Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 46



Yaya menghela napas lega, ia kini berada di dalam pesawat bersama dengan Ella, juga di awasi oleh empat bodyguard bermedali khusus yang dikirim ayah Ella tuk menjaga kedua nya.


"Apa kau mau bercerita yaya?" tanya Ella sedikit berbisik.


Yaya tersenyum sendu, ia mengangguk "tentu, aku akan bercerita"


Sedetik kemudian, Ella menghadap sepenuh nya pada gadis disamping nya, dengan cokelat batangan yang sengaja ia bawa sebagai stok cemilan selama di perjalanan. Kalian harus tahu, Ella itu penggila cokelat! Ia pecandu cokelat batangan, hampir setiap hari ia mengunyah makanan cokelat, tak jarang ia harus menyikat gigi lebih dari empat kali dalam sehari agar giginya tidak rusak.


"Arlan itu sebenarnya selama ini selalu baik, ia menjaga ku, mengatur ku, bermanja dan sebagainya, seperti pasangan pada umum nya.."


Ella mengangguk, ia begitu berminat mendengarkan sahabatnya bercerita "...Lalu, kemarin... Aku terbangun, aku tak menemukan dia di samping ku"


Ella mengangga lebar "kau tidur dengan nya?!"


Yaya melotot, ia menutup mulut sahabatnya itu agar tak terlalu berisik, lihatlah kini sudah ada beberapa pasang mata yang menatap keduanya dengan pandangan kepo, dan kesal mereka.


"Jangan berisik! Ya, aku tidur dengan nya, namun hanya sekedar tidur bersama, tidak melakukan yang lain-lain!"


Ella menarik alisnya naik turun "Benarkah itu?" tanya nya mengerling jahil


Yaya berdecak dengan pipi merona "tentu saja?! Kau gila, mana mungkin aku berhubungan lebih dengan pria yang bukan suami ku!" decaknya malas


Ella tertawa pelan, ia mengangguk-anggukkan kepalanya "ya... Aku percayalah" ucapnya dengan ekspresi tidak mendukung.


"Usir pikiran kotor mu itu, Ella" desis yaya merasa geram.


Ella tersenyum "haha, baiklah-baiklah..." ia mengibaskan tangan dengan bibir tertawa lebar sejenak, lalu setelah itu ia kembali fokus mendengar kan yaya bercerita.


Ella mengangguk paham, ia telah mendengar semua cerita dari sahabat nya itu "Arlan berselingkuh dari mu, dengan sosok wanita yang pernah kau lihat di handphone nya?"


Yaya mengangguk "kurasa mereka pernah dekat, atau mungkin gadis itu... Kekasih gelap nya?" Tebak yaya tak enak hati.


"Cheating is habit, gurl" seru Ella dengan kesal nya "para pria melakukan nya karena ingin, mereka itu brengsek!"


Yaya mengangguk saja, sebenarnya ia masih tak percaya, namun wajah gadis itu masih terbayang jelas di kepala, saat dimana panggilan vc pertama kali terangkat, saat dimana gadis itu menciumi leher Arlan, saat dimana gadis itu bergelayut manja di lengan tunangan nya, dan saat dimana Arlan memeluk gadis lain itu.


Yaya menyerah, ia tak sanggup melanjutkan hubungan keduanya lagi, cukup sampai disini saja, yaya lelah, sangat lelah!


...****************...


Sedangkan di tempat lain, Arlan sedang mengamuk di rumah megah nya. Selepas menerima laporan dari para anak buah nya ia langsung bergegas pulang. Amarah Arlan pecah saat mendapati yaya telah lenyap dari sana, pria itu menggila mencari yaya kesana kemari, dan hasilnya tetap tak ada.


Ia sempat mencekik Roma dan Mei mei, mengancam dan bertanya dimana keberadaan gadisnya namun kedua teman yaya itu tidak memberikan jawaban yang ia mau.


Arlan terdiam saat Roma meneriaki nya dan mengatakan kalau yaya memang sempat mampir, namun gadis itu telah pergi, dan mereka tak tahu kemana tujuan nya. Arlan percaya dengan pernyataan Roma dengan mudah, sebab dirinya masih dikuasai dengan rasa bersalah yang amat mendalam.


"Bodoh kau Arlan! Bodoh!" Arlan mengusak rambutnya frustasi, kini ia berdiri di dalam ruang kerja nya bersama Lan yang baru saja melapor kalau yaya memang tidak ada lagi di kota ini.


Arlan tertunduk lesu, ia jatuh duduk dengan kepala menyeder keras di tembok, ia menatap kosong pada lantai "Kemana dia pergi?" tanya Arlan pada Lan.


"Saya tidak bisa melacaknya tuan, handphone nona kami temukan di bandara, di buang dengan sengaja di area belakang bandara tersebut" lapor Lan dengan jujur, ia memberikan handphone milik nona nya pada Arlan.


"cari gadisku, sampai ketemu" ucap Arlan datar, ia menatapi handphone milik yaya yang saat ini berada di genggaman nya.


Sedangkan Lan menunduk hormat sebelum akhirnya asisten itu pergi dari ruangan Arlan.


"Kenapa pergi? Kenapa meninggalkan aku begini" ucapnya lirih "aku mencintai mu, dan aku akan menjelaskan semuanya sayang, aku akan membawamu pulang" Arlan menatap wallpaper hp yaya yang menampak kan potrait cantik gadis itu sendiri.


"I love you, ayashya... I love you"