlan. Tak ada yang berbicara, keduanya hanya diam sambil memperhatikan wajah satu sama lain. Arlan tersenyum "buka kaki nya, baby" Pinta lelaki itu dengan suara serak nya, yaya sampai merinding mendengar itu.
Gadis itu seperti robot yang sedang dikendalikan oleh tuan nya, ia perlahan membuka kedua paha nya melebar, Arlan tersenyum senang, ia membantu gadis itu. membuka celah kedua paha yaya dengan tangan nya, sehingga yaya semakin mengang kang lebar.
Arlan tersenyum evil, sangat indah milik gadis itu, berwarna merah muda, tembem, dan juga bersih. Jujur saja adiknya sudah bereaksi sedari tadi, namun ia tahan, tak bisa membatu adiknya sama sekali, sekarang ia akan fokus membuat gadis ini melayang dengan rasa nikmat yang dia ciptakan.
"Jangan ditahan, okay.."
Gadis itu mengangguk, jantung nya sudah berdiskoria, seolah tercuci otaknya, ia manut-manut saja, ia juga sudah tak sabar.
Arlan mengecup kilat bibir ranum gadis itu, kemudian ia mulai menggesek kan dua jari nya di bawah sana, menggoda klit kecil yang sangat menggemaskan itu. Yaya sampai memekik, menggelinjang akibat ulah tangan pria itu.
"Uh... Ah... Ught... Hubbyh" gadis itu bak cacing kepanasan saat ini, ia tak bisa melawan sama sekali.
Arlan semakin senang, ia menatapi wajah memerah gadis itu, ia menikmati segala ekspresi yaya saat ini, sangat sexyy di mata nya.
Arlan mencoba memasuk kan satu jari nya, hingga yaya mendesaah nikmat, gadis itu menatap balik wajah Arlan sambil mengangguk kan kepalanya. Arlan semakin terpancing, pria itu menekan jarinya hingga berhasil masuk semua, yaya menjerit merasakan benda asing di bawah sana. Ini kali kedua Arlan memasukkan jari kekar itu ke dalam sana.
"Hubby... Ouchh...Sshh" gadis itu menganga lebar saat Arlan mulai memaju-mundur kan jarinya di dalam sana. tubuh yaya bergetar kecil, yaya mencengkram sprei dengan kencang. Ini gila, sangat nikmat! Membuat yaya serasa terbang ke atas awan.
Arlan sendiri hanya menatapi wajah sang tunangan dengan ekspresi yang sulit di artikan, ia sangat suka melihat wajah gadis ini saat hornyy, Arlan menggigit bibir dalam nya, gadis itu tampak semakin menggoda iman.
"Aah... By, ohh"
Arlan mencium pipi gadis itu sekilas, tangan nya tak berhenti bergerak di bawah sana. "Kenapa baby? Hm?"
Yaya membuka matanya, ia mantap Arlan dengan tatapan memohon "mau pipis.. Sshh"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
YAWLO GW MERINDING NGETIK INI WOI
jan lupa like komen pollow and hadiah nya yeaaaa NUNA TUNGGU LHO