
"yak, tadi itu siapa?"
yaya menggeleng, ia pun sejujurnya tak mengenali Arlan, pertemuan ini adalah kali pertama baginya. Ketiga wanita itu sontak saling menatap satu sama lain.
"ada apa denganmu? jangan bilang..."
"kau menolong orang tak dikenal?!" ujar mereka bertiga kompak, yaya sendiri hanya mengangguk membenarkan.
Roma menyodorkan snack kentang nya pada Gabriela, membiarkan teman nya itu melahap habis makanan ringan kegemaran lidahnya itu.
"Sudah berapa kali kubilang? jangan asal mengenal orang! apalagi membantu nya seperti tadi, bagaimana kalau dia ternyata orang jahat!? ayolah, kau pernah di sekap pria brengsek dan nyaris dilecehkan, apa itu kurang membuatmu jera?"
yaya Diam, dia pun sebenarnya tak mau terlalu baik pada orang asing. Tapi, entah mengapa hatinya tak bisa dikontrol kala melihat Arlan jalan sendirian, berjalan dengan kaki pincang, badan terluka, ditambah lagi pria itu basah kuyup. Hati mungil yaya terenyuh melihat kondisi Arlan pada waktu itu. jadi jangan salahkan yaya jika ia mau menolong Arlan!
"aku paham, tapi aku benar-benar tak tega lihat Arlan di jalanan sendirian dengan kondisi buruk. Bisa aja dia mati disana" cicit yaya di akhir kalimat.
Mei mei mengangguk "kalau aku jadi kau, pasti aku melakukan hal yang sama" imbuh mei mei
Gabriela mendelik "terserah, intinya sekarang, kita harus berhati-hati. Tentang kejadian tadi, lupakan aja. lagian sudah terlanjur juga kita menolong si Arang"
"Arlan" dengus Roma membenarkan.
"what ever"
Yaya tersenyum melihat ketiga teman nya itu, bisa dibilang mereka adalah teman dekat Yaya, di dunia ini hanya merekalah yang tulus menghadapi yaya dalam situasi apapun. Mereka sudah seperti saudara bagi Yaya.
Gabriela, meimei, dan Roma adalah mahasiswi di salah satu universitas negeri di dekat gedung kost ini. Mereka satu kampus, meskipun ketiganya memilih jurusan yang berbeda. Roma, masuk di jurusan farmasi. Gabriella, masuk di jurusan Hubungan Internasional, sedangkan meimei, masuk di jurusan hukum.
Sedangkan yaya? gadis itu tidak berkuliah.
pendidikan yaya hanya sampai di jenjang SMA, kini gadis itu sedang berjuang menjalani hidup sebatang kara nya, ia bekerja luntang-lantung guna mendapat cuan.
Di pagi hari yaya akan bekerja di restoran sebagai waiters hingga sore, dan dimalam hari nya yaya akan bekerja di pabrik tas sebagai pekerja borongan, Gaji nya disana tak banyak, hanya mampu memenuhi biaya makan nya saja. Namun untuk restoran, gaji nya bisa dibilang cukup untuk dipakai membeli kebutuhan hidup gadis itu, seperti peralatan mandi dan bayar uang kost misalnya.
"yak, kalo misalnya ketemu lagi sama Arlan, jangan berlebihan lagi. i mean, sapa dia sewajarnya aja, dan kalau sesuatu terjadi, langsung hubungi kami" ucap Gabriela kembali mengingatkan Ayashya.
"iya Ella"
Roma mendekat, gadis itu mengusap lembut pundak yaya "kita udah lama dekat, dan kami semua perduli, sayang samamu"
yaya mengangguk "iya, yaya juga sayang kalian" ucap yaya dengan lantang, matanya menatap ketiga gadis itu bergantian.
meimei tersenyum, gadis itu ikut maju saat melihat Gabriella berjalan ke arah Yaya. mereka berempat berpelukan. "kita keluarga, kalian keluarga kedua ku" ucap meimei mempererat pelukan nya.
Gabriella terkekeh "iya! kalian keluarga keduaku" ucapnya pelan
Yaya tersenyum dalam dekapan hangat ini, ia sangat bersyukur dan bahagia bisa mendapatkan cinta dan kasih dari ketiga teman dekatnya ini. Ia juga bahagia karena sekarang ia tak sendirian lagi, ia sudah punya keluarga baru!
"yaya sayang kalian, keluarga baru ku"