Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 49



Arlan duduk manis di pesawat pribadinya, di sebelahnya, berjarak satu kursi ada Lan yang ikut duduk dalam pesawat ini. Sebenarnya Arlan ogah mengajak asisten nya itu, namun apa boleh buat? Yang menemukan gadis nya itu adalah teman Lan, mana bisa Arlan seenak jidat menemui orang berjasa itu tanpa mengajak Lan.


"Katakan, siapa nama temanmu itu"


Lan menoleh, "Namanya Miran, tuan. Dia asli orang Turki, dia baru saja pindah ke Jerman dan menjadi warga negara disana sebab Miran mengikuti keinginan calon istri nya"


"Kapan dia menikah?"


"Entahlah tuan, Miran masih merahasiakan nya. Katanya nanti sehari sebelum acara, akan ada undangan yang dia sebar lewat daring"


Arlan mengangguk, benar-benar anak intel sekali Miran ini "dia dulu berkuliah dengan kau?"


Lan mengangguk "kami satu universitas, hanya saja beda fakultas tuan. Saya masuk teknik, dan Miran itu anak IT"


"Pesawat akan mendarat dua menit lagi, tuan" lapor Lan setelah mendengar co pilot mengabari dengan bahasa china.


"terimakasih, Lan. kau boleh meminta hadiah dariku" ujar Arlan tiba-tiba.


Lan tersenyum, ia menatap tuan nya yang sedang merelaks kan diri, Arlan sedang memijat pelipisnya "Saya belum ingin apapun, tuan. Apa boleh hadiah nya saya minta di lain waktu?"


Arlan mengangguk setuju "terserah mu"


Pesawat berhasil mendarat dengan aman dan nyaman, Setelah mendengar aba-aba Lan langsung berdiri mempersilakan tuan bos nya lewat terlebih dulu, setelah nya ia mengekori dari belakang dengan tiga bodyguard yang ikut bersamanya membawa barang-barang keperluan mereka.


"Silahkan tuan"


Arlan mengangguk sekali, ia masuk ke dalam mobil mewah milik nya yang akan membawa dirinya beserta rombongan menuju hotel terdekat dengan tempat tinggal gadisnya saat ini.


"Tuan, mohon maaf sebelum nya, tapi...apa boleh saya memberi saran?"


Arlan menatap tajam wajah Lan yang duduk di jok depan, samping supir. Wajah asisten nya itu kini menghadap 100% ke belakang, menatap dirinya dengan tatapan datar.


"Apa" ucap Arlan ketus, jujur saja dirinya tak suka diberi kata-kata seperti nasihat yang tak berbobot. Arlan terlalu malas mendengar itu semua.


"Wanita tidak suka di paksa, Dan saya lihat, nona itu sudah mencintai anda, tuan. Jadi... Jangan paksa nona seperti yang sudah-sudah"


Arlan diam, enggan merespon meski dalam hati ia memikirkan dengan baik ucapan asisten nya barusan "Dan, disini... Nona terbakar api cemburu, ia marah dan kecewa besar, jangan paksa nona, tuan bos. Gunakan cara terbaik dan termanis yang anda bisa, tuan. Luluh kan hati nona, dan jelaskan semuanya.. Dengan begitu, nona pasti mau pulang tanpa dipaksa oleh anda"


"Apa tuan tahu?, saat tuan pertama kali bertengkar dengan Nona... Nona ayashya selalu menanyakan kabar anda tuan, hampir setiap jam" beritahu Lan


Arlan menarik sebelah alisnya "kapan?" ia tak ingat sama sekali.


Lan mengandik "saya juga kurang ingat tanggal nya, tapi yang jelas, saat itu tuan tidak pulang. Reno selalu menjadi sasaran pertanyaan nona, Hampir setiap jam Reno menelpon saya dan meminta saya untuk memotret kegiatan anda di kantor tuan, dan Nona meminta untuk merahasiakan ini semua"


Bibir Arlan berkedut ingin tersenyum lebar, tapi ia tahan "kenapa tidak memberi tahu sejak lama?!"


"maaf tuan, jika saya beri tahu... Nona akan marah dan nona bilang.... Sebentar tuan" Lan merogoh saku nya, mengambil ponsel miliknya, ia membuka room chat nya dengan Reno yang saat itu 100% dikendalikan oleh Nona nya.


"Ini, tuan bisa dengar sendiri"


Lan memberikan ponselnya pada Arlan, ada sebuah voice note berdurasi lebih dari dua menit, Arlan memutar nya dan di detik setelahnya suara gadisnya terdengar dengan jelas.


["boleh kah kau foto Arlan saat ini? Aku ingin melihat nya. Jangan sampai ketahuan! Aku tidak mau dia merasa terganggu karena ku, Dan rahasiakan ini! Kalau sampai Arlan tahu... Aku akan marah padamu! Dan aku akan mogok makan sampai aku sakit dan Arlan akan memecat mu. paham?"]


Senyum Arlan merekah, ia langsung mengirim Voice note berdurasi dua menit berisi suara gadisnya itu pada nomor pribadinya. Lalu Arlan menghapus VN itu dari hp Lan, agar Lan tak bisa mendengar suara gadisnya lagi! Arlan tidak mau, dan tidak suka saat suara indah gadisnya dapat di dengar bebas oleh pria lain.


Lan mengambil kembali handphone nya dari Arlan "Nona sangat lucu tuan, dia begitu menyayangi anda"


Arlan mendelik tak suka saat Lan memuji yaya lucu. "Diamlah! Jangan pikirkan gadisku, itu urusanku Lan"


Lan mengangguk "maaf tuan"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HELLOOOOOOO


APA KABARNYA KALIAN SEMUA? SEMOGA SEHAT YAA


Author mau ingatin buat like, komen dan vote cerita ini ya bestiee...


THANKYOU BUAT YANG UDAH NGASIH LIKE NYA 😘


lagi nunggu orang baik buat vote aja sih ini hehe... ayo dong biar semangat aku up nya ~