Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 59



Berbicara? Yaya jadi deg degan sendiri. Apa ada hal gila yang terjadi saat ia pergi? Yaya mematikan ipad nya, ia berbalik badan, memang sedari tadi posisi gadis itu berbaring menyender di tubuh Arlan.


Arlan membantu gadis itu untuk duduk diatas pangkuan nya, mencari posisi ternyaman, setelah dapat Arlan kembali berbicara.


"Kamu bilang, aku harus jujur 'kan?" ucap Arlan


Yaya mengangguk, gadis itu semakin merasa tak enak saat Arlan mengelus sayang pipinya "Janji tidak marah?" pinta nya selembut mungkin.


"Tergantung, kamu berbuat apa? Apa kamu membahayakan seseorang lagi?" gadis itu mulai berasumsi sendiri.


Arlan menatap lekat gadisnya, perlahan kepala pria itu mengangguk "Akan aku ceritakan dengan jujur... Tapi, tapi maafkan aku. Dan jangan marah, apalagi menjauhi ku"


Yaya mengangguk pasrah "baiklah, katakan"


Arlan mulai menceritakan semua nya, mulai dari hari pertama yaya pergi meninggalkan dirinya, semua kejadian yang benar telah terjadi, Arlan menceritakan nya secara rinci. Pria itu memeluk pinggang gadisnya saat menceritakan tentang Roma dan meimei yang sempat menjadi tawanan di bawah tanah, juga saat ia membunuh Luis.


Yaya menangis, ia memukuli dada Arlan dengan histeris! Memang gila Arlan ini, hanya karena yaya pergi ia tak ragu menghabiskan nyawa orang lain.


"Kenapa membunuh kak Luis?! Dia baik!!! Dia pernah menolong ku! Kau jahat! Kau tak berpikir Bagaimana jadinya Roma kalau tahu kak Luis telah tiada!?"


Arlan mengangguk, ia mengaku bersalah, tapi... Bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur, mana bisa ia mengembalikan nyawa yang telah pergi. Arlan diam menatap gadisnya yang menangis sedari tadi. Kali ini ia sungguh merasa bersalah, mulai detik ini ia berjanji pada diri nya sendiri, untuk tidak gampang membunuh orang lain.


Arlan juga sudah berusaha, ia memperbaiki segala nya, mulai dari membebaskan Roma dan mei mei, memberikan mereka fasilitas memadai, tempat kerja terbaik, dan juga ia memberikan beasiswa penuh pada dua mahasiswi itu.


"Aku memang salah, aku tidak bisa berpikir jernih saat itu. Aku kira—"


"Diam! Lepaskan aku! Aku muak melihatmu!" sentak yaya penuh emosi.


"Kau sudah berjanji tidak marah, aku tagih janji mu"


Yaya memukuli Arlan penuh emosi "kau membunuh orang Arlan! kau membunuh Luis! Kenapa kau tega?! Aku bahkan belum sempat membalas budi nya" yaya menangis kejer, ia nyaris kehilangan suaranya sangking kencangnya suara yang ia keluarkan.


"Aku sadar aku telah berbuat salah! Aku minta maaf untuk itu. Tolong bantu aku, bantu aku untuk menebus segalanya, segala dosa yang sudah kulakukan... Kamu, hanya kamu yang bisa aku percaya, aku hanya yakin dan mau menurut padamu, aku lelah dan muak melihat orang lain, mereka licik, jahat! Pantas untuk ku bunuh"


Arlan ikut menangis dengan suara datar nya.


Yaya menggeleng, perlahan kepala nya terasa berat... Pusing sekali, sedetik kemudian gadis itu telah pingsan dalam pelukan Arlan.


***


[ Si Arlan kejam banget ya guys?! Aduh serem... oh iya, ga bosen-bosen aku mau ngingatin kalian, buat selalu tinggalin jejak ya! :) like, komen, dan minta rate bintang lima dong readers biar cerita ini bisa semakin pesat perkembangan nya...]


BUAT YANG NANYA thor kenapa up nya ga se-rutin awal-awal?


Maaf banget ya... Aku sekarang up ga se ambis biasanya, permasalahan nya jujur aja di kuota guys :") rumah ga pake wifi lagi jadi ya... Gitu deh, kalo ga ada uang, ga bisa sesuka hati buat ngisi kuota hehe. Setiap orang punya problem hidup masing" dan keuangan ku memang lagi anjlok banget, mana biaya kebutuhan pokok mahal banget, jadi ya kalo ada uang lebih, baru deh bisa beli paket harian ;)


Kalian banyak-banyak bersyukur ya! Yang mama papa nya masih bisa ngasih apa yang kalian pengen, sekecil apapun, semurah apapun..


Kalian harus tetap bersyukur, ok!? Jika di kasih pilihan, aku pengen jd kalian yang bisa santai baca noveltoon :)


Duh jd curhat kan... Udah segitu aja. Ntar jd mewek saya hahahaa PAPAY READERS TERCINTA....