Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 51 - Seperti Pembantu



Selesai mengganti bajunya yang basah Arra kemudian menghubungi Bella.


Pagi itu Arra meminta bantuan kepada Bella untuk menyelidiki tentang dia sendiri, yaitu Selena Maiden.


Arra tahu, Bella mampu melakukannya mengingat Bella yang keturunan keluarga kaya raya. Mencari informasi seperti ini pasti bukanlah hal yang sulit.


"Berhati-hatilah disana Arra, jangan membuat Erzan curiga jika kamu adalah Arra."


"Iya Bel, aku akan melakukannya. Sasy dan Linda juga sudah tahu jika selama 1 bulan ini aku ada disini."


"Baiklah, segera beri tahu aku jika kamu butuh bantuan."


"Terima kasih Bell."


"Bagaimana dengan Eleanor? apa dia sehat?"


"Jangan membicarakan El, nanti aku menangis."


Di ujung sana Bella terkekeh pelan, "Baiklah, nikmati hari mu."


Arra mengangguk, setelahnya panggilan itu terputus.


Arra dengan segera keluar dan turun ke lantai 1, tapi seperti sebuah takdir yang disusun dengan rapi, lagi-lagi tanpa sengaja dia bertemu dengan Erzan di atas tangga.


Kini pria itu tengah menggendong Baby El dengan 1 tangannya.


Arra mencebik, tapi dia tetap menghampiri mengingat ada Eleanor di pelukan pria ini.


Mereka bertiga turun dan bersamaan mendatangi meja makan, sekilas mereka bertingkah terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.


Dan melihat pemandangan menjijikkan itu membuat Eudora mengeram kesal.


Saat ini dia malah terlihat seperti pembantu di rumah ini, menyiapkan semua sarapan dan menyambut mereka ber-3 datang.


Sial!kesal Eudora.


Dan melihat wajah kesal Eudora itu, membuat Arra semakin ingin mengerjainya.


Arra duduk di samping Erzan dengan penuh percaya diri.


"Kamu mau makan apa?" tanya Arra pada pria yang wajahnya nampak dingin ini, tanpa ekspresi.


"Aku bisa sendiri."


"Aku tidak perlu bantuan mu."


His! Arra mendengus kesal, Erzan benar-benar tidak bisa diajak kerja sama.


Dan melihat itu, senyum di bibir Eudora kembali terbit. Dia pun segera mencuci tangannya dan ikut duduk di meja makan. Duduk disebelah Erzan di sisi yang lain dari Selena.


"Aku masak makanan kesukaan mu," ucap Eudora dengan begitu bangga, tentang Erzan dia sudah tahu semua serinci-rincinya, tidak akan ada bisa yang menandingi.


Muak melihat pemandangan itu akhirnya Arra kembali fokus pada baby El. Dia menghadap sang anak yang sedang disuapi oleh Anya.


Eleanor pun coba memegang makanan itu dan membuat baju serta kursi makannya kotor.


Arra tertawa, pemandangan seperti ini selalu dia bayangkan. Tentang sang anak yang berbuat semaunya tapi terlihat lucu.


Tawa Arra itu membuat Erzan melirik ke arahnya, di meja makan mana boleh berisik.


"Habiskan makanan mu, jangan menganggu Eleanor," ucap Erzan.


"Baiklah Erzan," balas Arra patuh, saat mengatakan itu pun dia tersenyum.


Hatinya tengah bahagia tidak ingin berdebat.


Tapi Arra tidak tahu jika suaranya yang lembut itu membuat Erzan kembali teringat akan sang istri. Disaat Arra makan, Erzan malah menatapnya terus.


"Erzan!" panggil Eudora, ingin tatapan itu putus.


Dan berhasil, panggilan Eudora membuat Erzan kembali mendapatkan kesadarannya. Sebelum tes DNA itu keluar, semuanya masih belum bisa dipastikan.


Dia tidak akan pernah menganggap Selena Maiden sebagai Arra.


Sarapan itu usai, Erzan pun pergi untuk bekerja.


Namun sebelum benar-benar pergi, Erzan masih menyempatkan diri untuk menggendong sang anak. Berjalan sebentar di taman yang ada di samping rumah, bersebelahan dengan ruang tengah.


"El, katakan pada daddy. Kenapa kamu nyaman sekali dengan wanita asing itu."


"Mi," jawab El singkat dengan tertawa.


"Ish, mie terus lah, anak kecil mana boleh makan mie."


Erzan mencium leher sang anak, membuat Eleanor tertawa keras.