Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 68 - Kenapa?



Sampai di dalam kamarnya Eudora langsung menghubungi Miya melalui sambungan telepon.


Tidak butuh waktu lama telepon itupun terhubung dan mendapatkan jawaban.


"Eudora, ada apa sayang?" jawab Miya dengan lembut, penuh perhatian.


Dan saat itu juga Eudora langsung menjelaskan alasan dia menelpon malam ini, tentang Selena dan semua niat jahat wanita itu untuk mendapatkan hati Erzan dan posisi nyonya di rumah ini.


Tidak hanya itu Eudora juga mengatakan jika Selena bukanlah wanita yang tepat mendampingi Erzan karena berasal dari dunia hiburan, pasti akan memberikan pengaruh buruk untuk Erzan dan juga Eleanor.


Eudora mengatakan semua pendapatnya dengan antusias, sementara Miya malah menghembuskan nafasnya pelan, seolah tidak berminat dengan apa yang diucapkan oleh Eudora.


Miya sudah lelah, dia sadar setelah terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tangga sang anak. Saat ini saja Arra belum ditemukan tapi sudah muncul masalah baru.


"Eudora."


"Iya Tante."


"Apa kamu ingat, alasan kenapa om dan tante memintamu untuk kembali tinggal di rumah Erzan."


Eudora terdiam, seketika dia merasa tak baik tentang ini.


"Kami memintamu untuk mengawasi apakah Eleanor dirawat dengan baik oleh Selena. Terlepas dari itu bukan urusan mu," terang Miya, saat mengatakan itu suaranya lembut sekali, tidak ingin Eudora tersinggung akan hal ini.


Sementara Eudora yang mendapatkan penolakan langsung berwajah masam. Tidak ada lagi gurat kebahagiaan di wajahnya seperti beberapa menit lalu. Saat membayangkan rencananya akan berhasil mempengaruhi Miya agar membantunya menyingkirkan Selena.


Dan tak lama setelah itu Miya memutuskan sambungan telepon di antara mereka. Ketika panggilan itu sudah mati Eudora langsung membanting ponselnya.


Brak!


"Argh! Sial!" pekik Eudora, dia kesal sekali.


Sementara itu di ruang tengah, Erzan dan Arra masih duduk disana. Arra memangku Eleanor yang tengah menghabiskan susunya, mata Eleanor terlihat mengantuk, matanya sayu seolah sangat berat untuk terbuka.


Beberapa menit lagi Eleanor pasti akan tertidur.


Hera dan Anya pun sudah tidak berada di sini lagi, mereka sudah lebih dulu istirahat.


"Apa El sudah tidur?"


"Belum, sebentar lagi," jawab Arra.


Lagi-lagi hening, bukan hanya tidak ingin berisik karena baby El akan tidur, tapi diantara mereka memang ada jarak setelah ciuman yang tercipta tadi.


"Zan," panggil Arra, dia yang sangat ingin tahu tentang masa lalu pun akhirnya buka suara.


Erzan tidak menyahut, tapi dia menoleh membalas tatap kedua mata Selena.


"Melihat mu yang sangat berjuang mencari Arra membuatku ingin tahu tentang wanita itu," ucap Arra lagi, dilihatnya Erzan yang masih setia diam.


Pria ini memang pelit sekali bicaranya.


"Apa dia tidak punya saudara? mungkin saja dia menemui saudaranya?" tanya Arra, bertanya seolah Arra bukanlah dia.


"Arra sudah tidak memiliki orang tua, tapi dia memilki seorang kakak. Austin, bukankah kamu mengenalnya?"


Arra mengangguk ragu.


"Apa Arra yang memperkenalkan kalian?"


Arra mengangguk ragu lagi.


"Aku hanya bertemu satu kali dengan Arra saat di rumah sakit, saat itu kondisinya tidak baik dan dia hanya mengatakan padaku untuk menemui Austin," terang Arra, kedua bola matanya terlihat tidak tenang. Karena dia sedang mencari-cari alasan.


"Tapi, tapi kenapa saat aku menemui Austin dia malah berkata tidak mengenal Arra?" tanya Arra, dia menyudahi kalimatnya dan kini hanya menatap Erzan.


"Karena aku yang memintanya."


"Kenapa?"


"Awal menikah Arra selalu ingin kabur dari rumah ini, karena itulah aku meminta Austin untuk menjauh."


"Mereka itu saudara, kenapa kamu tega memisahkan mereka?" kini suara Arra terdengar lebih menggebu.


"Karena saat sudah menikah denganku, Arra adalah tanggung jawabku. Bukan Austin lagi."


"Tanggung jawab? tapi kamu menyiksa dia."


"Kamu baru bertemu 1 kali dengan Arra tapi seolah kamu sudah begitu mengenal dia, Kenapa?"


"A-Aku, aku ..." Arra mendadak gugup.


"Karena kamu Arra?"


Deg!