Forget You, Remember Love

Forget You, Remember Love
Ep.21



_Peranku sebagai payung telah selesai, badaimu telah usai, hujanmu mulai reda dan pelangimu telah datang membawa sejuta warna_.


*


*


*


Konser berjalan dengan lancar dan sesuai ekspetasi penonton, penyelengara acara, maupun Erik sendiri sebagai bintang utamanya. Tak terkecuali Tiara yang begitu menikmati penampilan pria yang sebelumnya menjengkelkan baginya itu. Hingga tiba saatnya pria berlong coat hitam yang menutupi kaus abu berkerah turnackle nya itu, memberikan persembahan terakhir dalam konsernya kali ini.


Erik berdiri ditengah panggung, dengan background layar besar bertema kepingan salju yang turun.


"Lagu ini single terbaru dariku, terinspirasi dari seorang wanita yang sejak dulu menjadi pengisi ruang dihatiku, dan takkan tergantikan selama apapun itu," ucap Erik membuat semua penonton penasaran sekaligus berdecak kagum.


Semua lampu tiba tiba mati menyisakan dua sorot saja yang mengarah kedua orang, Erik dan juga Tiara. Wanita itu terkejut saat hanya dirinya yang diterangi oleh cahaya lampu. Apalagi setiap mata disana orang menatapnya takjub.


"Hanya kamu, it's you" tambah Erik dengan senyum mengembang membuat semua penonton memekik kegirangan sedang Tiara tercengang.


Baby i'm falling head over heels


Looking for ways to let you now just how i fell


I wish i was holding you by my side


I wouldn't change a thing cause finally it's real


Erik mulai bergerak, berjalan meninggalkan panggung.


I'm tryna hold back


You oughta know that


You're the one that's on my mind


Erik berjalan menghampiri Tiara yang berdebar dikursinya, tatapannya ia lempar kesembarang arah sangking gugupnya.


Erik mengulurkan tangannya dengan ekspresi penuh harap. Tiara menatapnya tak terbaca.


I'm falling too fast deeply in love


Finding the magic in the colors of you


Erik tersenyum senang saat Tiara menerima uluran tangannya, tapi wanita itu sendiri mendelik tajam kearah Aril yang mengedikkan bahu tak berdosa. Ya, pria itulah yang sudah menaruh tangannya tepat ditangan besar milik Erik.


Tanpa menunggu lagi Erik langsung membawa Tiara kembali keatas panggung. Dan tentu saja penonton berseru untuk keduanya.


You're the right time at the right moment


You're the sunlight keeps my heart going


I know when i'm with you


I can't keep myself from falling


Right time at the right moment


Mereka berdua kini berada ditengah tengah panggung dengan Tiara yang kebingungan kenapa mereka menghadap kearah layar besar bukan kearah penonton atau saling berhadapan. Tiara menoleh menatap Erik heran.


Erik pun balas menatapnya dengan senyuman.


It's you


You


It's you


You


It's you


Tiara tercengang menatap layar besar itu sudah menampilkan gambar gambar dirinya yang masih berseragam SMA. Para penonton berseru takjub melihat momen mesra idola mereka walau sebagian merasakan keirian.


Gambar gambar itu terus berganti, dari Tiara yang berdiri sedang menunggu taxi. Berjalan dikoridor, lari pagi, bermain basket, duduk didepan api unggun dan lainnya.


Tiara takjub sekaligus penasaran karena di beberapa gambar itu ada Erik yang menatapnya. Padahal dia tak pernah mengingat Erik pada masa itu, sampai sebuah gambar menunjukkan dirinya dirangkul oleh Erik yang memakai topi toga kelulusan SMA. Mereka nampak bahagia dengan senyum mengembang, bahkan kepala Tiara menempel didada Erik. Tiara semakin dibuat kebingungan, sedang Erik masih bernyanyi penuh penghayatan.


Baby i'm falling depper in love


Everything that you are is all i'm dreaming of


And if i cant break enough to show you that i need us


I'd give up everything i have girl just for you


I'm tryna hold back


You oughta know that


You're the one that's on my mind


I'm falling too fast deeply in love


Cause you're the right time at the right moment


You're the sunlight keeps my heart going


Oh... I know when i'm with you


I can't keep myself from falling


Right time at the right moment


Kini gambar gambar itu berpindah masa yang diketahui Tiara adalah masa sekarang. Dirinya saat berjalan ditrotoar pada malam tahun baru, dirinya yang sibuk mengawasi jalannya syuting, dan dirinya yang membawa tas dengan wajah kesal. Terakhir yang membuat matanya terbelalak adalah, foto saat keningnya dikecup mesra Erik pada sesi pemotretan majalah.


It's you


You


It's you


You


It's you


Semua orang bertepuk tangan menyerukan keduanya, dibarengi jatuhnya kelopak bunga mawar dari langit panggung yang mengenai kedua insan disana.


Dan bukannya ikut tersenyum senang Tiara malah merasakan pening dikepala. Sekilas bayangan mengusiknya, dimana ada dia Erik dan Aditya. Tiara tak mengerti apa yang mereka bicarakan dalam bayangan itu, namun yang jelas wajahnya nampak amat menyesal.


