
"Kata-kata mu terlalu manis!" kesal Arra, membuat Erzan terkekeh.
Sebuah tawa kecil yang tidak pernah Arra lihat selama ini, kini dia mampu menatanya.
Diam-diam bibir Arra pun mengukir senyum tipis. Biarlah dia menjadi perempuan yang tidak tahu malu, karena hanya dengan menggunakan nama Selena Maiden kini dia seperti menemukan sebuah keluarga yang utuh.
Arra terus membangunkan Eleanor, hingga akhirnya baby cantik ini terbangun. Bermain-main sebentar kemudian mandi.
Saat Arra membawa baby El ke kamar mandi, Erzan benar-benar ikut. Tapi pria itu tidak menganggu Arra, dia mengambil gosok gigi baru di dalam lemari persediaan dan juga membersihkan wajahnya di pancuran air wastafel.
Sesekali Erzan melirik Arra dari dalam cermin sana, melihat kedua wanita yang sangat berarti di dalam hidupnya.
"Sudah selesai," ucap Arra, dia mengeluarkan baby Eleanor dari dalam bak mandinya. Membalut sang anak menggunakan handuk kecil yang sudah tersedia.
Wajah Arra dan Eleanor sama riangnya, mereka pun siap untuk keluar. Namun sedikit terhalang saat tiba-tiba Erzan malah menghalangi langkah Arra.
"Kenapa?" tanya Arra sedikit bingung, dia benar-benar tidak menaruh pikiran buruk pada Erzan.
Justru sedikit cemas, takut jika Erzan memiliki sedikit masalah.
Tapi Erzan tidak menjawab dengan kata-kata. Dia menahan tengkuk Arra dan menjatuhkan sebuah ciuman singkat di atas bibir istrinya ini. Lalu bergilir mencium baby Eleanor juga.
"Ciuman selamat pagi," ucap Erzan, dia tersenyum sementara Arra terpaku.
Erzan keluar lebih dulu, membuka pintu kamar mandi itu lebar-lebar.
"Selena, aku akan kembali ke kamar!" ucap Erzan dengan suaranya yang cukup tinggi, agar Arra yang masih berada di dalam kamar mandi mampu mendengar suaranya.
Dan tanpa menunggu jawaban sang istri, Erzan segera keluar dari sana.
Di dalam kamar mandi, Arra menyentuh dadanya yang berdebar. Lalu melirik Eleanor yang tertawa kecil seolah meledek dia.
"Kamu menertawakan mommy ya?" tanya Arra, dia menciumi pipi Eleanor hingga membuat bayi ini semakin tertawa.
Erzan bisa melihat dengan jelas raut wajah Eudora yang terkejut. Seolah tidak menyangka melihat dia yang keluar dari dalam kamar ini di pagi hari.
"Zan_"
"Jangan naik ke lantai 2, mulai sekarang aku melarangmu naik ke sini."
Kedua mata Eudora membola, otaknya masih mencerna Apa maksud kata-kata Erzan.
"Tidak boleh naik ke lantai 2, apa maksudmu Zan?"
"Aku butuh privasi, jadi turunlah. sebelum aku memerintahkan pelayan untuk membawa mu turun."
"Zan_" Belum sempat Eudora kembali berucap, Erzan sudah lebih dulu meninggalkan dia. Berjalan menuju sisi kiri ke arah kamar milik Erzan.
Dan saat pria itu masuk ke dalam sana, Eudora dengan segera masuk ke dalam kamar Arra. Membukanya dengan kasar hingga membuat Arra dan Eleanor cukup terkejut.
Eudora sangat yakin jika semalam Selena sudah menghabiskan malam bersama Erzan, lalu wanita sialan itu meminta Erzan untuk melarangnya naik ke lantai 2.
"Kurang ajar! dasar wanita murahan!" cerca Eudora, tidak peduli ada baby El di atas ranjang, Eudora langsung menjambak rambut Arra yang terikat.
"Aw! lepas!" pekik Arra, kepalanya sakit sekali, tapi dia tidak coba untuk melawan. Ingin membuat bukti sebanyak mungkin kelakukan bejat Eudora yang akan terekam dalam CCTV.
Sementara Eudora terus menjambak rambut Selena, dia yakin Erzan tidak akan mampu mendengar suara kesakitan dari wanita ini.
Eudora yakin jika saat ini Erzan sedang mandi.
Puas menjambak rambut Selena, Eudora pun langsung mendorong tubuh Selena hingga jatuh terjerembab di atas ranjang.
"Aku peringati satu kali lagi, jangan dekati Erzan."