Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 40



Dengan sekuat tenaga yaya akhirnya lepas dari pria itu, ia menatap gugup pada Arlan yang kini sudah menggeram marah "Sana, pergilah ke toilet, dulu" Ucap gadis itu menganjurkan


Arlan menggeleng lemah, ia kembali menarik gadis nya mendekat, ia merebahkan tubuh keduanya di kasur nan empuk itu, yaya jadi bingung sendiri, bukankah Arlan sedang tidak baik-baik saja? Apa bisa pria itu tidur dalam keadaan sesak seperti itu?


"Elus-elus!" pinta Arlan menarik tangan yaya menuju rambut pria itu.


Yaya menurut saja, ia masih menatap lamat wajah Arlan yang berusaha untuk terlelap dengan paksa "kau baik-baik saja, Arlan?" tanya nya pelan


Arlan menggeleng "biarkan saja, kau kan memang suka jika aku tersiksa, biarkan aku menikmati semua nya" ucap Arlan mulai melantur.


"Arlan..., Sini lihat aku" Yaya berusaha menarik wajah Arlan tuk mendongak, namun pria itu menolak dengan menyembunyikan wajah nya di dada sekal sang gadis "No!"


Yaya menghela napas panjang, ia menggeleng lemah menatap pria itu "Sayang..." rayu nya dengan lembut, sangat mendayu hingga telinga Arlan memerah, ia salting brutal!


Arlan masih enggan, pria itu hanya menggeleng kembali menolak menatap gadis nya


"Hei, sini coba mana muka nya? Mana muka tampan sayang nya aku?" Yaya berujar lucu seperti seorang ibu yang memuji anak nya.


Arlan tersenyum, ia mengangkat wajah nya dari dada gadis itu, ia menatap penuh binar wajah sang kekasih, Arlan begitu senang saat yaya-nya memuji dirinya seperti tadi.


Yaya tersenyum, gadis itu menangkap kedua pipi Arlan, mengusap nya lembut "Yaya bukan nya senang Arlan ke siksa gitu, yaya cuma belum siap, sayang" tutur nya


Arlan mendelik kesal "kapan siap nya?!" celetuk pria itu gemas menatap wajah polos sang gadis


Yaya menggeleng "tidak tahu" ia mengandik bahu "Arlan, pernikahan bukan hal sepele... Kita tak bisa asal melakukan nya, kau tahu? Itu juga merupakan sebuah ikatan bersama Tuhan?"


"Arlan!" yaya melotot garang "Bisa tidak, kau serius. Aku sedang tidak bercanda, aku memang belum siap, bukan karena tak mau, tapi BELUM SIAP, Kau pikir mudah menjadi seorang istri?! Kau pikir aku tak punya hal yang ingin ku raih? Kita masih terlalu muda untuk menghadapi semua itu!"


Arlan menunduk. Kali ini nyali nya benar-benar tersenggol menatap yaya marah seperti itu "Kau memang tak mencintai ku, makanya kamu tidak siap" ucap nya tetap kekeh ingin menekan gadis nya.


Yaya berdecak malas "terserah!" Ia menjauh dari Arlan, detik setelahnya ia telah memunggungi pria itu.


Arlan yang melihat itu terkekeh hampa, ia bangkit dari kasur, kemudian pergi meninggalkan kamar itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


...****************...


HALLO APA KABAR? SEMOGA KITA SEHAT SELALU YA...


ayo dong di like, komen, dan kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini.


(author bakal rajin up kalo kalian lakuin yg di atas yeaa hehe) thankyou!


SEKALIAN MAU WARNING DIKIT ini lapak dewasa, 18+ yang bocil dibawah umur minggir ya adik-adik.


keputusan ada di tangan kalian sih, cuma mau ingatin aja ini cerita aku ciptain sebagai sarana hiburan juga edukasi dikit, JANGAN ASAL NIRU WOI dosa ingat dosaaa


udah segitu aja bye bye