Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 41 - Rencana Leo



Langkah kaki Arra yang sibuk tiba-tiba terhenti ketika dia mulai menyadari tatapan Hera yang menatap lekat ke arahnya.


Menyadari tatapan itu Arra mulai sadar jika dia telah melakukan kesalahan fatal. Semua pergerakannya ini tentu saja membuat Hera bingung.


Perasaan yang terlalu bahagia membuat Arra lupa jika kini dia bukanlah Arra, tapi Selena. Wanita asing yang harusnya tidak menghafal seisi rumah ini.


"Em, Hera, dimana piring Eleanor?" tanya Arra, kini dia mulai pura-pura bingung. Meskipun dia sebenarnya sangat tahu pasti dimana piring itu berada, tapi kini dia tidak boleh tahu.


"Akan saya ambilkan nona," jawab Hera.


Selesai memasak untuk Eleanor mereka berdua segera kembali ke lantai 2.


Saat itu Arra sendiri yang menyuapi sang anak.


Seharian ini Arra terus menghabiskan waktunya besama dengan Eleanor, dia bahkan tidak peduli dimana keberadaan Erzan saat ini. Bahkan Arra berharap, jika Erzan tidak usah kembali saja.


Terjadi kecelakaan besar hingga membuat pria iblis itu mati.


Arra tidak tahu jika sebenarnya Erzan tidak pergi kemana-mana, pria itu masihlah berada di rumah ini dan terus memperhatikan pergerakannya melalui cctv rumah.


Erzan tentu sangat terkejut saat melihat Selena yang begitu leluasa dengan rumahnya, seolah ini adalah tempat tinggalnya sendiri.


Erzan tak mampu bersuara apa-apa, sorot matanya menatap tajam pada wanita di dalam cctv itu.


"Maaf Tuan, saya harus menyampaikan ini, tapi mungkin saja wanita itu adalah nyonya Arra bukan Selena."


"Apa maksudmu Arra melakukan operasi plastik itu?"


"Benar Tuan."


"Kenapa!"


"Karena Nyonya Arra tidak ingin anda menemukan beliau."


"Kenapa? Apa kesalahan yang ku lakukan begitu besar? Aku tidak akan bersikap dingin andai dia tidak berniat menggugurkan anakku!" bentak Erzan.


Sementara Leo tidak mampu menjawab apa-apa, tentang masalah yang terjadi di dalam rumah tangga sang tuan, Leo tidak pernah ikut campur, juga tidak tahu menahu.


Masih belum bisa percaya jika Selena Maiden yang ada di rumahnya adalah Arra.


"Maaf Tuan, agar bisa memastikan semuanya kita hanya bisa menggunakan satu cara."


"Apa?"


"Tes DNA."


Hening, Erzan tergugu mendengar kata-kata itu. Sementara Leo terus berucap tentang rencananya ini.


Leo akan melakukan tes DNA antara Selena Maiden dan Eleanor.


Selama itu pula wanita yang bernama Selena Medan itu harus tetap terkurung di rumah ini.


Hasil tes DNA paling lama keluar dalam kurun waktu 1 minggu. Setelah itu semuanya akan benar-benar terbongkar. Benarkah dugaan mereka jika Selena Maiden adalah Arra.


Dan Andai dugaan mereka salah, maka Selena Maiden akan segera mereka lepas.


Wanita malam itu diyakini oleh Erzan akan memberi pengaruh buruk untuk sang anak.


Malam hari Erzan keluar dari ruang kerjanya.


Dia mendatangi kamar sang anak dan melihat Selena yang tengah memangku Eleanor.


Wanita itu memalingkan wajah, tak sudi menatap. Namun lama ditatap tanpa suara oleh Erzan membuat Arra merasa tak nyaman.


Akhirnya dia pun mengangkat wajahnya dan membalas tatapan itu.


Deg! seketika jantung Arra berdesir, tatapan Erzan tajam sekali hingga membuatnya takut.


Seolah Erzan tengah marah besar.


Padahal sungguh, Arra bahkan tak tahu apa kesalahannya.