Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 48



Arlan memggeram rendah, pria itu ikut menanggalkan semua pakaian dari tubuhnya, sisi tersenyum menggoda menatap aksi pria itu "ah, gatel... Kesini, bantu aku" Sisi menarik tangan Arlan masuk dalam senggama milik nya.


"Ahh.. Iya begitu, auch! Oh... Ahh" ia menuntun Arlan menggerakkan jari besar pria itu keluar masuk pada miliknya.


Arlan semakin gelap mata, ia membayangkan kalau sekarang ia sedang bersama yaya, ia mulai menggendong gadis itu menuju sofa, dan setelahnya kedua nya melakukan hubungan terlarang dengan Sisi sebagai pemimpin permainan itu.


Arlan hanya berbaring dengan sisi yang bergerak liar diatas nya, mendesah panjang tak berhenti bergoyang. Sisi benar-benar liar saat ini.


***


Bahkan saat kejadian dimana ia di jebak oleh wanita haus belaian itu. Arlan langsung mencekik wanita pirang itu hingga tewas. Arlan kalang kabut pulang ke rumah nya, ia sungguh takut gadisnya pergi.


Arlan hancur sehancur-hancur nya, yaya telah pergi meninggalkan nya dengan rasa kecewa. Bisa ia pastikan yaya pasti membenci nya sekarang, Arlan menangis dalam diam menatap cincin pertunangan yaya yang ia genggam saat in. Tidak dapat ia duga kalau masalah selalu datang mengusik keduanya, Arlan bingung, ia rindu gadis nya itu, ia kesal telah ditinggalkan begini.


"Mommy, Arlan merindukan gadisku" Arlan mengadu menatap langit-langit kamarnya sendu, andai ibunya masih hidup, pasti saat ini Arlan sudah menangis kencang dalam pelukan ibunya, mengadukan segala rasa sakitnya selama ini.


Arlan yang malang.


***


Keesokan harinya Arlan terbangun, jangan tanya bagaimana cara pria itu bisa terlelap, sangat menyedihkan. Arlan beberapa minggu ini rutin meminum obat tidur, juga minuman keras agar kesadaran nya menghilang.


Ia tak punya sahabat untuk berbagi cerita, dirinya juga tak punya keluarga yang bisa ia ajak bercengkrama. Arlan dan yaya itu sebenarnya mirip, sama-sama kesepian.


"Sudah sore?" Arlan terkekeh menatap jam dinding berbentuk strawberry diatas sana. Ya, selama ditinggal oleh gadisnya, Arlan selalu tidur di kamar yang biasanya yaya tempati, Arlan setidaknya bisa mencium aroma wangi gadisnya di tempat ini.


Sudah hampir dua minggu lama nya yaya tak kunjung ditemukan, Arlan kacau! Ia tak bisa mengendalikan dirinya, membunuh orang setiap malam, bermain dengan organ tubuh mangsa nya, terakhir ia akan berpesta alkohol sendirian di kamar pribadinya. Ia tak akan mau membawa alkohol ke dalam kamar gadis itu, ia tak mau aroma yaya tergantikan dengan bau alkohol, nikotin atau apapun itu.


Arlan itu mafia, ia sangat licik demi keuntungan diri sendiri, kebanyakan orang akan takut padanya, namun jangan salah arti... Arlan hanya kan memeras orang yang dianggapnya cukup mampu dan juga menyebalkan, Arlan tidak pernah menindas orang kecil, ia selalu mencari mangsa yang hartanya melimpah ruah.


Arlan juga tidak sepenuhnya berbuat kotor, ia memiliki banyak bisnis yang berkembang pesat setiap detiknya. Mulai dari otomotif, textile, bangunan, obat-obatan, dan masih banyak lagi perusahaan maju yang ia kembangkan sendiri.


Banyak pengusaha yang mengenal Arlan namun ada juga yang tidak tahu akan identitas pria itu. Arlan sulit di tebak, dia juga tak terlalu hobby menjalin relasi pada banyak orang, Biar kata dirinya mafia, Arlan tidak pernah lupa membantu orang yang membutuhkan.


Pria itu selalu rutin menyumbangkan dana bagi panti jompo, panti asuhan, Arlan juga tak sungkan memberikan ratusan juta sebagai bentuk donasi dalam sebuah rumah sakit di pinggiran kota.


Arlan itu baik sekali, cuma caranya saja yang lain. Banyak orang berpikiran negatif padanya, terutama dalam bisnis gelap, Arlan memiliki banyak rival disana, namun tak satupun diantara mereka ada yang berani mengusik nya, sebab bagi Arlan membunuh adalah sebuah hiburan.


Tok! Tok!


"Permisi tuan"


Arlan melirik pintu kamar itu sekilas "Masuk"


Lan pun masuk dengan sebuah berkas di tangan nya. Ia menunduk hormat seraya menutup kembali pintu kamar itu "Nona sudah ditemukan tuan" Lapor nya


Arlan sontak terduduk, ia menatap tajam wajah asisten pribadi nya itu "dimana dia?" Tanya nya langsung


Lan memberikan berkas yang dibawa nya pada Arlan "Saya meminta bantuan pada teman saya, dia salah satu mata-mata kepercayaan negara di Jerman, baru dua jam saya memberikan data Nona, teman saya langsung mendapatkan nya. Kata teman saya, nona berada di Jerman tuan, di salah satu perdesaan kecil disana"


Arlan mengangguk "bagus, siapkan pesawat, satu jam lagi aku akan terbang kesana" Arlan lantas beranjak menuju toilet, ia dengan segera membersihkan dirinya agar lebih segar. Ia sangat senang, karena gadisnya sudah berhasul ditemukan.