Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
PERHATIAN



ini bukan Up ya guys... mianhee (maaf)


AUTHOR NUNA MAU MENGHIMBAU KALIAN SEMUA PARA READERS TERCINTA BUAT FOLLOW AUTHOR YAA~ <3


diliat-liat pembaca nya banyak deh tapi kenapa yang follow dikit banget ya?


KALIAN WAJIB FOLLOW SUPAYA BISA UPDATE SEMUA KARYA NUNAA, soalnya bentar lagi bakalan ada cerita baru yang netas hehe


Pasti nya bikin kalian semua merinding semriwing baper duar duar deh😎😚 percayalah kalian ga bakal nyesel, soalnya akhir-akhir ini dunia fantasi di kepala Nuna udah membuncah banget, pengen buat cerita baru yang... Ahh akan ku pasti kan kalian baper sama cerita-cerita karya Nuna πŸ˜‹


YOK INTIP DIKIT??


CEKIDOTTT


...****************...


Zicho menarik lengan gadis itu masuk ke dalam kamar nya, ia tersenyum bahagia. akhirnya yang ia mau dapat terkabulkan, sudah lama sebenarnya Zicho memerhatikan, bahkan mengagumi gadis cantik ini, lima tahun tak terasa, namun rasanya masih sama.


Entah mantra apa yang melekat dalam diri gadis cantik itu, sehingga mampu membuat seorang Zicho bisa gila mencintai nya. Umur mereka memang berselisih empat tahun, dan ya... Zicho paling tidak suka dengan yang lebih muda, tapi itu dulu! sebelum dirinya mengenal Benzy.


"kak? kenapa bawa Benzy kesini?"


gadis itu menatap lurus pada pria di hadapan nya itu.


"No kakak! aku bukan kakak mu! Sebut nama aja"


Benzy tersenyum, ia menggeleng "kakak Zicho sekarang kakak aku, kan kakak lebih tua" jawabnya dengan binar polos di wajah.


"gak denger aku bilang apa tadi? hm? dont call me kakak! coz im not!"


Benzy terkejut, ini pertama kalinya ia dibentak oleh pria tampan itu. rasanya sesak dan sakit di hati, bagaimana tidak? biasanya Zicho selalu berkata manis, berperilaku lembut padanya. Jelas ini terasa asing bagi Benzy.


matanya memerah, semakin lama mata itu pun berkaca-kaca, ia menatap pria itu dengan bibir mengerucut "Benzy nakal ya? maaf..." ia kemudian menangis di hadapan pria itu, "Janji, Benzy gak akan nakal lagi... hiks" ia kemudian berjinjit, memeluk leher Zicho yang hanya diam menatap nya.


"k-kalau panggil nama... hiks, Benzy gak nyaman, maaf..." ucapnya lagi sambil mendusel di bahu pria itu.


Zicho tersenyum, hatinya menghangat saat gadis ini bersikap menggemaskan seperti sekarang, ia memeluk pinggang ramping itu "jangan di ulangi. Panggil aku sebebas nya, tapi jangan kakak ataupun abang, kita bukan saudara"


"iya..."


Zicho melepas pelukan keduanya, ia menatap wajah gadis itu dalam, tangan nya naik mengusap lembut pipi gadis nya dengan penuh cinta "Sekarang, coba panggil namaku" titahnya


Benzy mengangguk lucu, gadis itu meremat jemarinya sendiri "Zicho" ujarnya pelan, dan itu berhasil memancing senyum sang pemilik nama merekah lebar "Lagi, lebih keras suaranya sayang"


"Zicho.." ulang Benzy namun kali ini sedikit lebih keras.


Zicho tersenyum "pintar" pujinya sembari mengusap rambut gadis itu "mulai sekarang, panggil aku kayak gitu ya?"


Benzy mengangguk patuh "iya"


"kamu..." Zicho mengelus lagi pipi gadis itu dengan kedua tangan besar nya "milik Zicho seorang. mulai saat ini kita jadian, paham?"


Benzy melotot "tapi Benzy nggak mau pacaran! jangan, jangan Benzy gak mau" tolak gadis itu dengan sedikit merengek sebab nyalinya ciut menatap wajah datar Zicho yang pastinya tidak suka akan penolakan yang ia buat.


"harus mau!" tekan pria itu "aku sengaja nyuruh mamaku buat ngadopsi kamu, supaya apa?! supaya kita bisa bersama"


Benzy merengut, ia tak suka di adopsi bila harus berakhir seperti ini "tapi, Benzy juga manusia Zicho, jangan semena-mena! pikirin perasaan Benzy, tolong"


Zicho berdecak marah, ia mundur beberapa langkah menciptakan jarak bagi keduanya, ia mengusak kasar wajahnya sendiri, sesekali ia mengumpat membuat Benzy beringsut mundur menjauhi nya karena takut.


"siapa yang ngajarin kamu ngebantah?!" Zicho mendekati gadis itu lagi, dan Benzy hanya bisa mematung dengan badan bergetar halus karena takut.


"maaf..." ucapnya lirih.


