Good Romance With My Bad Mafia

Good Romance With My Bad Mafia
CHAPTER 39



"Yaya.." seru Arlan dengan suara serak nya, malam ini kedua nya tengah berbaring di kasur sembari menikmati film Spongebob atas keinginan yaya.



"Hum?" yaya melirik ke belakang nya, posisi gadis itu sekarang sedang berbaring di celah kedua kaki Arlan dengan menyenderkan punggungnya di dada bidang pria itu.


"Ayo menikah..." Arlan memeluk leher gadisnya, " aku sudah tak tahan sayang" bisik pria itu tepat di telinga yaya.


Yaya mendelik kesal karena tangan Arlan baru saja menutup laptop yang ia gunakan menonton serial kartun tadi "iihh! Aku masih ingin menonton, Arlan!"


Arlan menghela napas panjang, ia mengangkat tubuh yaya agar duduk di pangkuan nya, ini posisi kegemaran Arlan saat berbincang bersama gadis nya.


"Kau merasakan nya, sayang?" Arlan bertanya serak saat yaya menatap wajah nya dengan ekspresi terkejut.


Memang biasanya setiap duduk di pangkuan Arlan, yaya selalu merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana, namun gadis itu memilih abai dan enggan membahas nya pada sang pria. Namun kali ini, benda di bawah sana terasa sangat keras dan menonjol, yaya sampai merona merasakan sesuatu yang keras di duduki nya.


"A-Arlan..." yaya meremat bahu pria itu. karena Arlan selalu shirtless dan hanya mengenakan boxer selutut andalan nya.


Arlan mengangguk dengan tatapan sayu nya "sesak baby, aku rasanya ingin menangis setiap bersentuhan dengan kulit mu, ia akan mengeras seperti ini" Arlan melirik ke bawah sejenak.


Yaya menggeleng pelan "lepas, jangan dekat-dekat kalau begitu!" gadis itu melotot saat Arlan justru menekan pinggang nya hingga benda di bawah sana semakin menempel dengan miliknya. Meski masih terbatasi dengan celana yang mereka kenakan... Tetap saja yaya sebagai wanita akan merasa panas dingin, ia takut juga tidak mau merasakan hal sejauh ini.


"Menjauh? Aku tak akan bisa, yaya... I want you babe" Arlan menjatuhkan wajah nya di ceruk leher gadis itu.


jantung yaya berdegup sangat kencang, ia bingung, ia tak mau menikah muda, dia juga gak bisa menolak Arlan.. Bagaimana ini!?


"Arlan.."


Arlan mengangkat wajah nya, ia menatap yaya dengan mata berkaca-kaca, juga wajah yang sudah memerah seluruh nya. Yaya jadi kelimpungan menatap Arlan seperti itu, ia menangkup kedua pipi Arlan lalu di elus nya "Hei... Kenapa menangis?" yaya tak habis pikir, apa ini trik lelaki itu agar yaya merasa bersalah dan mau menikah dengan nya?!


Hell! Yang benar saja!


Yaya tersenyum canggung, ia tak tahu harus bagaimana "Sakit?" tanya gadis itu.


Arlan mengangguk "Aku lelah bermain solo di toilet, baby" adu nya lagi dengan tak tahu malu.


Yaya melotot, ia menepuk pelan bibir mengerucut Arlan "bicara nya kenapa, vulgar sekali?!" tegur nya kesal.


Arlan akhirnya meneteskan air mata, "Rasanya tidak enak, wanita tidak akan paham" ucapnya kesal sendiri, jujur ia benar-benar tersiksa saat seperti ini.


...****************...


coba kalian keluarin emot love biru kalian :)


**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.... **


**Like, komen, Vote juga boleh banget 😚😋 **


**jangan jadi silent reader dong guys, cerita ini juga butuh dukungan dari kalian :') **


**Terimakasih banyak yang udah berbaik hati mau nge-Like kary ku ini, thankyou so much! **


** TES OMBAK, TEMBUS +150 LIKE author bakal up 10 chapter sekaligus!?!?!? **


** jadi.... BURUAN DI LIKE YA READERSSSS **


**papay 👋 **


Salam hangat, R<3