
Yaya menggeliat seperti ulat, perlahan matanya terbuka, menatap samar langit-langit kamar kost nya yang tampak menggelap.
"Eungh..." ia menegangkan otot guna menstabilkan aliran darahnya yang seperti berhenti bekerja. Yaya mengerjap berkali-kali hingga akhirnya...
"ASTAGA!" yaya melompat dari tempat tidur nya, ia bergegas menyiapkan baju yang akan ia pakai nanti. Gadis itu terlambat bangun!
"Sudah jam segini, astaga aku bisa kena marah bos"
Yaya berlari keluar kamar, lengkap dengan setelan baju ia bawa. Gadis itu bergegas menuju toilet umum khusus yang disediakan di unit kost nya.
"Terlambat?" tanya Gabriella menatap yaya yang barusan melesat melewatinya
"Iya!" jawab yaya berteriak sebab jarak mereka sangat jauh.
Gabriella terkekeh melihat tingkah yaya, ia geleng kepala, gadis itu beranjak pergi membawa segala peralatan mandi nya kembali ke kamar pribadi nya.
Terhitung lima belas menit waktu yang yaya butuhkan untuk bisa selesai bersiap-siap. Yaya dengan cepat memakai sepatu nya kemudian meraih tas selempang yang selalu ia bawa bekerja lalu mengunci kamarnya sebelum benar-benar pergi dari sana.
"Huh..huh.. Semoga bos tak mengomel padaku" gumam nya memohon. Yaya bergegas keluar dari pekarangan kost nya dengan berlari cepat seperti orang yang dikejar anjing. Selama di perjalanan tak sedikit orang yang menatap yaya dengan raut jumawa, mereka kira yaya adalah gadis aneh yang berlarian di petang hari begini.
"Huh!" yaya tersenyum menatap pabrik tempat ia bekerja, ia dengan cekatan masuk sembari memberi sapaan pada siapapun yang ia jumpai.
"Kau beruntung, hari ini bos juga terlambat datang" bisik salah satu rekan kerja yaya sambil tersenyum tipis.
Yaya mengernyit "benarkah?" pasalnya bos nya di pabrik tas ini adalah sosok pria yang sangat cerewet juga disiplin, jarang sekali bos nya itu terlambat seperti dirinya hari ini.
"Ya, begitu lah. Sana cepat ambil borongan mu"
Yaya mengangguk, gadis itu meletak semua barang bawaan nya di pojok ruangan, ia bergegas mengambil potongan-potongan tas yang akan ia check dan rapih kan, lalu di setrika. Begitulah pekerjaan nya di tempat ini, lumayan lelah sebab barang yang ia kerjakan bisa lebih dari lima puluh buah dalam sekali pengerjaan.
Setelah beberapa menit menyetrika, tiba-tiba suara musik terdengar, tak terlalu keras namun cukup jelas menggema di ruangan penuh barang itu "siapa yang memasang musik?" tanya yaya pada rekan disebelah nya "entahlah, mungkin bos?"
Yaya mengangguk saja, ia tak mau ambil pusing, gadis itu dengan telaten mengerjakan semua pekerjaan nya hingga tak terasa menit telah berganti jam. Sudah tiga jam lamanya ia berkutat dengan pekerjaan membosankan itu, yaya menghela nafasnya sejenak.
Ia berdiri di samping meja yang telah bertindihan tote bag yang ia kerjakan tadi "satu, dua, tiga" yaya mulai menghitung jumlah barang yang sudah ia kerjakan guna melapor pada pihak packing dan mengambil upah sesuai banyaknya barang yang ia selesaikan.
Gadis itu terlalu fokus menghitung hingga tak sadar ada empat pria masuk ke dalam pabrik, salah satu diantara keempat pria itu adalah bos nya sendiri.
"Empat puluh lima" yaya berhenti menghitung, ia tersenyum mengetahui banyaknya barang yang ia selesaikan, itu artinya yaya bisa mendapatkan upah sebesar dua ratus ribu lebih.
"Lumayan, aku bisa menabung" gumam nya.
Psssttt!
Yaya berbalik, menatap teman nya yang berdesisi memanggil "ada apa?"
"Lihat itu, bos membawa rekan nya kesini"
Yaya melirik arah telunjuk teman nya itu, dan benar saja di ujung sana, tepat di ambang pintu ada empat pria sedang berdiri entah membicarakan apa.
"Kau bisa menyelesaikan berapa?" tanya yaya mengalihkan pembicaraan, ia tak begitu tertarik dengan orang baru di sana.
"Lima puluh, ini yang ke lima puluh satu" jawabnya
Yaya mengangguk, andai ia tak terlambat, pasti jumlah pekerjaan nya lebih banyak dari pada rekan nya itu "kalau kau? Siap berapa?" tanya nya pada yaya
"hanya empat puluhan"
"Tak apa, itu juga sudah lumayan. Lagi pula besok kau bisa bekerja lebih keras lagi kan?"
Yaya mengangguk ia tersenyum mendengar penuturan teman nya itu "ya, aku tak mau terlambat lagi"
"Semuanya! Berkumpul dan berbaris lah!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
halo! jangan lupa terus dukung cerita ini ya <3
tinggalkan like dan komen kamu, jangan lupa juga vote nya. terimakasih!