Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 95 - Kembali Terulang



Tidak lama setelah Argus sampai di rumah erzan, Miya juga sampai di sana.


Dia melihat suami dan anaknya sudah saling berhadapan di bawah anak tangga dengan raut wajah yang sama-sama marah.


Seketika hatinya teriris dia begitu sedih karena pertengkaran diantara keluarga mereka masih juga terus berlanjut hingga kini.


"Pa," Panggil Miya, dia langsung mendekat dan menyentuh lengan suaminya ingin Argus tenang, meski dia juga belum tahu apa yang membuat suaminya marah seperti ini.


"Apa maksudmu Zan? Kenapa kamu mengakui jika artis itu adalah Arra? Jika kamu mencintai wanita itu terserahmu, tapi jangan jadikan dia sebagai pengganti Arra di rumah ini dan untuk Eleanor," terang Argus.


Miya yang juga mendengar ucapan Argus pun melebarkan kedua matanya, seolah tidak percaya.


Seolah dugaannya selama ini akhirnya jadi kenyataan, bahwa kehadiran Selena di rumah ini hanya akan menggoda sang anak.


"Zan, apa benar seperti itu?" tanya Miya, dengan kedua mata yang sudah berkata-kata. Dia langsung teringat Eleanor dan Arra.


"Apapun keputusanku kalian tidak berhak mengaturnya."


Plak!


1 tamparan keras Argus layangkan ke wajah Erzan, tapi tamparan itu tidak berhasil membuat Erzan tumbang. Pria tetap masih berdiri tegap di posisinya.


Sementara Miya langsung menutup mulutnya yang menggunakan kedua tangan dan air matanya mulai mengalir.


"Dulu Aku mengatakan jika anak yang dikandung Arra adalah anakku tapi kalian tidak percaya ..."


"Dan sekarang kembali terulang, Aku mengatakan jika Selena itu adalah Arra, tapi kalian lagi lagi tidak percaya."


Mendengar itu Argus terdiam, sedangkan Miya terus sibuk dengan air matanya yang mengalir tanpa jeda.


Dia tak kuasa melihat Miya yang berkubang air mata.


"Tentang Eleanor papa akui papa salah, tapi mengakui Selena sebagai Arra tidak bisa papa terima. Bagaimana bisa Zan? bagaimana bisa?!"


"Tentu saja bisa dan itu semua karena kalian ...."


"Arra sampai mengganti wajahnya dengan wanita asing agar dia bisa lepas dari keluarga Harold. Dia tertekan dengan semua sikap kalian, dia trauma. Bukan hanya tidak menerima El, kalian juga terus menghina Arra setiap hari, disaat dia hamil. Lalu menggunakan aku sebagai alatnya."


Deg! saat itu juga Miya terjatuh, menyentuh dadanya yang terasa sangat sakit.


"Ma!" pekik Argus, kedua orang tua ini saling memeluk dan menguatkan diri, dari rasa bersalah luar biasa yang bersarang di hati mereka.


Sementara Erzan memilih tidak peduli, dia tetap berdiri dan tidak memperdulikan tangis kesakitan sang ibu.


Sementara Arra yang melihat kejadian itu pun ikut meneteskan air matanya. Dia kira dia akan senang melihat pertengkaran antara Argus Miya dan Erzan.


Tapi ternyata dugaannya salah, nyatanya Arra tidak tega.


Terlebih dia ingat, bagaimana rasanya hidup tanpa kedua orang tua, sepi yang selalu Arra rasa jika tengah malam tiba.


Lantas dengan segera Arra berlari menuruni anak tangga, dia bahkan melewati Erzan dan langsung bersimpuh dilantai membantu Miya untuk berdiri.


"Ayo bangun Nyonya," ucap Arra, sebuah suara lirih yang begitu dikenal oleh Argus dan Miya.


Dibandingkan Erzan, mereka berdua memiliki banyak waktu bersama Arra ketika berada di rumah ini.


Dan dari suara itu, mampu membuat Argus dan Miya semakin sedih, karena wajah Arra benar-benar sudah berubah.