Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 85 - Pembalasan Sesungguhnya



Deg!


Betapa terkejutnya Eudora saat dia membuka pintu dan sudah melihat Erzan berdiri disana.


Matanya membola, wajahnya pias dan tubuhnya membeku. Bahkan kedua tangannya pun seketika bergetar merasa takut.


Leo juga langsung mendorong tubuhnya sedikit menyingkir agar dia dan beberapa orang yang entah siapa bisa masuk ke dalam kamar.


Membuat Eudora seketika ingat dengan Selena yang masih terkapar di dalam sana.


Tubuh Eudora makin gemetar, kini ketakutan sudah merajai dia.


Dan Erzan terus menatap Eudora dengan tatapan yang paling mengerikan. Tidak pernah dia semarah ini seumur hidupnya. Tidak peduli jika Eudora adalah seorang wanita, Erzan akan tetap membalasnya dengan pembalasan setimpal.


Sampai akhirnya Leo berhasil membawa Sabrina keluar dari dalam kamar itu.


Sabrina adalah seorang wanita yang Erzan bayar mahal untuk berpura-pura menjadi Selena. Pulang ke rumah ini untuk memancing kemarahan Eudora.


Sementara Arra istrinya yang asli beserta Eleanor pulang ke rumahnya yang lain.


Para pelayan pun ditahan untuk diam, meski mereka mendengar suara jerit dari salah satu kamar di lantai 2.


Dengan tergesa Leo membawa Sabrina keluar, beberapa anak buahnya pun langsung melarikan wanita malang ini ke rumah sakit.


Meninggalkan Erzan dan Eudora yang masih berada di posisi sama.


"Zan_"


Plak! satu tamparan keras melayang dari tangan kekar Erzan. Satu tamparan itu mampu membuat Eudora tersungkur di atas lantai, bahkan salah satu sudut bibirnya pun mengeluarkan darah segar.


"Zan ... Ahk!" nafas Eudora tersengal, belum sempat dia bicara Erzan sudah lebih dulu mencekik lehernya. Menariknya paksa untuk berdiri dan di dorongnya kuat hingga membentur dinding.


Melihat Eudora membangkitkan sisi gelap yang ada pada dirinya.


Tidak peduli pada Eudora yang wajahnya sudah pucat pasi, Erzan terus menghalang udara untuk bisa wanita ini hirup.


"Tuan!" teriak Leo, dia langsung berlari dan melepas tangan Erzan di leher Eudora.


Setelah terlepas, Eudora jatuh ke atas lantai dan terbatuk sebanyak mungkin. Wajahnya merah, nyaris saja dia mati.


"Tuan, kita serahkan semuanya pada pihak kepolisian." Terang Leo, dia tidak ingin sang tuan mengotori tangannya.


Dan mendengar kata polisi, seketika kesadaran Eudora kembali. Dia tidak ingin urusan ini makin panjang dan membuatnya berakhir di penjara.


Tidak, Eudora tidak menginginkan itu.


"Jangan lakukan ini padaku Zan, jangan lakukan ini, aku mohon, uhuk uhuk!" ucap Eudora diantara batuk yang masih mendera dia.


Eudora bahkan langsung memeluk kedua kaki Erzan, bersimpuh dibawah kaki pria yang paling mengerikan.


Tapi tanpa belas kasih Erzan menendang Eudora hingga kembali terjerembab di lantai.


"Bukan hanya akan mempenjarakan mu, aku juga akan memutus semua hubungan dan kerja sama antara keluarga kita. Memiliki hubungan denganmu adalah hal paling menjijikkan yang pernah aku lakukan," hardik Erzan, kata-kata yang terdengar begitu menyakitkan bagi Eudora.


Wanita ini menangis, menahan sakit di tubuh dan hatinya sekaligus. Dia tidak mampu laki berkata-kata. Terlebih saat Leo mengatakan jika dia sudah mendapatkan bukti rekaman cctv di kamar Selena.


Tubuh Eudora lemas, saat itu tiba-tiba pandangannya menggelap. Kepalanya pusing sekali dan berakhir dia yang jatuh pingsan.


Tapi hal itu tidak membuat Erzan merasa iba. Tidak peduli bagaimana keadaan Eudora, dia akan tetap melemparnya ke penjara.