****


(cuplikan next part)


Benzy mengelus wajah merah pria itu, jujur ia juga takut saat ini. tapi jika ia diam saja, bisa-bisa pria maung ini akan semakin mengganas "Zicho... tolong jangan marah ya? Benzy bakalan jelasin semuanya, jangan pikirin yang aneh-aneh, okay cintanya Benzy?"


cup!


kemudian gadis itu mencium pipi nya. Ah! siapa yang tidak luluh bila di begitu kan oleh gadis tercinta nya? "kita bahas ini di rumah! kalau kamu ternyata salah, aku hukum kamu!"


Perjalanan pulang tak butuh waktu lama, karena sejak awal Zicho mengendarai mobilnya sangat kencang seperti angin melesat.


Tanpa bertele-tele lagi, pria itu membawa gadisnya masuk ke dalam rumah, mereka duduk berdampingan di ruang keluarga. Zicho mencampakkan kunci mobil sembarangan "Jelaskan!"


Zicho menatap gadis itu "kenapa.harus kamu?! banyak cewek lain dan kenapa harus kamu yang jadi pemain nya? Mau gatal sama alif? iya?!"


Benzy menggeleng kecil "kok ngomong nya gitu?"


"aku nanya! di jawab lah! jangan malah ngalihin pembicaraan"


"nggak! Benzy di pilih karna kata mereka muka Benzy yang paling cantik! yang bisa nya ingin mantan nya alif!" tanpa bisa di cegah air matanya pun menetes "Benzy juga udah berusaha nolak! tapi.... hiks, tapi alif sampe mohon-mohon kemarin, Benzy gak tega, bukan karna mau menggatal atau godain Alif..."


" Benzy sengaja gak mau cerita ke kamu karna Benzy takut jadi masalah, Benzy juga gak ngapa-ngapain kok! cuma duduk sebelahan sama Alif sambil minum, ada banyak orang juga. Benzy nggak berduaan sama Alif! terserah mau percaya apa nggak, Benzy nyerah! Benzy mau kita udahan!"


Zicho sontak melotot tak terima, ia menggeleng, kemudian memeluk erat gadis itu "tarik ucapan kamu!" perintah nya.


bukan nya menurut Benzy malah semakin kuat menangis "Udahan aja! Benzy ini nakal kan? Benzy cewek gatal? iya kan?!"


"Shut up! jangan ngomong kosong!"


********


Benzy tersenyum menatap jutaan bintang di langit malam yang indah ini "Zicho... kalau nanti ada bintang yang jatuh, kamu mau minta apa?" tanya gadis itu, tangan nya naik ke udara, tepat mengadah seolah tengah mengelusi bintang-bintang yang bisa ia lihat.


"Aku mau.... kita bisa selalu bersama. Hidup bahagia, sampai kita menua"


Benzy terkekeh, selalu saja begini. Semuanya yang keluar dari bibir pria itu pasti tak jauh-jauh dari dirinya "Selain itu, sesuatu... yang gak ada sangkut paut nya aku di dalam sana"


Zicho menggeleng acuh "gak ada"


"dih" gadis itu tertawa, ia menjawil hidung mancung Zicho "gembel banget malam-malam"


"gombal, sayang... bukan gembel, mana ada gembel ganteng kayak aku?"


******


"Lo satu-satunya orang yang ada di kafe se jam sebelum kejadian. please kasih tau gue, lo lihat apa aja di sana?"


Benzy menggeleng "gak tau, aku beneran cuma minum coklat panas, gak merhatiin sekitaran, serius Mina"


Mina menangis, pupus sudah harapan nya "Adek gue hilang, dan Alif... dia di tikam, Alif Koma! please lo ingat-ingat lagi Benzy, gue mohon"


*******


"Kenapa! kenapa kalian jahat ke aku?! aku salah apa sialan!!!" teriak Benzy se jadi-jadinyaenatap empat pria bertopeng kupluk dalam ruangan itu.


"Huh? sok tersakiti banget sih... duh, jadi atuut"


"SELAMA LO HIDUP, SELAMA ITU JUGA LO HARUS NGERASAIN GIMANA SAKITNYA KITA SEMU BENZY ANAK HARAM!"


*****


"Gue gak tau, Benzy ditemukan pingsan, badan nya luka-luka, ada sayatan di muka sama tusukan di tangan"


"bangsat!"


"Jangan emosi dulu, Zicho!"


"Ko! mau kemana lo?!"


********


"Zicho itu... Segalanya buat Benzy, setiap Benzy sedih, senang, sakit, ataupun capek, selalu ada Zicho yang jagain Benzy... kasih perhatian, kasi sayang, Benzy bersyukur bisa ketemu Zicho"


"Benzy, kalo misalnya nih... lo di ajak nikah sama tuh anak, lo mau?"


"why not?"


******


"KENAPA?!"


Mina menangis meraung-raung menekuk lutut, semuanya juga sama sedih nya "Kenapa Alif? kenapa anak tante harus begini?"


Ya, satu kali lagi mereka harus berduka, Alif si jagoan balap telah tiada.


"Tiga... sudah pergi, sisa satu lagi"