Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 11



Arlan melirik gadis disamping nya "Aku ini emosian, yaya. Jadi jangan mendiami ku begini!" pekik Arlan diakhir kalimat membuat yaya memejam kan mata erat.


Kelopak mata yaya kembali terbuka saat merasa tangan nya di angkat oleh Arlan "aku brengsek bagimu kan?" tanya nya pelan, nyaris seperti bisikan "ayo tampar aku! Pukul aku! Keluarkan semua kemarahan mu padaku, setelah itu jangan diamkan aku lagi"


Yaya menggeleng samar. Tidak! Ini tidak benar, Arlan sangat mengerikan. Sepertinya pria itu telah menaruh rasa berlebihan pada yaya, yang bahkan tidak menganggap nya!


"Ayo, tampar aku, yaya..Pukul aku sepuas mu" Aran menggerakkan tangan gadis itu seolah sedang menampar wajah nya.


Yaya menggeleng, ia menarik paksa tangan nya hingga terlepas dari genggaman Arlan. Sempat terjadi keheningan sesaat, sebelum akhirnya suara kekehan Arlan terdengar. Pria itu menatap lurus ke depan dengan raut wajah tmyang sulit di arti kan.


"Arlan.."


Arlan menoleh, secerca harapan kembali muncul saat yaya memanggil nya. Sungguh hatinya seketika menghangat mendengar suara indah gadis itu menyebut namanya.


Yaya mengernyit bingung karena Arlan tak berkutik, bukankah tadi pria itu memintanya bersuara? Tapi kenapa sekarang justru Arlan yang diam? Dasar pria aneh!


Mencoba sabar, yaya kembali berucap "Bukankah ini yang kau mau? Aku berbicara padamu?"



Perlahan arlan menganggukkan kepalanya "Lau masih marah padaku?" tanya nya pelan


Yaya berdecak dalam hati, pertanyaan itu lagi! Astaga rasanya yaya bosan mendengar nya.


"Tidak" jawab gadis itu sekenan nya.


Arlan berkedip sesaat "benarkah?" tanya nya memastikan.


Yaya memutar bola mata nya malas "jadi, kau mau aku terus marah? Baiklah kalau—"


"TIDAK!" sela pria itu tak santai membuat yaya kaget.


Yaya menghela napas panjang "kemari lah" titah nya yang langsung dituruti oleh pria itu.


"Sudah" Yaya menjauh dari kepala pria itu, ia menatap tajam Arlan yang tak memasang ekspresi "Jangan dirusak lagi. Rambutmu sudah rapih"


Arlan mengangguk, "yaya.." ucap nya pelan


"Apa?"


"Maaf untuk ciuman itu, aku sungguh minta maaf. Dan aku menyesal, jangan—"


"Sudahlah, tak usah dibahas lagi" sela yaya cepat, ia tak mau terus menerus membahas hal itu.


Arlan mengangguk saja, pria itu menatap yaya lekat, sedangkan yang ditatap malah menatap keluar mobil "kenapa belum jalan juga?"


Hening. Kening yaya mengerut karena tak ada sahutan apapun dari pria itu, ia menatap balik ke arah Arlan "kenapa?" tanya nya pada Arlan, pasalnya sedari tadi Arlan hanya diam menatapnya.


Setelah beberapa saat menimang, akhirnya Arlan pun bersuara


"Boleh aku memeluk mu, angel?" Tanya nya penuh harap.


Keduanya terdiam, yaya yang sibuk dengan pikiran nya, dan Arlan yang cemas menanti persetujuan gadis itu. sungguh ia sangat ingin memeluk yaya saat ini, ia sangat membutuh kan yaya.


...****************...


**HALO! untuk kalian terimakasih banyak sudah mampir ke cerita ku ini.


Hanya mau mengingatkan, jangan lupa beri like dan komen pada bagian yang Kamu sukai ya!


TES OMBAK, 100 LIKE DAN KOMENTAR.


KALAU BERHASIL, AKU CEPAT UP SAMPAI 30 CHAPTER!!! 😎😊**