
Erzan akhirnya pergi, saat itu Eudora ikut mengantar kepergian Erzan hingga sampai di depan teras.
Arra yang tidak sengaja melihat keduanya pun dibuat bingung, melihat interaksi mereka yang sangat dingin.
Padahal selama ini dia sangat yakin jika Erzan dan Eudora memiliki hubungan yang mesra.
Tapi apa itu tadi? bahkan Erzan tidak mengatakan kata pamit dan langsung pergi begitu saja mengabaikan Eudora.
Bukannya mereka bertunangan? kenapa pria itu dingin sekali.
Tunggu, kalau dari dulu mereka tunangan, kenapa tidak menikah sampai sekarang?
Saat pertama kali aku datang kesini aku malah tidak melihat Eudora.
Apalagi yang mereka tunggu untuk menikah? Aku sudah pergi dan El sudah lahir, apa lagi masalahnya?
Tiba-tiba banyak pertanyaan yang muncul dikepala Arra, namun dengan cepat dia menggelengkan kepala, tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan mereka berdua.
Fokusnya kini hanyalah Eleanor.
Arra lantas segera naik ke lantai 2 dan mengambil ponsel miliknya, takut jika nanti tiba-tiba Bella menelpon.
Setelah mengambil ponsel itu Arra kembali turun ke lantai 1 dan menemui Eleanor yang sedang bermain di ruang tengah.
Tapi langkahnya terhenti di ujung tangga, ketika tiba-tiba Eudora menahan lengannya dengan kuat.
Dan Arra segera menepisnya.
"Jangan coba-coba untuk mendekati Erzan, tugas mu disini hanyalah mengasuh Eleanor. Apa kamu mengerti?!" ancam Eudora, dia bicara pelan sekali tidak ingin ada orang lain yang mendengar, namun suaranya penuh dengan penekanan.
"Kenapa kamu harus mengancamku? baru sadar kalau kamu kalah cantik?" ledek Arra, dia sudah lelah jika harus berurusan dengan Eudora, maka dia akan menanggapinya dengan main-main saja.
"Bukan hanya itu, aku juga yang membuat Erzan berpisah dengan istri pertamanya. Jadi jangan macam-macam. Aku bisa melakukan apapun padamu!"
Deg! seketika Arra terdiam. Tiba-tiba kepalanya jadi gamang. Dia bukan takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh Eudora, namun merasa seperti menemukan sedikit kebenaran tentang masa lalu.
Tentang Eudora yang selalu menindasnya hingga membuat Dia trauma.
Benarkah Erzan tidak mengetahui tentang itu? bukankah Erzan tahu semua dan tetap membiarkannya?
Arra tergugu dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, namun Eudora melihat itu sebagai ketakutan yang ditunjukkan oleh Selena.
Merasa berhasil menakut-nakuti Selena Eudora pun tersenyum miring. Dia lantas naik ke lantai 2 dengan menabrak salah satu sisi lengan Arra, hingga membuat Arra nyaris terhuyung jatuh.
"Nona, apa yang terjadi?" tanya Hera, dia melihat saat Selena dan Eudora saling berbincang, lalu berakhir dengan wajah Selena yang nampak pias.
Merasa khawatir, akhirnya Hera menghampiri.
Dan pertanyaan Hera itu membuat Arra tersadar, namun dia tidak menjawab apa-apa. Malah menatap Hera dsngan tatapan yang entah.
"Hera."
"Ada apa Nona?"
"Sebenarnya apa status Eudora di rumah ini?"
"Maaf Nona saya tidak begitu tahu. Tapi sepertinya nona Eudora adalah mantan tunangan tuan Erzan. Saat ini beliau disini hanya karena keinginan tuan Argus dan Nyonya Miya."
"Mantan tunangan?"
Hera mengangguk, dia dan Anya bahkan mendengar dengan jelas tentang hal itu. Saat masih berada di rumah sakit juga ketika pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini.