Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 80 - Jadi Kedua-duanya



Tadi Arra sangat menikmati waktunya bersama Erzan dan baby El, tapi kini tidak lagi semenjak Erzan mengatakan jika Leo akan menjemput Arra.


Bagaimana bisa dijemput jika Arra yang asli ada di sini? Lalu siapa yang dijemput Leo.


Mulai banyak pertanyaan yang berterbangan di kepala Arra, dia mulai berpikir yang tidak-tidak.


Bagaimana jika ada seorang wanita melakukan hal yang sama seperti apa yang dia lakukan, mengubah wajah lalu hidup sebagai wanita itu.


Arra baru ingat, jika dia membuang semua data dirinya bersamaan dengan ponsel yang hancur lebur malam itu.


Bagaimana jika ada seorang wanita menemukan kartu pengenalnya dan melakukan operasi wajah seperti dia, lalu ditemukan oleh Leo dan nanti akan menjadi ibu pengganti untuk sang anak.


Tidak, Arra menggelengkan kepalanya kuat. Sebuah pergerakan tiba-tiba yang membuat Erzan menoleh ke arahnya.


"Kenapa?" tanya Erzan, mereka semua sudah selesai makan dan kini baby El sedang tidur. Anya juga beristirahat di samping baby El.


Kini hanya tinggal Erzan dan Arra yang duduk disana.


"Ku rasa kalian salah orang, ku rasa wanita yang dijemput Leo bukanlah Arra," ucap Arra dengan tergesa, terlihat sekali takut dan gugup nya.


Sementara Erzan malah terdiam, menikmati wajah takut sang istri.


Katakan, katakan sendiri jika kamu adalah Arra. Batin Erzan, dia terus menatap Arra lekat.


"Kenapa harus dijemput, kalau Arra mau pulang dia pasti akan pulang sendiri."


"Istriku itu sangat keras kepala, jadi harus dijemput paksa."


"Apa wajah wanita itu benar-benar terlihat seperti Arra?"


"Sedikit berbeda, tapi aku yakin dia Arra."


"Apa maksudmu sedikit berbeda? jangan sembarangan membawa orang lain masuk ke dalam rumah mu, bagaimana jika dia punya niat jahat."


"Tenanglah, aku sudah memastikannya dan dia memang Arra."


"Kenapa?"


"Aku ..." Arra gelagapan, mendadak bingung mau menjawab apa. Seolah terlilit dengan ucapannya sendiri.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja," ucap Erzan, saat mengucapkan itu dia juga mengelus puncak kepala Arra.


"Dan saat istriku kembali, kamu tidak perlu lagi menjadi baby sitter El. Aku akan membebaskan mu," ucap Erzan lagi, tapi entah kenapa Arra tak suka mendengar itu.


Dia tidak senang mendengar kata membebaskan mu, rasanya dia ingin terus dikurung bersama baby El.


Wajah Arra makin terlihat gusar, mulai terbesit di dalam otaknya apakah harus mengakui semuanya?


Jika hanya dialah Arra di dunia ini, tidak ada yang lain. Hanya dia satu-satunya mommy Eleanor.


Terpikir akan hal itu, Arra coba membalas tatapan Erzan. Semua kata-katanya sudah sampai di ujung lidah dan siap keluar.


"Zan ... ." panggil Arra dengan menciptakan jeda.


Erzan pun hanya menunggu apa yang akan diucapkan oleh Arra selanjutnya.


"Sebenarnya ... A-Aku."


Erzan masih menahan diri untuk tidak memotong ucapan Arra, dia hanya terus menatap lekat wanitanya.


Erzan tidak tahu jika tatapan itu makin membuat Arra gugup dan kehilangan banyak kata yang sudah tersusun rapi.


Hanya meninggalkan satu kata ...


"Entahlah!" kesal Arra kemudian, dengan cepat dia memalingkan kepala dan memasang wajah masam.


Benci sekali jika dihadapkan dalam situasi seperti ini, diantara harus memilih menjadi Arra atau Selena.


Karena jika boleh dia ingin jadi kedua-duanya, Arra dan Selena.