Tiara baru tersadar saat Erik menarik dan membawanya kepelukan hangat pria itu, hingga semua orang berteriak histeris kegirangan.


"Bisa ae, tu bocah" ucap Joker ikut bertepuk tangan.


"Gimana cewek nggak luluh coba kalau caranya begitu, bahkan sekelas Tiara sekalipun" ucap Aril.


"Ckck, itumah karena Tiara udah kepelet aja sama tu anak dari dulu" tukas Ridan.


"Sekarang tinggal kita tunggu reaksi Tiara saat dia ingat semuanya" ucap Aril serius membuat kedua kawannya ikut mengangguk. Dan Sisil sibuk dengan pikirannya sendiri.


*****


Aditya menghela napas panjang sambil menghempaskan diri ke sandaran kursi kerjanya. Lalu mengusap wajahnya kasar.


Melihat momen romantis antara Tiara dan Erik lewat siaran langsung disalah satu stasiun tv membuatnya semakin patah hati. Tapi terselip rasa bahagia karena merasa Tiara sudah menemukan pelanginya.


Aditya mematikan tv dalam ruang kerjanya itu, beralih mengambil ponsel diatas meja. Membuka satu galeri dan memandangi satu gambar disana yang menunjukkan dirinya dan Tiara berdiri berdampingan, melempar senyuman kearah juru kamera. Dengan tangan wanita itu setia menggandeng tangannya mesra. Terlihat serasi layaknya pasangan suami istri.


Flashback On.


Aditya yang sudah rapi dengan setelan jas berwarna biru malam, santai duduk disofa menunggu seseorang dari balik tirai tinggi tak jauh darinya. Ia sedang berada disalah satu toko pakaian ternama.


"Emang aku harus pake baju begini yah kak, aku risih".


Mendengar keluhan itu Aditya mengalihkan perhatian dari ponselnya, menatap seorang wanita yang berdiri risih dibalik tirai yang terbuka. Seketika mata pria itu melebar takjub, Tiara tampil dibalut gaun malam berwarna senada dengan jas yang dipakai Aditya. Pas ditubuh mungilnya, tidak mencolok dan nampak sangat anggun. Ditambah riasan natural menghiasi wajahnya, juga tatanan rambutnya yang sederhana.


"Perfect".


Dua pegawai toko yang berdiri didekatnya tersenyum bangga, satu pelanggan lagi yang puas dengan hasil kerja mereka.


"Kak Adit!!" panggil Tiara bersidekap dada merajuk karena Aditya tak mendengar ucapannya.


Aditya terhenyak dari kekagumannya, lalu tertawa geli sendiri. "Maaf, kakak melamun kamu cantik banget sih" ucapnya jujur. "Tadi kamu bilang apa?".


Tiara mendengus sebal, berjalan menghampiri Aditya. "Aku tuh tanya, emang harus pake baju begini ya?".


"Kenapa nggak biasa ya?". Tiara mengangguk lemah sambil terus melirik kepundaknya yang terekpos itu.


"Maaf tapi acara itu memang mewajibkan tamunya tampil memakai pakaian resmi".


"Yaudah tapi kali ini aja yah, ini tuh bukan style ku banget kak".


Aditya tertawa lepas. "Iya iya, yaudah kita berangkat?". Tiara mengangguk.


Akhirnya mereka pun berada dibalroom salah satu hotel bintang lima terkenal dikota untuk menghadiri undangan pernikahan dari teman kuliah Aditya.


Tapi diacara seperti itupun Tiara tak bisa memaksakan tersenyum dan Aditya memakluminya, dia pun tak masalah dengan perangai sang wanita.


Sesi foto bersama pengantin pun tak terlewatkan. Berkat kejahilan teman teman yang tahu perasaannya Aditya akhirnya berfoto berdua dengan Tiara berlatar pelaminan sang pengantin.


Tiara pun tak menolak dan malah tersenyum lebar kearah kamera, hingga Aditya pun tak segan ikut tersenyum juga. Disaat itu pula Aditya sempat membayangkan jika foto mereka lain kalinya akan berbaju pengantin juga. Tak hanya beralatar pelaminan saja, tapi mereka lah pengantinnya.


Flashback off.


Aditya tersenyum getir melihat gambar itu. Mengingat pernah membayangkan jika dirinya dan Tiara akan kembali berfoto dengan pakaian pengantin suatu hari nanti. Tapi semua itu hanya bayangan semata yang jelas takkan bisa menjadi nyata. Karena kebahagiaan Tiara bukan dirinya tapi Erik Wijaya.


"Aku mengalah bukan karenanya, tapi karena ingin melihatmu bahagia. Dan ternyata perlu kekuatan besar untuk melakukan itu semua karena sekarang hatiku sungguh sakit melihat kalian kembali bersama". Aditya mengungkapkan isi hatinya.


Tak tahan menahan rasa sakit Aditya meneteskan air mata, sedikit terisak sambil memegang dadanya.


"Aku tak tau rasanya akan sesakit ini." Aditya memukul mukul dadanya sendiri.


"Maafkan aku yang telah mencintaimu dan tak bisa menghilangkan rasa itu, maafkan aku muTiaraku".